Medan | Neraca – Ribuan mahasiswa baru Politeknik Negeri Medan (Polmed) mulai memenuhi area kampus dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), pada Kamis, 27 Agustus 2026. Bukan hanya menjadi agenda penyambutan, hari pertama PKKMB turut memperkenalkan mahasiswa baru pada berbagai aktivitas, organisasi, hingga aturan yang akan menjadi bagian dari kehidupan mereka di lingkungan kampus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan Wakil Direktur III Polmed. Mahasiswa baru kemudian mendapat pengarahan dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Pengarahan tersebut menjadi salah satu bagian dari pengenalan mengenai lingkungan kampus, termasuk upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi.
Suasana kemudian beralih ke agenda BEM Polmed yang diawali dengan orasi sebelum memasuki rangkaian hiburan. Setelah sesi orasi, suasana berubah semakin riuh ketika mahasiswa baru diajak bernyanyi bersama. Antusiasme yang meningkat kemudian berkembang menjadi aksi moshing di tengah kerumunan. Sejumlah mahasiswa bahkan terlihat memanjat tiang di sekitar panggung, sementara padatnya kerumunan sempat membuat salah seorang peserta mengalami insiden terinjak.
Rangkaian hiburan yang semestinya menjadi bagian dari penyambutan mahasiswa baru tersebut akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan meriah. Aksi memanjat tiang, moshing di tengah kerumunan, hingga insiden terinjak memperlihatkan euforia yang mulai sulit dikendalikan. Meski kegiatan tetap berlanjut, kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan agenda BEM pada hari pertama PKKMB Polmed 2026.
Setelah suasana dibuat lebih cair melalui agenda BEM, DPM Polmed menyisipkan pesan mengenai pengawasan organisasi mahasiswa melalui sebuah drama. Drama tersebut menggambarkan persoalan pungutan liar dalam kegiatan kemahasiswaan sekaligus menegaskan peran DPM dalam mengawasi jalannya organisasi, termasuk mengingatkan HMPS agar tidak melakukan pungutan kepada mahasiswa. Pesan tersebut turut dikaitkan dengan dasar hukum yang mengatur larangan pungutan liar dalam penyelenggaraan pendidikan.
Usai agenda tersebut, kemeriahan kembali pecah ketika mahasiswa baru mengikuti arak-arakan menuju program studi masing-masing. Setiap prodi tampil membawa identitasnya sendiri melalui kibaran bendera, sorakan, serta iringan drum dan alat musik lainnya. Barisan mahasiswa baru yang bergerak bersama kelompok prodinya membuat area kampus dipenuhi warna dan suara khas masing-masing program studi.
Setibanya di lingkungan program studi, rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan oleh masing-masing HMPS. Mahasiswa baru diperkenalkan lebih dekat dengan lingkungan prodi sekaligus berbagai kegiatan yang ada di dalamnya. Setelah itu, kegiatan memasuki waktu ISHOMA sebelum mahasiswa baru kembali mengikuti agenda yang telah disiapkan oleh jurusan.
Kesan terhadap hari pertama PKKMB juga datang dari sejumlah mahasiswa baru dengan latar belakang sekolah dan program studi yang berbeda. Annisa Zahra dan Shofia Putri Ananda, mahasiswa baru Program Studi Manajemen Bisnis, sama-sama menilai rangkaian penyambutan berlangsung seru dan tersusun rapi. Keduanya juga mengapresiasi keramahan panitia serta kesempatan untuk mendapatkan teman-teman baru di lingkungan kampus.
Bagi Annisa, materi yang disampaikan dan penampilan musik menjadi bagian yang paling berkesan. Ia juga mulai tertarik untuk bergabung dengan organisasi kampus, khususnya HMPS, setelah melihat materi yang diperkenalkan dalam kegiatan. Sementara itu, Shofia mengaku puas dengan keseluruhan rangkaian acara yang menurutnya tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menjadi ruang untuk berkenalan dengan mahasiswa baru lainnya. Bahkan, ia memberikan penilaian seribu per seribu untuk kegiatan hari pertama tersebut.
Pengalaman serupa turut dirasakan Megawati Simbolon, mahasiswa baru D3 Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi (TRJT). Ia menilai rangkaian kegiatan berlangsung seru, terutama penyambutan mahasiswa baru dan pengenalan program studi. Ketertarikannya terhadap bidang TRJT juga semakin kuat karena materi perkuliahan dinilai relevan dengan perkembangan dunia digital yang saat ini semakin dekat dengan berbagai aspek kehidupan. Meski merasa puas secara keseluruhan, Megawati menyebut kondisi cuaca yang panas menjadi salah satu hal yang sedikit mengurangi kenyamanan selama kegiatan.
Hari pertama PKKMB akhirnya bukan sekadar tentang bagaimana mahasiswa baru disambut. Di balik kemeriahan arak-arakan dan berbagai penampilan, mereka mulai diperkenalkan pada wajah Polmed yang lebih luas, organisasi, komunitas, ruang belajar, sekaligus aturan yang perlu dipahami sejak awal. Dari sana, langkah pertama sebagai mahasiswa pun resmi dimulai. (AS)