Medan | Neraca – Politeknik Negeri Medan (Polmed) menggelar Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (6/10/2026). Pelaksanaan wisuda berlangsung selama dua hari dengan dua sesi setiap harinya.
Pada sesi pertama, prosesi wisuda dihadiri lulusan dari Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Akuntansi Keuangan Publik (AKP), Keuangan dan Perbankan Syariah, Akuntansi, Teknologi Komputer dan Elektronika (TKE), Manajemen Informatika (MI), serta Teknik Komputer. Sementara itu, sesi kedua diikuti lulusan dari Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL), Teknologi Rekayasa Pengelasan dan Fabrikasi (TRPF), Teknik Mesin, Teknik Listrik, serta Keuangan dan Perbankan.
Acara diawali dengan prosesi masuknya jajaran pimpinan dan anggota Senat Polmed ke ruang sidang, dilanjutkan dengan pembukaan Sidang Senat Terbuka Wisuda Polmed 2025/2026, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa.
Direktur Polmed, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., dalam sambutannya menyebut wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda perjalanan panjang yang telah dilalui para lulusan. Ia juga menyoroti peran orang tua dan keluarga yang turut mendukung perjuangan mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
Pada Wisuda Polmed ke-41, sebanyak 2.271 wisudawan dan wisudawati dilantik, terdiri atas delapan lulusan magister terapan, 734 sarjana terapan, dan 1.523 diploma. Dari jumlah tersebut, 812 lulusan meraih predikat cumlaude, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga 2026, jumlah alumni Polmed tercatat mencapai 48.102 orang.
Pada sesi kedua, lulusan dengan IPK tertinggi pada jenjang sarjana terapan diraih Petrus Hasilolan Simanjuntak, S.Tr.T., dari Program Studi TRIL dengan IPK 3,92. Sementara pada jenjang diploma tiga, Klara Apriani Tobing, A.Md.M., dari Program Studi Keuangan dan Perbankan meraih IPK 3,91.
Idham mengingatkan para lulusan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjuangan. Setelah meninggalkan lingkungan kampus, para lulusan akan menghadapi kehidupan yang tidak selalu memberikan petunjuk yang jelas. Karena itu, ia berpesan agar lulusan membawa lebih dari sekadar ijazah, yakni kemampuan berpikir, keterampilan bekerja, keberanian mengambil keputusan, kesabaran, serta integritas.
Ia juga mengingatkan lulusan untuk tidak mengukur masa depan hanya berdasarkan keadaan pada hari wisuda. Setiap orang memiliki waktu dan perjalanan yang berbeda. Lebih dari sekadar mencapai keberhasilan, ia berharap para alumni Polmed dapat menjadi pribadi yang kompeten, berintegritas, inovatif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value,” ujar Idham, mengutip perkataan Albert Einstein. Pesan tersebut menjadi penekanan agar para lulusan tidak hanya mengejar keberhasilan, tetapi juga berupaya menjadi pribadi yang memiliki nilai dan memberi manfaat bagi orang lain.
Setelah sambutan, prosesi dilanjutkan dengan pengukuhan serta penyerahan ijazah kepada para lulusan. Pembagian ijazah berlangsung secara bergantian kepada masing-masing program studi.
Di sela-sela prosesi tersebut, suasana wisuda turut diisi dengan penampilan hiburan dari Oldskull Band serta penyanyi dari alumni Indonesian Idol Rimar Calista, Rachel, dan Ozi.
Suasana kemudian berubah haru ketika orang tua menerima ijazah mewakili Albert Sidabutar, lulusan Teknik Mesin yang wafat pada 16 Agustus 2026. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang menyentuh dalam prosesi wisuda. Sebagai bentuk penghormatan, Oldskull Band dan Polmed turut memberikan nyanyian penghormatan bagi almarhum.
Bagi para wisudawan, momen tersebut juga menjadi penanda dari perjalanan panjang yang telah mereka lalui selama menempuh pendidikan. Salah satu wisudawan, Sarah Liona Simanjuntak, lulusan Akuntansi, mengaku belum sepenuhnya merasa tenang setelah menyelesaikan pendidikan karena masih akan melanjutkan program alih jenjang.
Selama berkuliah, tantangan terbesar bagi Sarah adalah membagi waktu antara akademik, kegiatan lomba seperti olimpiade akuntansi, dan kehidupan sehari-hari. Baginya, salah satu hal yang paling berkesan selama menjadi mahasiswa adalah “kafe Polmed” karena kebiasaannya menikmati kopi.
Ia juga mengenang pencapaian bersama Nadia Cantika dan teman-teman sekelasnya yang berhasil meraih juara pertama dalam olimpiade akuntansi.
Sarah memaknai wisuda sebagai sebuah perayaan setelah melewati berbagai proses panjang, terutama saat menyelesaikan tugas akhir dan sidang yang menguras waktu, tenaga, serta pikiran. Setelah lulus, Sarah menargetkan untuk mencari pekerjaan.
Kepada mahasiswa Polmed, Sarah berpesan agar menikmati masa perkuliahan selagi masih memiliki kesempatan. Menurutnya, kehidupan setelah lulus akan menghadirkan tekanan dan tantangan yang berbeda. Ia menyebut kedua orang tuanya sebagai sosok yang paling berperan karena selalu menjadi tempat bercerita dan memberikan dukungan.
Sementara itu, Zulfarna Tamba, lulusan Teknik Mesin, mengaku senang dan terkesan setelah menyelesaikan perjalanan perkuliahannya hingga wisuda. Namun, kebahagiaan tersebut juga bercampur dengan kesedihan karena harus berpisah dengan teman-teman yang selama ini menjalani masa perkuliahan bersama.
Selama berkuliah, Zulfarna menganggap kegiatan organisasi dan pertemanan sebagai bagian yang paling berkesan. Ia juga menyebut kemampuan menyesuaikan diri dengan teman-teman yang berasal dari berbagai daerah sebagai salah satu tantangan selama menjadi mahasiswa.
Kepada mahasiswa Polmed, Zulfarna berpesan agar tetap semangat belajar dan mengejar kesuksesan. Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua serta menjaga hubungan baik dengan para pendidik.
Kebahagiaan menyelesaikan pendidikan juga dirasakan dari sisi keluarga. Margading Ginting, orang tua dari Lucia Kontina Ginting, lulusan Keuangan dan Perbankan, mengaku bangga karena putrinya telah menyelesaikan pendidikan setelah menjalani perkuliahan di perantauan dan tinggal di tempat kos.
Baginya, wisuda merupakan momen yang telah lama dinantikan. Keberhasilan sang anak menyelesaikan pendidikan menghadirkan rasa senang, lega, sekaligus bangga sebagai orang tua. Setelah pendidikan anaknya selesai, ia berharap Lucia dapat memperoleh pekerjaan dan melanjutkan kehidupannya dengan baik.
Ia berpesan agar putrinya tetap menjadi anak yang baik dan selalu takut akan Tuhan.
Setelah rangkaian prosesi wisuda selesai, acara kemudian memasuki bagian penutupan. Rangkaian penutupan diawali dengan pengucapan janji alumni dipimpin oleh Ketua Jurusan Teknik Mesin yang diikuti oleh para wisudawan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne Polmed dan Mars Polmed secara bersama-sama. Setelah itu, perwakilan wisudawan dari Program Studi Akuntansi Keuangan Publik, Cahaya, menyampaikan sambutan yang menjadi bagian dari rangkaian akhir kegiatan wisuda.
Selanjutnya, peserta menyaksikan pemutaran pesan dari Direktur Polmed yang ditujukan kepada para wisudawan. Setelah seluruh agenda penutupan selesai, Sidang Senat Terbuka Wisuda Polmed Tahun Akademik 2025/2026 kemudian diskors oleh Ketua Senat.
Wisuda akhirnya bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan, tetapi juga menjadi titik awal bagi para lulusan untuk memasuki kehidupan setelah kampus dengan berbagai pilihan dan tantangan baru. Pesan untuk menjadi manusia bernilai pun menjadi bekal yang diharapkan terus dibawa para alumni dalam perjalanan mereka setelah meninggalkan Polmed. (SAS)