Medan | Neraca – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Society of Renewable Energy (SRE) Politeknik Negeri Medan melaksanakan acara pelantikan kepengurusan baru, pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 13.45 WIB hingga selesai, di Aula Gedung Z Lantai 5 Politeknik Negeri Medan. Pelantikan ini menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan perkembangan organisasi, memperkuat hubungan antaranggota, serta meningkatkan kontribusi dan prestasi SRE di lingkungan kampus maupun di luar kampus.
Miftahul Fairuz, selaku ketua yang baru dilantik, menyampaikan bahwa salah satu hal utama yang ingin diwujudkan dalam kepengurusan ini adalah membangun kekompakan dan sikap saling mendukung di antara seluruh anggota. Menurutnya, setiap anggota memiliki peran penting dalam menjalankan organisasi. Oleh karena itu, SRE diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman, dan bertumbuh bersama.
Baginya, pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial atau pergantian kepengurusan, melainkan menjadi langkah awal untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Ia berharap para pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan tanggung jawab bersama, saling membantu dalam menghadapi tantangan, serta membangun hubungan yang erat sehingga SRE dapat menjadi tempat yang nyaman bagi anggotanya untuk berkembang.
Dalam menjalankan kepemimpinan, Miftahul juga menyoroti tantangan untuk mempertahankan keaktifan organisasi dan meningkatkan prestasi yang telah diraih oleh kepengurusan sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa SRE sebelumnya telah mengikuti berbagai perlombaan. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu mempertahankan pencapaian tersebut sekaligus berupaya meraih hasil yang lebih baik pada masa mendatang.
Menurutnya, menjaga konsistensi anggota untuk tetap aktif serta mempertahankan semangat dalam mengikuti kegiatan dan perlombaan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Meski demikian, ia berharap seluruh pengurus dapat bekerja sama dan berusaha meningkatkan prestasi SRE agar organisasi tersebut terus mengalami perkembangan.
Selain berfokus pada pengembangan internal, kepengurusan baru juga ingin memperluas hubungan dan kerja sama dengan organisasi mahasiswa lainnya. Miftahul menyampaikan bahwa salah satu hal yang ingin lebih dikembangkan adalah kolaborasi dengan berbagai organisasi, sehingga kegiatan SRE tidak hanya berpusat pada lingkungan internal, tetapi juga melibatkan lebih banyak pihak di luar organisasi.
Melalui kolaborasi tersebut, anggota SRE diharapkan memperoleh pengalaman baru, memperluas relasi, dan meningkatkan kemampuan dalam bekerja sama. Langkah ini juga menjadi upaya untuk memperkenalkan SRE kepada lingkungan mahasiswa yang lebih luas serta membuka peluang untuk melaksanakan kegiatan bersama yang memberikan manfaat bagi organisasi.
Lebih lanjut, Miftahul berharap kepengurusan yang dipimpinnya dapat meninggalkan perubahan yang nyata bagi SRE. Ia ingin organisasi ini dikenal sebagai wadah yang aktif, terbuka, dan mampu mendukung perkembangan anggotanya. Baginya, keberhasilan organisasi tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari perkembangan anggota serta prestasi dan kontribusi yang dapat dihasilkan.
Ia juga berharap SRE Polmed dapat semakin dikenal di tingkat yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional. Dengan mempertahankan keaktifan organisasi, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan prestasi, SRE diharapkan mampu membawa nama baik Politeknik Negeri Medan melalui berbagai kegiatan dan pencapaian mahasiswa.
Pelantikan kepengurusan baru ini menjadi momentum bagi SRE Polmed untuk memperkuat komitmen dalam mengembangkan organisasi dan anggotanya. Melalui semangat kebersamaan serta rencana memperluas kolaborasi, kepengurusan baru diharapkan dapat melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun sebelumnya sekaligus menghadirkan perkembangan yang lebih baik bagi SRE ke depannya. (ETH)