Medan | Neraca – Sabtu, 16 Mei 2026, Forum Mahasiswa Bidikmisi/KIP-Kuliah (Formadiksi) Politeknik Negeri Medan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) untuk periode 2024/2025. Acara ini berlangsung di Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Medan sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Acara dihadiri oleh perwakilan Badan Pengawas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Neraca, serta anggota aktif Formadiksi/KIP-Kuliah periode 2025/2026.
Musyawarah besar ini mengusung tema “Dari Evaluasi Menuju Optimalisasi: Melalui Musyawarah Pertanggung Jawaban untuk Pembaharuan Formadiksi KIP-K Polmed yang Berkelanjutan.” Tema ini memiliki makna, yakni upaya menjadikan evaluasi kepengurusan sebagai langkah untuk memperbaiki, mengembangkan, dan mengoptimalkan organisasi agar Formadiksi KIP-K Polmed dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Musyawarah besar ini digelar dengan berbagai tujuan, mulai dari pertanggungjawaban dari setiap divisi, memilih Ketua Umum serta Koordinator Badan Pengawas yang akan memimpin Formadiksi periode 2026/2027, hingga menentukan arah organisasi ke depan.
Musyawarah Besar dimulai dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjut dengan Mars Politeknik Negeri Medan, Mars Formadiksi, dan Mars Mahasiswa. Kemudian disambung dengan kata sambutan dari berbagai pihak, hingga akhirnya memasuki beberapa sidang pleno, mulai dari pleno I hingga pleno IV. Sidang plemo ini membahas berbagai agenda penting terkait evaluasi kepengurusan, penyampaian laporan pertanggungjawaban, pembahasan tata tertib, hingga arah keberlanjutan organisasi ke depan.
Dalam wawancaranya, Dimas Seto selaku Ketua Panitia menyampaikan harapan agar kepengurusan baru dapat terus berkembang dan menjadi lebih sukses dengan menjadikan hal-hal baik dari kepengurusan sebelumnya sebagai contoh untuk dipertahankan dan dikembangkan, sementara kekurangan atau hal-hal buruk pada kepengurusan sebelumnya dijadikan evaluasi agar tidak terulang di kepengurusan selanjutnya. Tak hanya itu, Dimas Seto juga membagikan salah satu bukti nyata kontribusi Formadiksi KIP-K Polmed 2025/2026 terhadap para mahasiswa KIP, yaitu pembuatan buku rekening. Awalnya, buku rekening haruslah dibuat secara mandiri oleh tiap-tiap penerima KIP-K. Namun, kini Formadiksi telah membantu mahasiswa dalam hal pembuatan buku rekening, sehingga mahasiswa tak lagi perlu khawatir atau pusing dalam mengurus buku rekening ini.
Melalui hal itu, Formadiksi KIP-K Polmed membuktikan bahwa organisasi ini telah berhasil berkontribusi bagi mahasiswa, terutama bagi mereka penerima bantuan KIP-K. Harapannya, melalui pelaksanaan Musyawarah Besar ini, Formadiksi KIP-K Polmed diharapkan mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi mahasiswa KIP-Kuliah Politeknik Negeri Medan. (MPS/ACN)