Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Artikel

Mengenal FOMO, Fenomena Takut Ketinggalan Momen

lpmneraca oleh lpmneraca
Maret 19, 2024
dalam Artikel
0 0
0
144
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Artikel oleh Cinta Theorasih Nibaho

FOMO, atau Fear of Missing Out, merupakan fenomena yang berkaitan dengan ketakutan akan kehilangan momen atau informasi yang menarik. Fenomena ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1996 oleh ahli strategi pemasaran Dr. Dan Herman, dalam penelitian yang dilakukan untuk Adam Bellouch. Dr. Herman menerbitkan makalah akademis pertama tentang topik ini pada tahun 2000 di The Journal of Brand Management. Ia menemukan bahwa fenomena ini telah berkembang pesat dan tersebar luas melalui penggunaan ponsel, SMS, dan media sosial, yang membantu menyempurnakan konsep ketakutan akan kehilangan momen secara massal.

Patrick J. McGinnis menciptakan istilah FOMO dan mempopulerkannya dalam op-ed tahun 2004 di The Harbus, majalah dari Harvard Business School. Artikel tersebut juga merujuk pada fenomena terkait lainnya, yaitu Fear of a Better Option (FOBO), serta peran seorang siswa dalam kehidupan sosial sekolah. FOMO sendiri berkembang dari fenomena “mengikuti keluarga Jones”, yang merupakan kecenderungan untuk memposting pengalaman positif daripada yang negatif. Fenomena ini diperkuat dengan kemunculan internet dan media sosial, di mana kehidupan orang lain mudah diakses dan didokumentasikan secara publik.

FOMO menimbulkan perilaku seperti keinginan untuk mengetahui kegiatan orang lain secara terus-menerus, kesulitan melepaskan diri dari telepon genggam, kecenderungan untuk berkomunikasi melalui media sosial, dan obsesi terhadap status dan postingan orang lain. Penderita FOMO juga cenderung membagikan informasi tentang setiap kegiatan yang mereka lakukan. Jika sedikit orang yang melihat informasi yang dibagikannya, mereka juga akan mengalami depresi.

Ketakutan akan kehilangan momen ini berkaitan dengan emosi, motivasi, dan perilaku penderitanya. Faktor penyebab utama adalah pembaharuan kegiatan orang lain melalui media sosial. Dampaknya termasuk rendahnya kesejahteraan psikologis, pengaruh negatif pada kesehatan mental, hubungan sosial, dan kepuasan hidup. FOMO juga menyebabkan pengalaman sosial dan emosional yang negatif, seperti kebosanan dan kesepian.

Untuk mengatasi FOMO, beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain melalui journaling, yaitu menulis diary, dan mengembangkan hobi. Dengan memfokuskan diri pada kegiatan lain selain media sosial, individu dapat mengurangi rasa takut akan kehilangan momen dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.

Penyebab FOMO tak lain adalah media sosial. Ingat nggak waktu Coldplay mengumumkan akan konser di Indonesia tahun ini? Tiketnya langsung sold out dalam hitungan menit! Meskipun banyak penggemar Coldplay, tak sedikit yang membeli tiket tersebut hanya karena FOMO alias takut ketinggalan euforia konser.

Selain Coldplay, media sosial juga menampilkan tren lain di bidang makanan, wisata, fashion, sampai gaya hidup. Masih ingat Kue Odading Mang Oleh? Sekilas tampak biasa saja, tetapi karena viral di TikTok, banyak orang yang rela antre untuk membelinya demi mengunggahnya ke media sosial.

Contoh lainnya ketika melihat postingan teman yang sedang liburan ke Bali, mungkin kamu berpikir seperti ini: “Pasti seru banget kalau aku ada di sana. Sayangnya, aku hanya bisa rebahan, bukan liburan seperti mereka.” Kamu jadi mempertanyakan kenapa hidupmu terasa membosankan, sedangkan hidup orang lain terlihat menyenangkan.

Atau misalnya, temanmu pergi ke tempat yang estetik dan membuat review di TikTok. Kamu bisa merasa, “Cuma aku yang belum kesana!” Itulah yang disebut FOMO. Takut menjadi satu-satunya orang yang ketinggalan momen dan tidak up to date.

Meskipun media sosial memberikan banyak informasi, kehadirannya bisa membuat kita kecanduan menonton hidup orang lain dan terobsesi melakukan hal yang sama. Padahal, setiap orang memiliki keadaan finansial dan gaya hidup yang berbeda.

 

Tag: fomo

Terkait Pos-pos

Artikel

Eating Disorder di Kalangan Remaja

oleh lpmneraca
Juli 21, 2026
0

Oleh: Aureyla Christine NapitupuluUsia remaja merupakan saat dimana kita, selaku manusia, mulai mengalami perubahan dalam hidup dan memulai proses pencarian...

Baca lebih lanjut

LGBTQ Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2025

Juli 18, 2026

Belajar Berdamai dengan Hal yang Tak Bisa Dikendalikan: Ulasan The Let Them Theory

Juli 11, 2026

Ketika Isi Piring Berubah: Tren Vegan yang Menggeser Gaya Hidup

Juli 9, 2026

Pulau Kalimantung: Surga Tersembunyi di Pantai Barat Sumatera Utara

Juli 8, 2026

Di Balik Kasus Dr. Icha: Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan yang Tak Boleh Diabaikan

Juli 7, 2026

Popular Posts

Kampus

PORSENI XV Resmi Ditutup, Polmed Serahkan Estafet Penyelenggaraan ke Semarang

oleh lpmneraca
Agustus 3, 2026
0

Medan | Neraca – Pekan Olahraga dan Seni Nasional (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia resmi ditutup di Politeknik Negeri Medan (Polmed),...

Baca lebih lanjut

PORSENI XV Resmi Ditutup, Polmed Serahkan Estafet Penyelenggaraan ke Semarang

Hari Ketujuh PORSENI XV Hadirkan Duel Sengit dan Gelak Tawa

Dari Panggung Monolog sampai Lapangan Hijau, Hari Keenam PORSENI XV Sajikan Drama Sesungguhnya

Tak Ada Ruang Lengah di Hari Kelima PORSENI XV

Semangat Tak Surut, Persaingan Memanas di Hari Keempat PORSENI XV

PORSENI XV Memasuki Hari Ketiga, Persaingan Kian Ketat

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru