Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Artikel

SMA Sudah Tidak Ada Lagi Jurusan IPA, IPS, Berikut Penjelasannya

lpmneraca oleh lpmneraca
Juli 20, 2024
dalam Artikel, Umum
0 0
0
114
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Medan | Neraca – viral di media sosial Anindito Aditomo, Direktur Badan Penilaian dan Pelatihan (BSKAP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengumumkan bahwa jurusan sains, sosial, dan bahasa SMA tidak lagi setingkat di seluruh Indonesia.
Keputusan ini diambil dalam kerangka Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan keterampilan siswa hingga kelas 10. Selain itu, memberikan kebebasan bagi kelas 11 untuk memilih mata pelajaran sesuai minatnya.

Anindito Aditomo, Direktur Badan Pendidikan, Pembelajaran, dan Evaluasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menambahkan, 50 persen sekolah sudah menerapkannya pada tahun ajaran 2022. Pada tahun 2024, sekitar 90 sekolah telah menerapkan kurikulum mandiri.


“Pencabutan jurusan di SMA merupakan bagian dari penerapan kurikulum mandiri yang dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2021,” kata Anindito saat dihubungi CNN Indonesia.com, Rabu (17/07).


“Pada tahun ajaran 2024 ini, tingkat implementasi kurikulum mandiri di lembaga pendidikan dasar, menengah, dan kejuruan telah mencapai 90-95 persen,” tambahnya.
Anindito kemudian menjelaskan penghapusan bagian ini. Pada kelas 11 dan 12 sekolah menengah, siswa yang sekolahnya menggunakan kurikulum mandiri dapat lebih leluasa memilih mata pelajaran sesuai minat, kemampuan, bakat dan cita-cita masa depan atau karirnya.


Menurut Anindito, kurikulum mandiri mendorong siswa untuk mengeksplorasi dan mempertimbangkan minat, bakat, dan aspirasi kariernya dengan menghilangkan jurusan dari sekolah menengah, dan kemudian
memberikan lebih banyak fleksibilitas untuk mengikuti mata kuliah pilihan dalam kurikulum.
“Meniadakan jurusan IPA SMA juga menghilangkan diskriminasi terhadap jurusan non-IPA dalam proses seleksi siswa baru di negara bagian,” kata Anindito.

“Dengan Program Kurikulum Merdeka, seluruh siswa SMA dan SMK dapat mendaftar ke semua program gelar melalui jalur uji coba tanpa dibatasi pada jurusannya semasa SMA/SMK,” imbuhnya.

Dengan dibuatnya kelas tanpa jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di tingkat SMA, siswa mempunyai kesempatan untuk memilih tingkat minat di jenjang SMA tanpa harus memilih jurusan. Siswa sekarang menggunakan kurikulum. Kurikulum baru yang berbeda dengan kurikulum 2013 menjadi kurikulum mandiri.

Referensi :

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20240717162819-20-1122408/jurusan-ipa-ips-bahasa-dihapus-di-sma-kemendikbud

https://radarlawu.jawapos.com/nasional/2204872090/viral-jurusan-ipa-ips-dan-bahasa-tingkat-sma-bakal-dihapus-begini-alasan-dan-dampaknya-bagi-siswa?page=2

Tag: jurusankemendikbudpenghapusanSMA

Terkait Pos-pos

Artikel

Femisida: Kegagalan Negara Untuk Melindungi Perempuan

oleh lpmneraca
April 9, 2026
0

Penulis: Aurelya Christine Napitupulu Istilah feminisida atau femisida masih terdengar asing bagi sebagian orang, terutama di Indonesia. Namun, istilah ini telah...

Baca lebih lanjut

Dubai Chewy Cookie:Tren Kuliner Viral dengan Tekstur Unik dan Cerita Menarik

April 8, 2026

Konflik Global Picu Kenaikan BBM dan Dorong Wacana WFH

Maret 30, 2026

Nada yang Terputus: Trauma dan Pemulihan dalam Broken Strings

Maret 28, 2026

Pesona Gunung Sibayak Panorama Sunrise dan Petualangan Alam di Tanah Karo

Maret 19, 2026

Dari Media Sosial ke Lapak Takjil, Risol Matcha Jadi Tren Kuliner Ramadan

Maret 16, 2026

Popular Posts

Artikel

Femisida: Kegagalan Negara Untuk Melindungi Perempuan

oleh lpmneraca
April 9, 2026
0

Penulis: Aurelya Christine Napitupulu Istilah feminisida atau femisida masih terdengar asing bagi sebagian orang, terutama di Indonesia. Namun, istilah ini telah...

Baca lebih lanjut

Femisida: Kegagalan Negara Untuk Melindungi Perempuan

Dubai Chewy Cookie:Tren Kuliner Viral dengan Tekstur Unik dan Cerita Menarik

HMPS TRET Polmed Lantik Kepengurusan Perdana Periode 2026–2027

UKMI Polmed Resmi Lantik Pengurus Baru dan Gelar Upgrading Periode 2026/2027

Konflik Global Picu Kenaikan BBM dan Dorong Wacana WFH

Nada yang Terputus: Trauma dan Pemulihan dalam Broken Strings

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru