Medan | Neraca – Kegiatan Awarding Night Accounting Intelligence Fair 3.0 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi FEB USU kembali menghadirkan hal yang menarik. Pasalnya, bukan hanya peserta dari wilayah Medan dan sekitarnya yang mengikuti perlombaan akuntansi ini, tetapi juga mahasiswa dari luar pulau, seperti Universitas Negeri Jakarta.
Rizky Atharsyah Nasution selaku Ketua Panitia AIF 3.0 berujar, “Acara ini bukan hanya untuk melihat perkembangan prospek bisnis, tetapi juga untuk menyoroti era keberlanjutan yang berjalan beriringan dengan era digital.”
Tema perlombaan ini mengangkat permasalahan tentang banyaknya pelaku bisnis yang masih menyepelekan aspek lingkungan sehingga berdampak pada kerusakan alam. Bahkan, kondisi tersebut dapat memengaruhi tata kelola yang ada akibat praktik bisnis yang tidak berkelanjutan.
“Karena itu, kita harus mampu mengedepankan keberlanjutan (sustainability) dan teknologi secara bersamaan tanpa mengorbankan lingkungan, masyarakat sekitar, maupun tata kelola yang telah ada,” ujar Rizky Atharsyah Nasution.
Awarding Night Accounting Intelligence Fair 3.0 atau yang biasa disingkat AIF 3.0 diharapkan dapat menjadi wadah baru bagi para mahasiswa akuntansi yang berkecimpung di bidang tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi para peserta. “Semoga kegiatan ini menjadi harapan dan wadah kreatif bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi khalayak luas,” sambung Ketua Panitia AIF 3.0.
Pada pelaksanaannya, perlombaan tahun ini dinilai lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu peserta, Rachel Amanda Gultom dari Universitas Sumatera Utara (USU), mengatakan, “Kami mengikuti lomba dalam bentuk tim dan mengerjakan karya dalam bentuk paper. Persiapan yang dilakukan harus benar-benar matang.”
“Belum lagi waktu persiapan yang terpotong oleh masa libur dan UAS, sehingga cukup sulit untuk mengatur waktu,” sambung mahasiswi tersebut.
Adapun harapan untuk perlombaan ke depannya adalah agar lebih up to date serta memiliki aturan yang lebih sederhana sehingga setiap peserta dapat lebih memahami ketentuan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik. (PEM)