Konflik Global Picu Kenaikan BBM dan Dorong Wacana WFH
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran tidak hanya berdampak pada stabilitas global, tetapi juga...
Baca lebih lanjutMedan | Neraca — Unit Kegiatan Mahasiswa – Lembaga Pers Mahasiswa (UKM-LPM) Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang digelar di Aula Mesjid Taqwa Setia Budi pada Sabtu, 18 Mei 2024, kemarin.
Dalam acara yang bertajuk “Meningkatkan Kompetensi dan Kapabilitas Pers yang Kreatif, Berdaya Saing dan Unggul di Era Revolusi Industri 5.0”, hadir tiga pemateri yang menginspirasi, yakni Muhammad Dinal Apriansyah, Bahri S.Sos, M.I. Kom, dan Sutanta Aditya.
Muhammad Dinal Apriansyah, atau yang akrab disapa Abangda Dinal, seorang Reporter DAAI TV, memberikan paparan mengenai Live Report. Dalam paparannya, Abangda Dinal membagikan tahapan-tahapan menyusun materi live report, cara penyampaian yang efektif, serta langkah-langkah memproduksi program live report.
Sementara itu, Bahri S.Sos, seorang produser dari Kompas TV Medan, membahas tentang Video Jurnalis (VJ). Dalam penjelasannya, Bahri menggarisbawahi bahwa seorang VJ harus memiliki keterampilan multipel, termasuk kemampuan menjadi kameramen, melaksanakan live report, live on tape, dan keahlian dalam editing.
Pemateri terakhir, Sutanta Aditya, seorang anggota Persatuan Foto Indonesia (PFI) Sumatera Utara, turut menyemarakkan acara dengan paparannya tentang foto jurnalistik. Dengan pengalaman sebagai jurnalis foto independen, Sutanta berbagi tentang teknik dan keterampilan yang diperlukan dalam menghasilkan foto jurnalistik yang berkualitas.
Melalui PJTD ini, UKM-LPM Teropong UMSU berharap dapat mendorong perkembangan pers yang memiliki daya saing tinggi dan tetap unggul di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat. Diharapkan, para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat untuk terus berkontribusi dalam dunia jurnalistik yang dinamis dan berkembang. (LT)
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran tidak hanya berdampak pada stabilitas global, tetapi juga...
Baca lebih lanjutPenulis: Aurelya Christine Napitupulu Istilah feminisida atau femisida masih terdengar asing bagi sebagian orang, terutama di Indonesia. Namun, istilah ini telah...
Baca lebih lanjut