Medan | Neraca – Perayaan Paskah Jurusan Elektro/KI Politeknik Negeri Medan tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Kegiatan ini mengangkat tema “Hidup dalam Kebangkitan-Nya” yang diambil dari Yohanes 11:25, dengan subtema yang menekankan bahwa kebangkitan Kristus membawa harapan baru serta kehidupan kekal bagi setiap orang percaya.
Sesi ibadah diawali dengan Saat Teduh sebagai momen refleksi, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian pujian dan penyembahan yang menghadirkan suasana penuh keagungan. Lagu-lagu yang dibawakan antara lain “Tercurah Darah Tuhan Ku”, “Lebih Dari Pemenang”, “Allahku Dahsyat”, “Because He Lives”, dan “Salib-Nya Teramat Mulia”.
Votum Introitus menandai dimulainya ibadah secara resmi. Dalam kesempatan tersebut, pemimpin ibadah menyampaikan, “Ibadah Paskah Jurusan Elektro/KI 2026 ini kita kuduskan dalam nama Allah Bapa, dan Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus, serta Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.”
Acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan, seperti vokal grup, pujian solo oleh Intan Sinaga yang membawakan lagu “Seperti yang Kau Ingini”, pembacaan puisi berjudul “Bukti Kasih-Nya”, serta persembahan solo oleh Puan Maharani dengan lagu “Terlalu Besar”.
Ketua Panitia Pelaksana, Putri Mariabel Marpaung, menyampaikan bahwa keunikan perayaan tahun ini terletak pada tingginya antusiasme peserta serta konsep acara yang lebih variatif dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa melalui kebangkitan Kristus, setiap orang percaya memiliki harapan yang tidak pernah pudar dan kehidupan yang kekal.
Namun demikian, ia mengakui adanya tantangan selama masa persiapan, terutama dalam membangun kerja sama tim.
“Tantangan terbesar adalah kerja sama. Tanpa tim yang solid, kami tidak akan sampai pada tahap ini,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga memiliki nilai sosial yang kuat. Putri mengungkapkan kebanggaannya dapat merangkul mahasiswa dari berbagai program studi di bawah naungan Elektro dan KI.
“Nilai paling berharga bagi kami adalah kebersamaan. Ada 10 program studi dari dua jurusan yang bergabung. Ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat,” ungkapnya.
Rangkaian ibadah ditutup dengan doa persembahan, doa penutup, dan doa berkat, sebelum dilanjutkan dengan sesi hiburan berupa permainan yang semakin mempererat kebersamaan peserta.
Di akhir kegiatan, Putri berharap seluruh peserta dapat membawa pulang kesan positif.
“Saya berharap peserta tidak kecewa. Meskipun mungkin masih ada kekurangan, semoga kegiatan ini tetap memberikan kebahagiaan dan menjadi pembelajaran untuk ke depannya,” pungkasnya. (ALG)