Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Artikel

INDONESIA MENJADI SALAH SATU NEGARA DENGAN KASUS PEMBULIAN TERBANYAK

lpmneraca oleh lpmneraca
Mei 18, 2024
dalam Artikel
0 0
0

https://www.haibunda.com/moms-life/20220829194105-76-283004/5-negara-dengan-kasus-bullying-di-sekolah-paling-banyak-di-dunia-hiii-seram

1.3k
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Pembulian adalah suatu tindakan kekerasan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain secara fisik, verbal, atau psikologis dengan tujuan menyakiti, merendahkan, atau mendominasi korban. Pembulian dapat terjadi dimana saja, mulai dari sekolah, tempat kerja, hingga dalam hubungan personal.

Dalam sorotan internasional dari 78 negara, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat pembulian tertinggi ke 5 terbanyak di dunia. Berdasarkan statistik, jumlah kasus yang dilaporkan telah meningkat secara signifikan, namun masih banyak kasus yang tidak dilaporkan atau luput dari perhatian.

Menurut Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, pihaknya telah mencatat minimal 12 kasus bullying sejak Januari hingga Mei 2023. Pembulian yang dilaporkan mencakup pembulian fisik, lisan, dan psikologis. Pembulian fisik memiliki persentase tertinggi, yaitu 55,5%, diikuti oleh pembulian lisan (29,3%) dan pembulian psikologis (15,2%).

Terdapat banyak kasus pembulian yang terjadi disekolah, salah satunya dapat kita lihat pada kasus “Bullying Terhadap Siswi SMA di Tangsel”, insiden ini terjadi pada seorang pelajar perempuan yang sedang mengenakan pakaian pramuka. Korban dipukul pada bagian dada kiri, lalu didorong sampai terjatuh ke tempat sampah.

 

Kejadian pembulian yang terjadi pada siswi SMA di Tangsel, diketahui melalui dari video yang beredar di sosial media Instagram. Pelaku dari pembulian siswi SMA itu mengenakan pakaian berwarna biru dongker dan celana jeans hitam, diduga pelaku tersebut adalah alumni. Korban melaporkan kejadian pembulian ini kepada pihak berwajib, terduga pelaku hanya satu orang. Kejadian pembulian ini dikarenakan adanya salah paham.

Bukan hanya kasus dari siswi SMA di Tangsel, Salah satu faktor yang mungkin menyebabkan peningkatan kasus pembulian adalah kurangnya kesadaran akan hak asasi manusia dan keadilan gender. Budaya patriarki yang masih kuat di beberapa wilayah Indonesia dapat memperkuat norma-norma yang mendukung tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

 

Pendidikan adalah salah satu cara paling efektif untuk menangani pembulian. Diperlukan program pendidikan yang mengedepankan kesetaraan, toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman. Guru dan orang tua harus berperan aktif dalam mendidik anak tentang pentingnya menghargai dan melindungi sesama manusia. Sekolah juga harus menjadi lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua siswa, bebas dari kekerasan dan intimidasi..

Selain pendidikan, penegak hukum yang tegas terhadap pelaku pembulian sangat penting dilakukan untuk menciptakan efek jera dan mencegah meluasnya kekerasan. Sistem hukum harus memastikan bahwa korban menerima keadilan dan pelaku kejahatan dihukum sesuai dengan hukum yang ada. Oleh karena itu, upaya harus dilakukan untuk memperkuat sistem dukungan bagi korban perundungan, termasuk akses terhadap layanan kesehatan mental. Tidak hanya penegak hukum saja yang bertanggung jawab, permasalahan pembulian juga memerlukan peran aktif seluruh masyarakat. Menciptakan lingkungan yang aman dan tentram bagi semua memerlukan solidaritas sosial dan empati bagi para korban pembulian. Setiap orang mempunyai peran dalam mencegah dan mengatasi kekerasan, baik dengan memberikan dukungan kepada korban maupun melaporkan tindakan kekerasan yang mereka saksikan atau alami. (WPL)

Referensi

https://www.cnbcindonesia.com/news/20240302132214-4-519117/heboh-kasusbullying-jokowi-sampai-buka-suara

https://www.beritasatu.com/bplus/1070952/indonesia-darurat-bullying

https://www.trans7.co.id/seven-updates/miris-indonesia-jadi-negara-peringkat-5-kasus-bully-terbanyak-di-dunia

Tag: BullyingindonesiaPembulianPerundunganTingkat Pembulian Indonesia

Terkait Pos-pos

Artikel

Fenomena Akun Kampus Cantik dan Ganteng Mengungkap Privasi dan Etika Media Sosial

oleh lpmneraca
Desember 30, 2025
0

Artikel ini ditulis oleh: Euodia EvelynAkun media sosial yang menampilkan foto-foto mahasiswa berpenampilan menarik telah menjadi tren besar di dunia...

Baca lebih lanjut

SRE Polmed Bersama SRE Indonesia dan DesaBumi Hadirkan PLTS dan Akses Internet bagi Warga Tapanuli Tengah

Desember 28, 2025

AIESEC in USU Gelar Impact Circle 10.0: Cetak Generasi Muda Peduli Lingkungan Lewat Edukasi Waste Management

Desember 25, 2025

Medan Dilanda Banjir Besar, Ribuan Warga Terdampak

November 28, 2025

Open Table Jamu, Tren Baru Gen Z yang Menghidupkan Budaya Lokal

November 24, 2025

Sukses Digelar! Clapham Conference 2025 Dapat Menjadi Tolak Ukur Baru Untuk Industri Kreatif Dan F&B Medan

November 23, 2025

Popular Posts

Uncategorized

Sidang Konferensi Mahasiswa II: Pemaparan LPJ BEM 2024/2025 serta Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa 2025/2026”

oleh lpmneraca
Februari 8, 2026
0

Medan | Neraca — Sidang Konferensi Mahasiswa II Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Medan digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat...

Baca lebih lanjut

Sidang Konferensi Mahasiswa II: Pemaparan LPJ BEM 2024/2025 serta Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa 2025/2026”

Calon Ketua dan Wakil Ketua HMPS Teknik Komputer Politeknik Negeri Medan 2026/2027 Paparkan Visi dan Misi

LPM Neraca Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2025/2026

PELANTIKAN PENGURUS HMPS MANAJEMEN INFORMATIKA PERIODE 2025/2026

HMPS ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI MEDAN GELAR RAPAT LPJ 2025/2026

HMPS Akuntansi Politeknik Negeri Medan Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban Periode 2025–2026

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru