Medan | Neraca – Lembaga Pers Mahasiswa Neraca Politeknik Negeri Medan resmi melantik kepengurusan periode 2025–2026 pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Satu Lembaga, Satu Suara, Menjaga Kebenaran dengan Integritas Pers Bersama” ini berlangsung di Taman Cadika, Medan, mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai.
Pelantikan tersebut diikuti oleh seluruh kru LPM Neraca sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi. Acara ini turut dihadiri Dewan Kehormatan atau alumni LPM Neraca, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa, serta kru magang yang ikut dilantik.
Kepengurusan LPM Neraca periode 2025–2026 terbagi ke dalam empat divisi, yakni Divisi Redaksi, Multimedia, Perusahaan, dan Penelitian dan Pengembangan. Prosesi pelantikan dilaksanakan dalam tiga tahap, meliputi pelantikan Pemimpin Umum, Badan Pengurus Harian, serta pelantikan anggota.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Politeknik Negeri Medan, serta pembacaan doa. Acara kemudian diisi dengan sambutan dari perwakilan BEM, DPM, Dewan Kehormatan, dan Pemimpin Umum LPM Neraca periode 2024–2025.
Prosesi sumpah jabatan Pemimpin Umum LPM Neraca periode 2025–2026 dilakukan dengan penandatanganan surat keputusan serta serah terima jabatan. Selanjutnya, sumpah jabatan Badan Pengurus Harian turut dilaksanakan dan diikuti penandatanganan surat keputusan. Adapun pimpinan divisi yang dilantik terdiri dari Pemimpin Redaksi Euodia Evelyn Beatrix Br. Nainggolan, Pemimpin Multimedia Eka Syafitri Zebua, Pemimpin Perusahaan Wulan Aykhe Fadilah Samosir, dan Pemimpin Litbang Maylani Putri Simatupang. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan sumpah jabatan anggota LPM Neraca periode 2025–2026.
Dalam sambutannya, Pemimpin Umum terpilih LPM Neraca periode 2025–2026, Valerie Kheista Namira, menyampaikan komitmennya untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa keseimbangan dan keadilan informasi menjadi nilai utama yang akan dijaga selama masa kepemimpinannya.
“Setiap anggota Neraca tidak hanya dituntut unggul secara teknis di bidang jurnalistik dan media, tetapi juga matang secara sikap. Neraca harus menjadi ruang bertumbuh bagi insan pers yang dapat dipercaya,” ujarnya.
Valerie juga menjelaskan bahwa program kerja prioritas pada awal kepengurusan akan difokuskan pada pelaksanaan seminar dan webinar jurnalistik. Program tersebut bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya civitas akademika, terhadap dunia jurnalistik serta peran LPM sebagai badan otonom di lingkungan kampus.
Sementara itu, Pemimpin Umum LPM Neraca periode 2024–2025, Dina Lestari Panggabean, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa pembelajaran paling berharga selama memimpin adalah memahami peran pemimpin sebagai penanggung jawab utama organisasi. Ia menekankan pentingnya bersikap adil, terbuka terhadap perbedaan, serta tetap berpegang pada prinsip kebenaran.
Menurutnya, kekuatan utama LPM Neraca yang harus terus dipertahankan adalah independensi sebagai jurnalis kampus yang berpihak pada fakta dan kebenaran. Ia berharap LPM Neraca ke depan dapat terus berkembang menjadi organisasi yang kreatif, inovatif, dan konsisten menjalankan nilai-nilai jurnalistik.
Pelantikan ini menjadi penanda awal perjalanan LPM Neraca periode 2025–2026 dalam menjalankan peran sebagai pers mahasiswa yang independen, profesional, dan berintegritas di lingkungan Politeknik Negeri Medan. (EBN)