Medan | Neraca – Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Medan (KEMA Polmed) melaksanakan kegiatan KEMA Berbagi sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026, di kawasan Jalan Sisimangaraja, tepatnya di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, dan ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan. Aksi berbagi ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KEMA Polmed membuka donasi yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp3.178.000 per 13 Maret 2026. Dana tersebut kemudian disalurkan dalam bentuk paket makanan berupa ayam penyet dan air mineral kepada masyarakat seperti pengemis, tukang becak, pengemudi ojek, sopir angkutan umum, serta warga lainnya di sekitar lokasi kegiatan. Proses pembagian dilakukan di dua titik berbeda agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak penerima.
Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan Polmed, di antaranya DPM Polmed, BEM Polmed, LPM Neraca, serta sejumlah Himpunan Mahasiswa Program Studi dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Kolaborasi lintas organisasi ini menjadi upaya untuk mempererat kebersamaan antaranggota KEMA Polmed sekaligus memperkuat solidaritas dalam kegiatan sosial.
Ketua Umum DPM Polmed, Zulfarna Tamba, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk merangkul seluruh organisasi mahasiswa agar dapat bergerak bersama. Menurutnya, kegiatan berbagi ini juga menjadi ruang bagi organisasi untuk belajar dan terlibat langsung dalam aksi sosial. “Tujuan utamanya adalah untuk merangkul seluruh KEMA Polmed agar bisa bergerak bersama dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan konsolidasi bersama seluruh organisasi mahasiswa untuk menyepakati pelaksanaan program. Kerja sama antarorganisasi menjadi faktor penting sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, komunikasi yang terjalin menjadi kunci dalam menyatukan berbagai pihak yang terlibat.
Meski demikian, dalam proses persiapan sempat terjadi kendala, terutama terkait komunikasi antarorganisasi. Ia mengungkapkan bahwa pada tahap awal jumlah donasi yang terkumpul masih minim. Namun setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi, solusi dapat ditemukan sehingga kegiatan akhirnya berjalan lancar. “Kendala terbesar ada pada miskomunikasi, namun setelah dibahas bersama, kegiatan tetap bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa KEMA Berbagi bukan merupakan program kerja resmi DPM, melainkan inisiatif bersama yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Kegiatan ini terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. Inisiatif ini juga menjadi wadah kolaborasi antarorganisasi di lingkungan kampus.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan persiapan yang lebih matang dan jangkauan yang lebih luas. Selain itu, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Jangan pernah bosan untuk berbagi. Sekecil apa pun yang kita berikan tetap berarti bagi mereka yang membutuhkan,” tutupnya.
Setelah kegiatan selesai, seluruh perwakilan organisasi yang berpartisipasi melaksanakan sesi dokumentasi bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan antarorganisasi. Momen ini juga menjadi penutup rangkaian kegiatan sebelum seluruh pihak kembali ke aktivitas masing-masing. (EBN)