Medan | Neraca — Sidang Konferensi Mahasiswa II Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Medan digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Medan. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menjadi forum tertinggi mahasiswa untuk penyampaian dan penilaian Laporan Pertanggungjawaban Badan Eksekutif Mahasiswa periode 2024/2025 sekaligus pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa periode 2025/2026.
Sidang Konferensi Mahasiswa II dihadiri oleh unsur Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi, Unit Kegiatan Mahasiswa, serta keluarga mahasiswa Politeknik Negeri Medan. Agenda utama sidang meliputi pemaparan laporan pertanggungjawaban program kerja BEM periode 2024/2025, pembahasan kinerja kementerian, serta pengambilan keputusan organisasi.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Polmed, dan Mars Mahasiswa. Selanjutnya, forum mengajukan dan menetapkan presidium sidang yang memimpin jalannya persidangan, kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi dan pemaparan laporan pertanggungjawaban BEM.
Dalam pemaparan laporan pertanggungjawaban, BEM Polmed Kabinet Maju Bersama menyampaikan capaian serta kendala pelaksanaan program kerja dari masing-masing kementerian. Kementerian Dalam Negeri melalui program Polmed Organization of The Year (POFTY) 2025 melaporkan kegiatan yang terlaksana dengan menghasilkan tujuh pemenang dari tiga kategori nominasi, meskipun mengalami kendala dalam proses pengumpulan berkas penilaian.
Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa melalui Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melaporkan pelaksanaan Lomba Karya Tulis Ilmiah Politeknik Nasional (LKTI POLNAS) yang diikuti oleh puluhan tim dari berbagai politeknik di Indonesia. Kegiatan ini memiliki jangkauan nasional dan memberikan dampak positif, meskipun pada tahap awal pelaksanaan menghadapi kendala promosi dan kerja sama industri. Kerja sama dengan PT INALUM menjadi salah satu poin yang tercantum dalam laporan kegiatan.
Sementara itu, Kementerian Seni dan Olahraga melaporkan pelaksanaan Festival Olahraga dan Seni Mahasiswa (FESTARA) yang menyelenggarakan 12 cabang perlombaan. Dalam laporan pertanggungjawaban disebutkan adanya sejumlah kendala selama pelaksanaan, seperti kericuhan pertandingan, kurangnya pemahaman peserta terhadap buku panduan, serta koordinasi pengamanan kegiatan.
Kementerian Luar Negeri dan Hubungan Luar Kampus melaporkan dua program kerja, yakni Link Industry 2025 dan Polmed Mengabdi (PADI). Kedua program dinyatakan terlaksana, dengan catatan adanya kendala teknis berupa keterbatasan media informasi, perubahan lokasi kegiatan, serta keterbatasan pendanaan sebagaimana tercantum dalam laporan tertulis.
Kementerian Media dan Transformasi Digital melalui program Go Digital melaporkan upaya peningkatan akses informasi kegiatan kemahasiswaan. Dalam dokumen LPJ BEM tercantum saran agar platform digital tersebut dimaksimalkan sebagai pusat informasi peminjaman fasilitas kampus, meskipun pengembangannya masih menghadapi kendala pada proses persetujuan fasilitas dan manajemen waktu.
Kementerian Pergerakan dan Pemberdayaan Perempuan melaporkan pelaksanaan program LADIES yang dinyatakan terlaksana. Dalam forum sidang, disampaikan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa belum optimal.
Forum sidang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang membahas pelaksanaan program kerja, transparansi anggaran, kedisiplinan panitia, keterlibatan Unit Kegiatan Mahasiswa, serta efektivitas kinerja BEM. Menanggapi hal tersebut, pihak BEM menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya sejumlah kekurangan sebagai bahan evaluasi organisasi.
Berdasarkan hasil penilaian kinerja yang dibacakan dalam sidang, Kementerian Dalam Negeri memperoleh nilai tertinggi dengan kategori sangat baik. Sementara itu, sejumlah kementerian dan departemen dinyatakan tidak melaksanakan program kerja karena program tersebut ditolak pada tahap justifikasi. Sidang juga menyepakati keputusan terkait kepengurusan BEM selanjutnya, yakni penerbitan surat keputusan kepengurusan per kabinet.
Sidang Konferensi Mahasiswa II ditutup dengan pengucapan sumpah jabatan serta pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Medan periode 2025/2026. Ahmad Arya Attalah resmi dilantik sebagai Presiden Mahasiswa bersama Amru Disyacitta Siswanto sebagai Wakil Presiden Mahasiswa terpilih.
Dalam keterangannya, Presiden Mahasiswa periode 2024/2025 Syuara Putri Buana menyampaikan bahwa kepengurusannya masih memiliki keterbatasan dan berharap kepemimpinan selanjutnya dapat memperbaiki kekurangan yang ada. Sementara itu, Presiden Mahasiswa terpilih Ahmad Arya Attalah menyatakan komitmennya untuk memperbaiki citra BEM, meningkatkan transparansi, serta membangun kembali kepercayaan dan sinergi dengan keluarga mahasiswa Politeknik Negeri Medan.
Sidang Konferensi Mahasiswa II menjadi momentum evaluasi sekaligus transisi kepemimpinan BEM Polmed dengan harapan terciptanya tata kelola organisasi mahasiswa yang lebih baik, transparan, dan berdampak bagi seluruh keluarga mahasiswa. (EBN)