Medan | Neraca – Dewan Perwakilan Mahasiswa Politeknik Negeri Medan (DPM POLMED) menyelenggarakan lomba debat yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 21 hingga 22 April 2026 dengan mengusung tema “Agent of Change”. Kegiatan ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan tim-tim terbaik dalam adu gagasan dan kemampuan berpikir kritis.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Medan, para peserta lomba debat, serta panitia pelaksana dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Politeknik Negeri Medan. Adapun dewan juri dalam perlombaan ini terdiri atas Ibu Nurhaflah Soraya S.E., M.Si., Ibu Dr. Rini Indahwati SE., Ak., M.Si., dan Ibu Dr. Lily Maryam Nasution S.H., M.Hum. Kehadiran para juri tersebut memberikan penilaian yang objektif serta menambah kualitas jalannya perlombaan.
Hari Pertama: Babak Penyisihan Berjalan Kompetitif
Hari pertama DEBMED dimulai pada pukul 12.00 WIB dengan registrasi peserta sekaligus pembagian makan siang. Acara kemudian dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB dengan pembukaan resmi oleh pembawa acara, yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Totalitas Perjuangan, dan Mars POLMED, serta doa bersama yang dipimpin oleh Ryan Rizki Siregar. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia Benyamin Purba, dan Wali Kota Medan yang diwakili oleh Rico Tri Putra Bayu Waas. Setelah rangkaian sambutan, panitia menyampaikan teknis dan peraturan lomba kepada seluruh peserta.
Memasuki sesi kompetisi, dilakukan pencabutan urutan pertandingan serta pencabutan mosi untuk Babak Penyisihan 1. Pencabutan mosi dilakukan secara bertahap yang kemudian dilanjut dengan case building sebagai waktu persiapan tim sebelum memasuki sesi debat. Adapun setiap pertandingan pada babak penyisihan berlangsung selama kurang lebih 35 menit, dengan pembagian waktu yang telah diatur antara tim pro dan kontra. Sistem ini menuntut peserta untuk berpikir cepat, adaptif, dan mampu mempertahankan argumen secara efektif dalam keterbatasan waktu.
Pada hari pertama, sejumlah tim dari berbagai perguruan tinggi saling berhadapan dalam babak penyisihan. Laga pembuka mempertemukan Team ARF dari Universitas Sumatera Utara (USU) melawan tim Mathusugazz dari kampus yang sama. Pertandingan berikutnya menghadirkan tim Logos dari USU berhadapan dengan tim Catalyst Crew dari Politeknik Tekonologi Kimia Industri.
Selanjutnya, tim AZ Logic dari Universitas Al-Azhar (UNAZ) akan beradu argumen dengan Tim Generasi Emas dari USU. Sementara itu, pertandingan internal dari Politeknik Negeri Medan juga turut meramaikan jalannya kompetisi, dengan tim Polmed Dynamics menghadapi tim Sinergi Mahasiswa. Tidak hanya itu, persaingan antar tim dari USU juga terlihat dalam duel tim Green Tiger yang akan bertemu dengan tim Sintesis.
Rangkaian pertandingan tersebut menjadi pembuka yang dinamis dalam DEBMED 2026, sekaligus menunjukkan tingginya kualitas dan antusiasme mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta argumentatif.
Hari Kedua: Semifinal hingga Grand Final
Memasuki hari kedua, kompetisi berlanjut ke babak semifinal yang mempertemukan tim-tim terbaik hasil seleksi hari pertama. Pada fase ini, tim Logos berhadapan dengan tim Sinergi Mahasiswa dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh ketegangan. Di sisi lain, tim Catalyst Crew bertemu dengan tim Sintesis dalam laga semifinal lainnya yang juga tidak kalah kompetitif.
Setelah semifinal selesai, acara dilanjutkan dengan sesi break sebelum memasuki puncak kompetisi, yaitu babak grand final. Babak grand final mempertemukan tim Logos dengan tim Sinergi Mahasiswa dalam pertandingan yang berlangsung intens dan penuh strategi. Kedua tim menunjukkan kemampuan argumentasi terbaik mereka dalam merespons mosi yang diberikan, menjadikan final ini sebagai salah satu momen paling menegangkan dalam rangkaian DEBMED 2026.
Di akhir babak penyisihan, para juri juga memberikan masukan serta saran kepada seluruh peserta agar dapat meningkatkan kualitas argumentasi dan strategi debat pada kompetisi berikutnya. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi menonton film bersama yang merupakan film pilihan terbaik dari Program Studi TRMG sebagai bentuk relaksasi dan penguatan nilai reflektif sebelum memasuki babak lanjutan.
Setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang. Ketiga juri mengumumkan bahwa Tim Logos berhasil meraih Juara 1, disusul Tim Sinergi Mahasiswa sebagai Juara 2, dan Tim Catalyst Crew sebagai Juara 3.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, panitia, dan dewan juri. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan pembacaan doa sebagai penutup rangkaian DEBMED 2026.
Dalam kesempatan terpisah melalui sesi wawancara, Benyamin Purba selaku Ketua Panitia Debat Mahasiswa Sekota Medan menyampaikan beberapa pernyataan terkait pelaksanaan kegiatan. Ia berharap agar event debat perdana ini dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya dengan tetap menghadirkan inovasi dari berbagai pihak sebagai bentuk penguatan tali silaturahmi antar perguruan tinggi.
Beliau juga dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf atas adanya keterlambatan waktu dalam pelaksanaan acara serta ketidaktercapaian penyampaian sambutan dari pihak Direktur Polmed yang berhalangan hadir karena belum sempat terkonfirmasi.
Lebih lanjut, ia berharap agar partisipasi pada kegiatan ini ke depannya tidak hanya terbatas pada sebagian universitas, tetapi dapat melibatkan lebih banyak perguruan tinggi. Menanggapi masukan dari pihak DPRD Kota Medan yang mempertanyakan cakupan wilayah agar dapat menjangkau seluruh Sumatera Utara, pihak panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan perdana sehingga masih difokuskan di wilayah Kota Medan. Namun demikian, pihak DPM tetap terbuka terhadap saran tersebut apabila kegiatan ini kembali dilaksanakan di masa mendatang.
Selain itu, perwakilan DPM juga berharap agar mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Negeri Medan dapat semakin aktif dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan serupa di masa yang akan datang.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar hingga pukul 17.00 WIB. DEBMED 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pengembangan intelektual mahasiswa dalam membangun pola pikir kritis, kolaboratif, dan solutif terhadap berbagai isu di masyarakat. (AS/PEM)