Medan | Neraca – Sabtu, 14 Februari 2026 telah dilaksanakan rapat yang membahas tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Himpunan Program Studi (HMPS) Teknik Komputer. Acara ini diselenggarakan secara langsung di Gedung N lantai 2, tepatnya di ruang N210, Politeknik Negeri Medan, mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Rapat ini dihadiri oleh Ketua HMPS, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, perwakilan divisi, serta perwakilan BEM, DPM, dan LPM Neraca.
Rapat ini digelar sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada pihak kampus dan lembaga kemahasiswaan lainnya. Acara dimulai dengan pembacaan doa, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Mahasiswa, dan Mars Politeknik Negeri Medan. Setelah itu, dilanjutkan dengan kata Sambutan Ketua HMPS Teknik Kompute, kemudian pemaparan dari setiap Kepala Divisi mengenai program kerja yang telah dilaksanakan selama satu periode.
Kinerja kepengurusan HMPS periode 2024–2025 dinilai telah berjalan cukup baik, meskipun terdapat beberapa kendala, khususnya terkait pengelolaan anggaran dan komunikasi internal. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Akbar Muharni, Ketua HMPS periode tersebut. Menurut Akbar, indikator utama dapat dilihat dari proyek-proyek yang berhasil direalisasikan. Berdasarkan hasil LPJ, cukup banyak program kerja yang telah terlaksana sesuai rencana. “Kalau dari proyek-proyek yang sudah dilaksanakan, menurut saya HMPS di periode ini cukup baik,” ujarnya.
Salah satu program yang paling berkesan selama masa kepengurusannya adalah kegiatan outbond. Ia menilai kegiatan tersebut berhasil membangun suasana kekeluargaan yang kuat antaranggota, khususnya dari angkatan 2023, 2024, dan 2025. Meskipun kegiatan ini diprioritaskan untuk mahasiswa baru, panitia tetap melibatkan anggota dari angkatan lain agar tercipta kebersamaan dan kolaborasi lintas angkatan. “Di Outbond itu terasa sekali kekeluargaannya, karena semua bisa saling berbaur,” tambahnya. Terkait keberlanjutan kegiatan serupa di tahun mendatang, Akbar menyatakan bahwa hal tersebut bergantung pada kebijakan dan inovasi kepengurusan berikutnya.
Namun demikian, ia mengakui adanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran pada beberapa kegiatan. Beberapa proyek membutuhkan dana lebih besar dari yang telah ditetapkan sebelumnya. Kondisi ini mengharuskan panitia menyesuaikan dengan mengambil atau menangguhkan sebagian anggaran dari kas himpunan. “Kadang anggaran yang sudah ditetapkan ternyata kurang saat pelaksanaan proyek, jadi kami mengutip atau menangguhkan dari anggaran himpunan,” jelasnya.
Menurut Akbar, persoalan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi kepengurusan selanjutnya agar lebih cermat dalam menyusun perencanaan anggaran serta memperkuat koordinasi internal. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dalam meningkatkan kinerja tim. Menurutnya, komunikasi yang baik antara ketua dan anggota merupakan kunci efektivitas organisasi. Ia mengakui bahwa selama periode kepengurusannya, komunikasi belum berjalan optimal sehingga berdampak pada performa tim. “Komunikasi itu nomor satu. Mungkin di periode saya komunikasi masih kurang, sehingga kinerjanya juga agak kurang,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, forum LPJ yang dilaksanakan di Gedung N Politeknik Negeri Medan menjadi momentum evaluasi bersama atas kinerja HMPS periode 2024–2025. Evaluasi ini menunjukkan bahwa organisasi telah menjalankan berbagai program kerja dengan cukup baik, namun tetap memerlukan perbaikan dalam perencanaan anggaran dan komunikasi internal agar kinerja ke depan lebih optimal, transparan, dan profesional. (AS/WAF)