Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda HMPS

HMPS MICE Polmed Gelar Talk Show Film Antara Mama, Cinta, dan Surga

lpmneraca oleh lpmneraca
Maret 5, 2026
dalam HMPS
0 0
0
20
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Medan | Neraca – Rabu, 4 Maret 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (HMPS MICE) Politeknik Negeri Medan menggelar talk show film Antara Mama, Cinta, dan Surga yang disutradarai oleh Agustinus Sitorus dan diproduksi oleh PIM Pictures. Kegiatan ini menghadirkan tiga pemeran film tersebut, yakni Aldy Maldini Siregar sebagai Bernard, Anneth Delliecia sebagai Anindita, dan Nova Situmeang sebagai Tio Minar.

Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak awal acara, para peserta aktif menyimak pemaparan narasumber mengenai proses produksi film, tantangan selama syuting, hingga pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton. Talk show tersebut menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus ajang edukasi mengenai proses kreatif di balik produksi film Indonesia.

Pendalaman Karakter dan Cerita yang Relate

Nova Situmeang mengungkapkan bahwa karakter yang ia perankan memiliki kemiripan dengan pengalaman pribadinya. “Kalau dibilang relate, mungkin 50–50, terutama soal berpacaran sedikit,” ujar Nova. Ia menjelaskan bahwa tokohnya digambarkan sebagai sosok yang setia, meskipun cintanya kerap ditolak oleh Bernard.

Sementara itu, Aldy Maldini Siregar mengaku cukup terkejut dengan salah satu adegan yang mengharuskannya menangis. “Jujur aku sempat kaget karena dapat scene menangis. Selama ini aku belum pernah bermain film yang sampai harus menangis,” ujar Aldy. Ia menambahkan bahwa dirinya berusaha keras mendalami karakter Bernard dan mempelajari teknik agar tangisannya terlihat alami. “Aku belajar trik supaya tangisannya tetap natural dan penonton bisa mendapatkan feel film tersebut,” sambungnya.

Anneth Delliecia juga membagikan pengalamannya selama proses syuting. “Di film ini lengkap banget, ada lucu, tegang, dan sedih. Terutama saat bagian Aldy menangis,” ujar Anneth. Ia mengaku ikut terbawa suasana saat melihat adegan tersebut. “Waktu melihat Aldy menangis, aku refleks ikut menangis juga karena sudah terlalu mendalami peran dan merasa ceritanya sangat relate,” tuturnya.

Lokasi Syuting di Danau Toba

Salah satu topik yang menarik perhatian dalam talk show adalah lokasi syuting di Danau Toba, terutama karena banyak peserta yang merupakan mahasiswa perantauan. Salah satu lokasi pengambilan gambar dilakukan di kawasan Danau Toba. Lokasi tersebut dipilih bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga sebagai bentuk promosi destinasi wisata.

“Kenapa pilih Toba? Karena indah banget dan kita juga ingin memperkenalkan Danau Toba kepada masyarakat yang mungkin belum mengetahuinya,” ujar para pemeran.

Ketiganya sepakat bahwa Muara menjadi tempat favorit selama proses syuting. Selain memiliki udara yang sejuk dan berada dekat dengan Danau Toba, lokasinya juga tidak jauh dari kawasan Siborongborong. “Muara itu sejuk banget, view-nya langsung ke danau. Jadi setiap bangun pagi rasanya segar,” kata Anneth.

 

Adegan Menantang dan Momen Tak Terlupakan

Aldy menyebut salah satu adegan paling berkesan adalah saat ia harus melompat dari tebing. “Itu pengalaman luar biasa. Tapi semuanya sudah safety, jadi aman,” ujarnya. Ia kembali menegaskan bahwa adegan menangis menjadi tantangan tersulit baginya. “Scene menangis itu yang paling berat, tetapi akhirnya bisa aku lewati,” tambahnya.

Di sisi lain, Nova membagikan pengalaman unik saat harus menjalani adegan mengemudi, padahal ia tidak bisa membawa mobil. “Aku enggak bisa bawa mobil, tapi ada satu scene disuruh menyetir,” ujarnya sambil tertawa.

“Pengambilan gambar dilakukan dari depan untuk menampilkan ekspresinya, sementara di kursi belakang terdapat kru yang memegang setir dan pedal gas. Itu lucu banget posisinya. Aku susah menahan tawa, sampai harus beberapa kali take baru dapat feel-nya,” katanya.

Anneth dan Aldy juga menceritakan pengalaman melelahkan saat harus langsung terbang ke Jakarta setelah menyelesaikan adegan di Danau Toba.

“Habis syuting malam di Toba, kita langsung flight ke Jakarta untuk scene naik vespa keliling Jakarta Selatan jam setengah lima pagi, ditambah harus adegan romantis,” kata Aldy. Mereka mengaku belum sempat tidur karena jadwal yang sangat padat.

Antusiasme Mahasiswa

Dalam sesi tanya jawab, Lily, mahasiswa MICE 2A, menanyakan, “Apakah ada culture shock selama syuting di Danau Toba yang sangat berbeda dengan Kota Jakarta?”

Menanggapi hal tersebut, ketiga pemeran kompak menjawab bahwa perbedaan paling terasa ada pada kondisi lalu lintas. “Culture shock-nya mungkin di jalan. Beda banget dengan Jakarta,” ujar Aldy. Anneth menambahkan, “Ini benar-benar berbeda dari Jakarta yang padat.”

Talk show tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusiasme dari mahasiswa. Selain berbagi pengalaman produksi, para pemain juga mengajak generasi muda untuk terus mendukung karya film Indonesia sekaligus mengenal potensi wisata dalam negeri melalui layar lebar.

Harapan Akan Sekuel Film

Sebagai penutup, ketiga pemeran menyampaikan harapan yang sama terhadap kelanjutan kisah film ini. Mereka menilai akhir cerita yang masih menggantung membuka peluang untuk babak baru.

“Kita semua juga berharap ada film kedua, karena ending-nya memang masih menggantung,” ujar Aldy Maldini Siregar.

Anneth Delliecia menambahkan bahwa masih banyak ruang pengembangan cerita yang dapat dieksplorasi. “Masih banyak hal yang bisa diceritakan lagi karena akhir film terasa seperti menggantung. Jadi semoga ada lanjutannya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Nova Situmeang berharap antusiasme penonton dapat menjadi dorongan lahirnya sekuel. “Kalau respons penonton bagus, mudah-mudahan bisa lanjut ke film berikutnya,” ujarnya.

Dengan harapan tersebut, talk show ditutup dalam suasana hangat dan penuh semangat, meninggalkan rasa penasaran sekaligus optimisme akan kelanjutan kisah Antara Mama, Cinta, dan Surga di layar lebar. (SSS)

Tag: filmhmpsMICEtalk show

Terkait Pos-pos

HMPS

UKMI Sukses Gelar Buka Puasa Bersama yang Diisi Tausiyah Inspiratif

oleh lpmneraca
Maret 11, 2026
0

Medan | Neraca – Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Politeknik Negeri Medan (Polmed) menggelar kegiatan Ifthor Jama’i Akbar (Ijabar) yang...

Baca lebih lanjut

Susun Program dan Perluas Kolaborasi, HMPS MI Polmed Gelar Musyawarah Kerja 2025/2026

Maret 5, 2026

Dua Paslon Adu Gagasan dalam Debat Ketua HMPS Teknik Telekomunikasi Polmed 2026/2027

Maret 5, 2026

Pelantikan Pengurus HMPS Akuntansi Polmed Tandai Awal Kepengurusan 2026–2027

Maret 2, 2026

Mahasiswa Akuntansi Keuangan Publik Perkuat Spiritual Melalui Peringatan Isra’ Mi’raj dan Sambut Ramadhan 1447 H

Februari 21, 2026

HMPS Teknik Komputer Gelar Rapat LPJ untuk Evaluasi Program Kerja

Februari 16, 2026

Popular Posts

HMPS

UKMI Sukses Gelar Buka Puasa Bersama yang Diisi Tausiyah Inspiratif

oleh lpmneraca
Maret 11, 2026
0

Medan | Neraca – Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Politeknik Negeri Medan (Polmed) menggelar kegiatan Ifthor Jama’i Akbar (Ijabar) yang...

Baca lebih lanjut

UKMI Sukses Gelar Buka Puasa Bersama yang Diisi Tausiyah Inspiratif

Pengurus Baru BEM Polmed Dilantik, Siap Wujudkan Perubahan Nyata

HMPS MICE Polmed Gelar Talk Show Film Antara Mama, Cinta, dan Surga

Susun Program dan Perluas Kolaborasi, HMPS MI Polmed Gelar Musyawarah Kerja 2025/2026

Dua Paslon Adu Gagasan dalam Debat Ketua HMPS Teknik Telekomunikasi Polmed 2026/2027

Tips & Trick Agar Kuat Menjalani Puasa Seharian

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru