Medan | Neraca – Memasuki hari ketiga Pekan Olahraga dan Seni Nasional (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia, Senin (27/7), sebanyak 13 cabang olahraga dan seni kembali dipertandingkan di berbagai lokasi di Kota Medan. Memasuki babak penentuan, antusiasme peserta, ofisial, maupun penonton tetap tinggi dalam mendukung kontingen dari berbagai politeknik di Indonesia.
Cabang yang dipertandingkan meliputi futsal, bridge, solo song, puisi, kaligrafi, tenis meja, panjat tebing, pencak silat, karate, voli indoor, atletik, basket, dan panahan. Pertandingan berlangsung di GOR Futsal Disporasu, Gedung Z, Gedung S, lingkungan Politeknik Negeri Medan (Polmed), Kebun Bunga, Sumut Sport Centre (SC), Hoops Basket Arena, serta Stadion Mini Dispora Pancing.
Antusiasme Penonton Tetap Tinggi
Selain diikuti para atlet, pertandingan pada hari ketiga juga mendapat dukungan dari penonton yang datang untuk menyaksikan sekaligus memberikan semangat kepada kontingen masing-masing.
Salah satunya Afika Tirza Aloina, mahasiswi Polmed, yang mengaku telah beberapa kali menghadiri ajang PORSENI sejak masih duduk di bangku sekolah. Pada PORSENI XV, ia hadir untuk mendukung kontingen Polmed yang bertanding.
Menurut Afika, penyelenggaraan PORSENI XV cukup memuaskan. Ia menilai kehadiran event organizer (EO) dan liaison officer (LO) membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan, ditambah banyaknya cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan serta partisipasi politeknik dari seluruh Indonesia.
“Saya memberi nilai delapan untuk penyelenggaraan PORSENI tahun ini. Seru dan menyenangkan, meskipun masih ada beberapa kendala yang terjadi,” ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan PORSENI berikutnya dapat dipersiapkan dengan lebih matang, terutama dalam mengatur rangkaian kegiatan agar seluruh pertandingan berjalan semakin baik.
Persaingan Ketat Warnai Cabang Pencak Silat
Cabang pencak silat kembali menjadi salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian di Sumut Sport Centre. Sejak pagi hingga sore hari, pertandingan berlangsung sengit dengan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai politeknik di Indonesia.
Ardi Pratama, mahasiswa Polmed yang hadir sebagai penonton, mengaku baru pertama kali menyaksikan pertandingan PORSENI secara langsung. Menurutnya, pertandingan berlangsung sportif sekaligus memberikan pengalaman baru mengenai perkembangan dunia pencak silat.
“Menurut saya pertandingannya cukup seru dan sportif. Ada beberapa hal yang bisa saya pelajari di sini, seperti peraturan dan pelanggaran-pelanggaran baru dalam pencak silat,” ujarnya.
Ia berharap Polmed terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan maupun pembinaan atlet sehingga cabang pencak silat dapat berkembang lebih baik pada masa mendatang.
Sementara itu, atlet pencak silat Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Reha Ramadhan, menuturkan bahwa tantangan terbesar dalam pertandingan bukan hanya terletak pada kemampuan fisik, tetapi juga kekuatan mental.
“Tantangan yang pertama itu mental, yang kedua baru fisik,” katanya.
Menurut Reha, setiap atlet harus mampu membaca pola permainan lawan sekaligus mengatur strategi agar tetap tenang selama pertandingan. Baginya, salah satu pertandingan paling berkesan adalah saat menghadapi atlet dari Politeknik Negeri Kupang yang berlangsung dengan tempo cepat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa yang ingin menekuni pencak silat agar terus berlatih secara konsisten, tidak hanya menjelang perlombaan.
Puisi Jadi Ruang Ekspresi Mahasiswa
Di Gedung Z Lantai 2 Polmed, cabang puisi menghadirkan penampilan para peserta yang membawakan karya sastra dengan penuh penghayatan.
Salah satu peserta, Tamara Rosaliana dari Polmed, mengaku tampil sebagai tuan rumah memberikan tekanan yang lebih besar dibanding mengikuti perlombaan di luar daerah. Menurutnya, selain membawa nama kampus, ia juga ingin membuktikan hasil latihan yang telah dipersiapkan bersama pembimbing.
Tamara mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengikuti PORSENI di Malang pada 2024, namun belum berhasil meraih prestasi. Pada PORSENI XV, ia akhirnya mampu mewujudkan salah satu target pribadinya untuk meraih prestasi di tingkat nasional.
“Salah satu target saya adalah memenangkan perlombaan tingkat nasional, dan alhamdulillah baru tercapai pada saat ini,” ungkapnya.
Ia juga berharap puisi tetap diminati generasi muda sebagai media menyampaikan gagasan, emosi, serta menjaga nilai-nilai budaya Indonesia di tengah perkembangan era digital.
Komunikasi Jadi Kunci di Cabang Voli Indoor
Pertandingan voli indoor yang digelar di Sumut Sport Centre berlangsung dengan persaingan yang ketat sepanjang hari. Setiap tim menampilkan permainan terbaik demi mengamankan tiket menuju babak berikutnya.
Atlet voli Polmed, Christian Situmorang dari Program Studi Teknik Listrik, mengaku bangga dapat mewakili kampusnya pada ajang nasional tersebut.
“Jujur, saya senang karena bisa mewakili nama kampus, apalagi di ajang nasional,” ujarnya.
Menurut Christian, faktor terpenting dalam pertandingan bukan hanya kemampuan individu, melainkan komunikasi dan kerja sama antaranggota tim.
“Yang paling penting dalam tim adalah komunikasi dan kerja sama. Voli bukan olahraga yang dimainkan sendiri, tetapi bersama-sama,” katanya.
Ia berharap pengalaman bertanding di PORSENI XV menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang olahraga.
Perjalanan Jauh Warnai Cabang Tenis Meja
Cabang tenis meja yang berlangsung di lingkungan Polmed turut diwarnai kisah menarik dari para atlet. Salah satunya datang dari Roai, atlet ganda campuran Politeknik Negeri Sambas.
Ia menceritakan perjalanan panjang yang ditempuh bersama tim menuju Medan, mulai dari perjalanan darat menuju Pontianak hingga penerbangan transit di Batam sebelum akhirnya tiba di Kota Medan.
“Bagi kami, kompetisi ini sangat bermanfaat karena bisa menambah pengalaman sekaligus bertemu teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Roai mengaku PORSENI XV menjadi pengalaman pertamanya tampil di ajang nasional sekaligus pertama kali menaiki pesawat. Ia pun terkesan dengan suasana Kota Medan yang ramai serta kulinernya yang beragam.
Dari kubu tuan rumah, atlet tenis meja Polmed, Alya Dzikra, mengatakan motivasi terbesarnya adalah mengharumkan nama kampus di hadapan para kontingen dari seluruh Indonesia.
“Kita tuan rumah, jadi ingin membanggakan nama Polmed. Itu motivasi terbesar kami,” katanya.
Menurutnya, komunikasi dengan pasangan menjadi faktor utama dalam nomor ganda campuran. Ia juga berharap regenerasi atlet tenis meja di Polmed dapat terus berjalan melalui pengaktifan kembali Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tenis meja.
Bridge Memasuki Babak Penentuan
Cabang bridge yang berlangsung di Gedung Z Polmed juga memasuki babak penentuan. Para peserta dari berbagai politeknik saling beradu strategi dan konsentrasi untuk mengamankan posisi menuju pertandingan berikutnya. Jalannya pertandingan berlangsung tertib dengan pengawasan panitia dan wasit, sementara para kontingen terus memberikan dukungan kepada rekan satu tim yang bertanding.
Cabang Lain Berjalan Lancar
Selain bridge, pencak silat, puisi, voli indoor, dan tenis meja, pertandingan pada cabang futsal, solo song, kaligrafi, panjat tebing, karate, atletik, basket, dan panahan juga berlangsung sesuai jadwal di lokasi pertandingan masing-masing. Sebagian cabang telah memasuki babak penentuan, sementara cabang lainnya masih menjalani pertandingan penyisihan untuk menentukan atlet yang berhak melaju ke tahap berikutnya.
Semangat Sportivitas Tetap Terjaga
Hingga berakhirnya pertandingan hari ketiga, suasana kompetitif tetap terasa di seluruh arena PORSENI XV. Dukungan antarkontingen, semangat juang para atlet, serta apresiasi dari penonton menjadi warna tersendiri dalam setiap pertandingan.
Memasuki fase penentuan, PORSENI XV tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan antarmahasiswa politeknik dari seluruh Indonesia. Semangat sportivitas, kerja sama, dan saling menghargai terus menjadi nilai utama yang mewarnai setiap cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan. (SAS)