Medan | Neraca – Pekan Olahraga dan Seni Nasional (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia yang diselenggarakan Politeknik Negeri Medan (Polmed) memasuki hari keenam pelaksanaan, Kamis (30/7). Memasuki fase-fase akhir kompetisi, semangat para atlet dan peserta seni dari berbagai politeknik di Indonesia tetap membara dalam menampilkan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama kampus masing-masing.
Sebanyak sepuluh cabang olahraga dan seni dipertandingkan pada hari keenam, yakni sepak bola, catur, kempo, e-sport, tari kreasi, monolog, taekwondo, basket, bulu tangkis, dan voli pantai. Pertandingan berlangsung di berbagai venue di Kota Medan dan sekitarnya dengan antusiasme peserta, ofisial, serta suporter yang tetap tinggi sejak pagi hingga malam hari.
Monolog Angkat Pesan Kemanusiaan
Cabang seni monolog yang digelar di Taman Budaya Medan menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian. Berbagai kontingen menampilkan kemampuan akting dan penghayatan karakter, termasuk Politeknik Negeri Medan dan Politeknik Negeri Ambon yang sama-sama membawakan naskah Tolong karya Nano Riantiarno.
Perwakilan Polmed, Rebecca Nucha Nainggolan, mahasiswi Program Studi Teknik Telekomunikasi Jurusan Elektro, mengaku keikutsertaannya di PORSENI menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan seni peran sekaligus menguji hasil latihan yang telah dijalani.
“Motivasi saya ingin mengembangkan kemampuan dalam seni peran, menguji hasil latihan selama ini, sekaligus mendapatkan pengalaman baru dan bertemu peserta dari berbagai politeknik,” ujarnya.
Rebecca memilih naskah Tolong karena dinilai memiliki pesan sosial yang kuat mengenai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kesempatan tampil di PORSENI menjadi pengalaman berharga sebagai penampilan pertamanya di ajang tersebut.
Ia pun mengajak mahasiswa lain agar tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Jangan takut mencoba. Karena kalau kita tidak pernah mencoba, kita tidak akan tahu bakat kita di mana,” pesannya.
Semangat serupa juga disampaikan Asmarayana Ivagoli dari Politeknik Negeri Ambon. Mahasiswi semester dua tersebut mengaku baru pertama kali mengikuti PORSENI maupun lomba monolog.
Awalnya, ia hanya ingin mencoba sesuatu yang baru setelah melihat adanya kategori monolog saat pendaftaran dibuka.
“Saya lihat ada lomba monolog, lalu saya coba daftar. Ternyata lolos, jadi kenapa tidak dicoba?” katanya.
Meski harus menempuh perjalanan hampir sehari penuh dari Ambon menuju Medan dengan transit di Jakarta, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk tampil. Ia mengaku menikmati pengalaman bertemu peserta dari berbagai daerah sekaligus menjadikan PORSENI sebagai wadah mengasah keberanian dan kemampuan public speaking.
Atlet Taekwondo Polmed Bidik Prestasi
Di Sumut Sport Centre, cabang taekwondo mempertandingkan berbagai kategori, termasuk kategori Kyorugi kelas U-49 yang diikuti atlet Polmed, Cika Ramadewi.
Mahasiswi Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah tersebut mengatakan motivasi terbesarnya mengikuti PORSENI adalah membawa nama baik Polmed sekaligus membanggakan kedua orang tua.
“Saya ingin membawa nama Politeknik Negeri Medan di PORSENI tahun ini, membanggakan kedua orang tua, dan menambah pengalaman,” tuturnya.
Menurut Cika, proses persiapan dilakukan melalui latihan fisik secara rutin sebelum akhirnya terpilih menjadi wakil Polmed. Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan kampus selama masa pemusatan latihan sehingga para atlet semakin bersemangat menghadapi pertandingan.
Basket Incar Medali Emas
Persaingan di cabang basket yang berlangsung di Hoops Basket Arena juga berlangsung sengit. Atlet Politeknik Negeri Jember, Bintang Arsekolorifin, datang ke Medan dengan target mempersembahkan medali emas setelah sebelumnya meraih medali perak pada PORSENI 2024 di Malang.
“Pengen dapat emas, karena belum puas yang tahun sebelumnya cuma dapat perak,” ungkapnya.
Untuk mengikuti PORSENI XV, Bintang menempuh perjalanan sekitar 12 jam dari Jember menuju Medan melalui jalur darat dan udara.
Ia mengaku sempat terkejut dengan kondisi lalu lintas Kota Medan yang padat serta cuaca yang cukup panas. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya bertanding.
Menurutnya, penyelenggaraan PORSENI XV berlangsung dengan baik. Ia bahkan menilai kualitas lapangan basket pada tahun ini lebih baik dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Persiapan tim dilakukan selama kurang lebih tiga bulan dengan jadwal latihan rutin pada malam hari sehingga tidak mengganggu aktivitas perkuliahan.
Sepak Bola Hadirkan Persaingan Ketat
Di Stadion Dispora Pancing, pertandingan sepak bola juga berlangsung kompetitif. Atlet Politeknik Negeri Ujung Pandang, Muhammad Alif Ramadhan, mengaku datang ke Medan dengan target mempertahankan prestasi yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya.
Namun, timnya harus puas mengakhiri kompetisi di posisi ketiga.
“Kami sebenarnya ingin mempertahankan prestasi sebelumnya, tetapi hasil pertandingan kali ini belum sesuai harapan,” ujarnya.
Meski demikian, Alif tetap mengapresiasi fasilitas pertandingan yang disediakan panitia. Menurutnya, venue pertandingan sudah cukup baik dan mendukung jalannya kompetisi.
Ia juga mengakui bahwa persiapan tim dilakukan di tengah padatnya aktivitas akademik karena jadwal latihan kerap berlangsung bersamaan dengan jam kuliah sehingga para atlet harus menyesuaikan waktu melalui izin dari kampus.
Sementara itu, atlet Politeknik Negeri Kupang, Caleb Buskanan Pola, yang baru pertama kali mengikuti PORSENI mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari ajang nasional tersebut.
Menurutnya, selain menjadi tempat berkompetisi, PORSENI juga memberikan kesempatan bertemu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengapresiasi pelayanan Liaison Officer (LO) yang mendampingi kontingennya selama berada di Medan. Meski demikian, ia berharap koordinasi kepanitiaan dapat terus ditingkatkan pada penyelenggaraan berikutnya agar pelaksanaan kompetisi semakin baik.
Suporter Beri Apresiasi dan Masukan
Tidak hanya atlet, antusiasme juga datang dari para suporter yang memenuhi arena pertandingan. Ahmad Misbahuddin, pendukung Politeknik Negeri Ujung Pandang, menilai suasana pertandingan berlangsung kondusif dan penuh sportivitas.
Meski demikian, ia berharap jadwal pertandingan pada penyelenggaraan berikutnya dapat dibuat lebih longgar agar para atlet memiliki waktu pemulihan yang lebih baik.
“Menurut saya, durasi pertandingan atau hari pelaksanaannya bisa ditambah karena ada beberapa cabang yang harus menyelesaikan banyak pertandingan dalam waktu singkat,” ujarnya.
Wadah Prestasi dan Persaudaraan
Selain menjadi ajang perebutan medali, PORSENI XV juga menjadi ruang bagi mahasiswa politeknik dari berbagai penjuru Indonesia untuk bertukar pengalaman, memperluas relasi, dan mempererat persaudaraan melalui olahraga maupun seni.
Memasuki hari keenam pelaksanaan, semangat sportivitas dan kebersamaan masih terus terasa di setiap arena pertandingan. Dengan sejumlah cabang yang mulai memasuki fase penentuan, para atlet dan peserta seni terus berupaya memberikan penampilan terbaik hingga berakhirnya rangkaian PORSENI XV. (SAS)