Medan | Neraca – Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi (HMPS TRJT) Politeknik Negeri Medan menggelar debat kandidat Ketua dan Wakil Ketua periode 2026/2027, Jumat (22/5), di Ruang 303 Gedung C Politeknik Negeri Medan. Kegiatan berlangsung pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan dalam proses demokrasi mahasiswa untuk memilih pemimpin organisasi yang diharapkan mampu membawa HMPS TRJT ke arah yang lebih baik.
Ketua HMPS TRJT periode 2025/2026, Parnaehan Simorangkir, menegaskan bahwa HMPS memiliki peran penting dalam menjaga jalannya debat agar berlangsung adil dan objektif. Ia menyebutkan bahwa HMPS tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai pihak yang memastikan kualitas forum tetap terjaga.
Menurutnya, objektivitas dalam debat diwujudkan melalui penyusunan aturan yang jelas, penunjukan moderator yang netral, serta pemberian kesempatan yang sama kepada seluruh pasangan calon. Hal tersebut diharapkan dapat membuat debat menjadi sarana penilaian yang edukatif bagi mahasiswa.
Parnaehan juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada program kerja, tetapi juga pada kemampuan menyelesaikan persoalan yang kerap terjadi, seperti rendahnya keterlibatan anggota dan kurangnya konsistensi dalam pelaksanaan program organisasi.
Ia menambahkan bahwa calon pemimpin HMPS harus memiliki kemampuan dalam mengelola tim, berkomunikasi dengan baik, serta bersikap tegas dalam mengambil keputusan agar setiap kebijakan dapat dijalankan secara efektif.
Sementara itu, Ketua Panitia, Muhammad Neobin Ramza, menyampaikan bahwa debat kandidat ini dirancang untuk mengukur kesiapan para pasangan calon dalam memimpin HMPS TRJT ke depan.
“Melalui debat ini, kami ingin melihat sejauh mana kesiapan para kandidat dalam memimpin jika nantinya terpilih,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa panitia telah berupaya maksimal dengan membagi tugas pada masing-masing divisi. Namun, keterbatasan waktu menjadi kendala utama dalam proses persiapan.
Waktu persiapan yang singkat menyebabkan padatnya alur kerja, sehingga sejumlah persiapan dilakukan secara terburu-buru dan menimbulkan beberapa kendala teknis, termasuk belum terpenuhinya sejumlah kebutuhan administratif.
Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan HMPS yang dinilai sangat membantu panitia dalam mengatasi berbagai kendala selama proses persiapan. Koordinasi yang baik antara panitia dan HMPS disebut menjadi faktor penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan debat ini dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa serta melahirkan pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab terhadap visi dan janji yang disampaikan selama proses pemilihan.
Parnaehan Simorangkir menegaskan kembali bahwa kepemimpinan tidak hanya soal menjalankan program, tetapi juga kemampuan menghadapi situasi tak terduga, terutama dalam mengelola tim dan menjaga komitmen organisasi.
Dengan terselenggaranya debat kandidat ini, diharapkan proses pemilihan dapat berlangsung transparan, demokratis, serta menghasilkan pemimpin yang kompeten dan berintegritas dalam membawa HMPS TRJT ke arah yang lebih baik. (ETH)