Medan | Neraca — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Neraca Politeknik Negeri Medan (Polmed) kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) pada Sabtu, 6 Desember 2025. Mengusung tema “Mengimbang Fakta, Menyingkap Cerita”, kegiatan yang berlangsung di Asrama Haji Gedung Hj. Anif ini dimulai pukul 09.00 WIB dan berjalan hingga selesai dengan penuh antusiasme.
Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai LPM di Sumatera Utara serta Universitas sekitar wilayah Sumatera Utara. Kegiatan tersebut bertujuan membekali peserta dengan keterampilan dasar jurnalistik, mulai dari teknik peliputan, peran reporter yang profesional, hingga penulisan berita yang sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik.
Terdapat dua pemateri yang diundang dalam kegiatan ini. Pemateri pertama, Anugrah Rija Nasution, Koordinator Advokasi AJI Medan sekaligus jurnalis, membawakan materi tentang peran jurnalis yang berani tampil dalam berbagai situasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga etika dan kredibilitas pers mahasiswa di era digital, terutama di tengah maraknya penyebaran hoaks di media sosial. “Jurnalis harus berani menyampaikan kebenaran karena dunia pers bersifat independen dan berpihak pada fakta,” ungkapnya.
Sementara itu, pemateri kedua, Dr. Sunarto, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Ketua DPW Perhimpunan Media Massa Nusantara Sumatera Utara, memberikan materi mengenai tata cara dan etika menjadi seorang reporter. Ia menekankan bahwa seorang reporter harus profesional, berani, tidak menerima imbalan, serta terus meningkatkan kemampuan melalui membaca, latihan, dan bersikap terbuka.
Agar kegiatan berlangsung tertib, panitia menetapkan beberapa peraturan, antara lain peserta wajib memasuki ruangan, menjaga kondusivitas acara, mengenakan pakaian yang sopan, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Peserta juga diwajibkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Polmed sebagai bentuk penghormatan sebelum acara dimulai.
Dalam wawancara, ketua panitia menjelaskan alasan pemilihan pemateri. Menurutnya, pemateri pertama dipilih karena berprofesi sebagai jurnalis aktif di Medan, sedangkan pemateri kedua merupakan reporter berpengalaman yang telah lama berkecimpung dalam berbagai acara. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. “Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada kendala berarti. Kami sudah terbiasa menangani acara yang lebih besar,” ujarnya. Ia berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini.
Dengan semangat kebersamaan dan antusiasme para peserta, PJTD LPM Neraca 2025 berhasil menjadi momentum penting bagi penguatan kompetensi pers mahasiswa. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir jurnalis muda yang tidak hanya cakap dalam teknik peliputan, tetapi juga mampu menjunjung tinggi integritas dan keberanian