Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Artikel

Artificial Intellegince, Membantu atau Menambah Masalah ?

lpmneraca oleh lpmneraca
Mei 3, 2023
dalam Artikel
0 0
0
182
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

(Gambar : kiplinger.com)
Oleh : Devi Elisa Hasibuan

Kecerdasan buatan atau yang lebih dikenal dengan Artificial Intelligence adalah cabang ilmu komputer yang lebih berfokus pada pola pikir dan sistem kerja manusia, pengembangan intelijen mesin dan sebagainya. Menurut istilah, Al adalah kecerdasan buatan yang ditanamkan manusia ke dalam suatu teknologi yang selanjutnya akan dikembangkan dalam konteks ilmiah atau bentuk dari entitas ilmiah yang sudah tersedia. Beberapa ahli industri juga menjelaskan tentang artificial intelligence yaitu seluruh hal yang bisa diketahui di masa kini dan masa yang akan datang.

Dewasa ini, Artificial Intelligence menjadi perbincagan banyak orang, mulai dari AI yang mampu membuat beberapa avatar, menggunakan photo selfie, sampai pada AI yang mampu menjawab apapun pertanyaan yang diberikan.

Keberadaan AI sangat membantu dan meminimalisir pekerjaan manusia, Meningkatkan efisiensi dalam berbagai sektor, seperti manufaktur, perbankan dan kesehatan. Teknologi AI dapat membantu mengoptimalkan proses produksi, mempercepat pengambilan keputusan bisnis, dapat menganalisis data secara lebih efektif dan cepat dari pada manusia. Sejatinya, AI memang diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia.

Namun, siapa sangka bahwa Kecerdasan yang disebut-sebut mampu menyaingi kemampuan kognitif manusia ini, cukup mengkhawatirkan bagi sebagian manusia. Pasalnya, kemunculan AI  dapat membuat manusia kehilangan keterampilan. hal ini dapat menghambat kemapuan manusia untuk berfikir secara kreatif dan menemukan solusi inovatif. AI juga dapat mengambil alih pekerjaan manusia. Hal ini karena pekerjaan tersebut telah terisi oleh AI atau secara otomatisasi, sehingga angka pengangguran akan meningkat.

Tentu ini menjadi masalah tersendiri bagi umat manusia. Apalagi AI dapat  mengancam keamanan digital, AI bisa melanggar keamanan jika dilatih untuk tindakan kriminal, seperti meretas atau melakukan social engineering kepada korban.

Sebagaimana kata Elon Musk Dalam acara South by Southweset (SXSW). Ia mengatakan bahwa “kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, lebih berbahaya dari pada nuklir?” Pernyataan ini dibenarkan oleh beberapa penelitian dari Amerika, yang AI atau kecerdasan buatan ini justru berpotensi untuk mengacaukan bumi sebelum 2030.

Bukan hanya itu kecerdasan buatan ini juga berbahaya jika digunakan oleh institusi militer, dengan mengandalkan AI, tentara dapat menyerang suatu pangkalan militer hanya dengan menggunakan drone yang diterbangkan, dan pastinya drone ini akan sulit dikalahkan. Kemudian dari segi politik, kecerdasan buatan mampu mengacaukan suatu negara hanya dengan menggunakan teknologi Deep fake, dan teknologi ini juga mampu menyebarkan  data palsu di suatu negara dan mengacaukan ekonomi.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana AI dapat membantu kita dalam bekerja dan bagaimana kita dapat mengembangkan kemampuan yang tidak dapat dilakukan oleh teknologi AI sehinggat kita dapat bersaing dengan AI.

Ada beberapa cara agar manusia tidak tergantikan oleh AI antara lain Meningkatkan skill, cara ini dapat kita pakai dalam bersaing dengan AI. Selalu asah hardskill dan soft skill yang manusia miliki. Pelajari keterampilan baru yang dibutuhkan di masa depan, pelajari perencanaan dan penyusunan strategi, mempelajari skill manajemen teknologi dan memanfaatkan teknologi AI dengan sebaik mungkin.

Kemudian, kita bisa Mengembangkan keterampilan yang tidak dapat diprogram oleh AI. Ada beberapa keterampilan tertentu yang sulit atau tidak mungkin diprogram oleh AI, seperti kemampuan untuk berinteraksi secara emosional, kreativitas, inisiatif, dan kepemimpinan.

Agar dapat bersaing dengan AI, tentunya kita sebagai manusia harus fokus pada keterampilan yang hanya bisa dilakukan oleh manusia, mengoptimalkan kemampuan teknologi mereka, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang terus berubah

Tag: AIArtificialartikelteknologi

Terkait Pos-pos

Artikel

Femisida: Kegagalan Negara Untuk Melindungi Perempuan

oleh lpmneraca
April 9, 2026
0

Penulis: Aurelya Christine Napitupulu Istilah feminisida atau femisida masih terdengar asing bagi sebagian orang, terutama di Indonesia. Namun, istilah ini telah...

Baca lebih lanjut

Dubai Chewy Cookie:Tren Kuliner Viral dengan Tekstur Unik dan Cerita Menarik

April 8, 2026

Nada yang Terputus: Trauma dan Pemulihan dalam Broken Strings

Maret 28, 2026

Pesona Gunung Sibayak Panorama Sunrise dan Petualangan Alam di Tanah Karo

Maret 19, 2026

Dari Media Sosial ke Lapak Takjil, Risol Matcha Jadi Tren Kuliner Ramadan

Maret 16, 2026

Makna Mendalam di Balik Lagu Kota Ini Tak Sama Tanpamu

Maret 16, 2026

Popular Posts

HMPS

Menghidupi Makna Paskah, HMPS Administrasi Bisnis Polmed Rayakan dengan Sukacita

oleh lpmneraca
April 19, 2026
0

Medan | Neraca – Jumat, 17 April 2026, telah diadakannya Perayaan Paskah Program Studi Adminstrasi Bisnis Politeknik Negeri Medan, bertempat...

Baca lebih lanjut

Menghidupi Makna Paskah, HMPS Administrasi Bisnis Polmed Rayakan dengan Sukacita

Pengurus Baru Dilantik, LPM Teropong UMSU Usung Semangat Evolusi Literasi

Bangun Fondasi Baru, HMPS TRMG Siap Melangkah Menuju Organisasi yang Lebih Solid

Femisida: Kegagalan Negara Untuk Melindungi Perempuan

Dubai Chewy Cookie:Tren Kuliner Viral dengan Tekstur Unik dan Cerita Menarik

HMPS TRET Polmed Lantik Kepengurusan Perdana Periode 2026–2027

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru