Medan | Neraca Forum Mahasiswa Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (Formadiksi KIP Kuliah) sukses menggelar kegiatan Keumin (Keuangan dan Administrasi) pada Tanggal 9 Desember 2025 dengan mengangkat tema strategis: “Upgrade Skill Administrasi, Manajemen KIP, dan Kearsipan Surat Digital.”
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama memberikan pembekalan mendalam kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah terkait keterampilan penting yang relevan di era digital, baik untuk kebutuhan akademik maupun dunia kerja.
Ketua Umum Formadiksi KIP Kuliah periode 2025-2026, Partogi Emanuel Sianbing, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini didasari oleh kebutuhan mendesak bagi mahasiswa KIP untuk memiliki literasi keuangan dan administrasi yang kuat.
“Alasannya itu memilih tema ‘Upgrade Skill Administrasi, Manajemen KIP, dan Kearsipan Surat Digital’ karena kami selaku pengurus juga ingin mengajarkan kepada teman-teman mahasiswa KIP agar tahu bagaimana memanage uang KIP, serta bagaimana tata cara untuk kearsipan surat-surat,” ujar Partogi. Ia menambahkan bahwa keterampilan kearsipan digital sangat penting dan diperlukan di dunia kerja maupun di kampus.
Partogi menegaskan bahwa tujuan utama yang ingin dicapai Formadiksi melalui acara ini adalah memastikan seluruh anak-anak KIP mampu mengontrol uang, dan bukan dikontrol oleh uang.
“Tujuan utama yang ingin kami capai, kami ingin seluruh anak-anak KIP tahu bagaimana cara memanage uang, bagaimana cara mengontrol uang. Jangan sampai anak KIP itu dikontrol oleh uang,” jelasnya.
Menurutnya, jika mahasiswa dikontrol oleh uang, mereka cenderung mengikuti gengsi dan membeli hal yang tidak penting, yang pada akhirnya dapat menghambat studi. Sebaliknya, kemampuan mengontrol uang akan membuat mereka tahu prioritas pengeluaran untuk kebutuhan pokok dan akademik.
Dalam proses persiapan, Partogi mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi panitia adalah masalah pencarian dana.
“Tantangannya sih di saat pencarian dana, yang kita tahu sendiri ekonomi Indonesia pun lagi kurang baik, ya. Untuk aksi dana pun agak minim, nih,” ungkapnya.
Untuk mengatasi minimnya minat donasi, tim Formadiksi harus memutar otak dan melakukan berbagai inovasi. Partogi mengungkapkan adanya inisiatif dari panitia untuk berjualan, bahkan hingga menjual pulsa secara mandiri, demi mengumpulkan dana kegiatan.
Di akhir wawancara, Partogi menyampaikan harapannya sebagai ketua umum, mewakili seluruh panitia.
“Harapan saya, buat teman-teman yang sudah hadir di acara Keumin, saya berharap dari materi-materi yang diberikan dapat diimplementasikan ke teman-teman semua, agar bisa memanage keuangannya lagi dan bisa dalam memahami kearsipan-kearsipan surat-surat,” tutupnya.
Formadiksi berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kemampuan administratif dan manajemen keuangan b