Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Umum

SEAblings vs Knetz: Konflik Digital yang Libatkan Warganet Lintas Negara

lpmneraca oleh lpmneraca
Februari 23, 2026
dalam Umum
0 0
0
106
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Medan | Neraca – Belakangan ini, media sosial kembali diramaikan oleh perdebatan digital antara netizen Asia Tenggara dan netizen Korea Selatan. Perbincangan tersebut mulai mencuat dan mendadak viral sejak awal pekan ini di berbagai platform media sosial, terutama X (sebelumnya Twitter). Perbedaan perspektif dan budaya terhadap isu yang melibatkan komunitas penggemar memicu reaksi berantai dari kedua belah pihak. Perdebatan yang awalnya hanya terjadi di kolom komentar kemudian berkembang menjadi adu argumen lintas negara dan menarik perhatian publik karena menyangkut sensitivitas budaya serta solidaritas antarnegara.

Awal Mula Konflik

Perdebatan ini dipicu oleh perilaku sejumlah fansite (situs penggemar) asal Korea Selatan yang kedapatan membawa kamera profesional atau DSLR saat konser band DAY6 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31 Januari lalu. Sebelumnya, penyelenggara konser telah secara tegas melarang penonton membawa peralatan video maupun kamera profesional berukuran besar karena dinilai dapat mengganggu kenyamanan penonton lain.

Menanggapi hal tersebut, penonton lokal menyampaikan protes melalui platform X. Respons itu kemudian memicu komentar dari Knetz (netizen Korea Selatan) yang awalnya membela etika fansite. Namun, perdebatan berkembang menjadi serangan defensif bernada rasis dan merendahkan masyarakat Asia Tenggara.

Adu Argumen Kedua Komunitas

Salah satu unggahan Knetz yang telah diterjemahkan berbunyi, “Jika kalian menyukai penyanyi Korea, setidaknya cobalah menghormati budaya Korea. Atau berhentilah melihat foto-foto fansite di linimasa kalian. Apakah ini ciri khas orang asing yang tidak tahu diri? Itu menjijikkan.”

Unggahan tersebut direspons oleh seorang pengguna asal Malaysia yang menyatakan bahwa penggemar dari luar negeri turut berkontribusi dalam mendorong popularitas K-pop di kawasan Asia Tenggara melalui aktivitas streaming dan pembelian merchandise.

Namun, Knetz yang sama kembali membalas dengan komentar, “Mengapa kamu begitu memuja penyanyi Korea? Dukung saja artis dari negaramu sendiri.” Pernyataan itu kemudian memicu keterlibatan netizen dari berbagai negara Asia Tenggara yang ikut membela Malaysia sekaligus menyoroti kesuksesan grup pop dari negara masing-masing.

#SEAblings: Simbol Solidaritas Digital Asia Tenggara

Netizen dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan negara Asia Tenggara lainnya dengan cepat membentuk aliansi digital yang mereka sebut sebagai SEAblings—gabungan dari Southeast Asia dan siblings (saudara). Istilah ini menjadi simbol solidaritas dan identitas bersama dalam menanggapi serangan bernada rasis tersebut.

Sebagai bentuk respons, sebagian anggota aliansi ini menyerang balik Knetz dengan mengunggah foto-foto yang menampilkan kecantikan alami orang Asia Tenggara tanpa operasi plastik. Meme satir dan tagar #SEAblings pun membuat topik ini menjadi trending di X hingga beberapa waktu.

Dampak Lanjutan dan Aksi Boikot

Meskipun oknum fansite telah mengunggah permintaan maaf, ketegangan antarkomunitas belum sepenuhnya mereda, meski intensitasnya mulai menurun. Sejumlah netizen Indonesia membalas dengan menurunkan peringkat konten di platform Netflix, memberikan ulasan negatif dan rating bintang satu untuk destinasi wisata di Korea Selatan, serta menyatakan niat untuk memboikot konser, drama, dan produk asal negara tersebut.

Tanggapan Akademisi terhadap Konflik

Akademisi Indonesia, Rhenald Kasali, turut menganalisis pertikaian ini. Ia menilai bahwa Korea Selatan kerap mencari pengakuan melalui kolaborasi dengan negara-negara Barat, tetapi cenderung mengabaikan Asia Tenggara.

“Mereka mengejek kita sebagai negara agraris dan meremehkan warna kulit, pendidikan, serta ekonomi kita. Padahal ASEAN merupakan salah satu kekuatan penting dalam ekonomi global. Jika industri K-pop tidak berhati-hati, ia bisa menghadapi dampak dari sikap yang dianggap arogan,” ujarnya.

Konflik lintas negara di media sosial bukanlah hal baru. Perbedaan bahasa, budaya, dan gaya komunikasi kerap menjadi pemicu utama. Ditambah dengan algoritma media sosial yang cenderung menonjolkan konten kontroversial, persoalan kecil dapat terlihat jauh lebih besar dari kenyataannya. Polemik ini menjadi pengingat bahwa media sosial bukan hanya ruang berekspresi, tetapi juga ruang yang menuntut tanggung jawab. Tanpa komunikasi yang jelas dan sikap saling menghormati, perbedaan kecil dapat berkembang menjadi pertikaian besar. (AS).

Referensi:

https://x.com/search?q=SEAblings&src=typed_query

https://jurnalposmedia.com/seablings-vs-knetz-perang-netizen-viral-di-media-sosial-x-begini-kronologinya/

https://mediaindonesia.com/hiburan/861450/babak-baru-perseteruan-seablings-vs-knetz-boikot-hingga-larangan-nonton-drakor#goog_rewarded

https://cnalifestyle.channelnewsasia.com/entertainment/seablings-korea-online-fight-day6-fansite-578476

https://rri.co.id/en/trending/2199199/southeast-asias-digital-solidarity-sparks-boycott-of-korean-cultural-products#google_vignette

Tag: knetzkonflik digitalkoreaseablings

Terkait Pos-pos

Umum

Direncanakan Sejak November, Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Rekan di Ruang Sidang

oleh lpmneraca
Maret 1, 2026
0

Tragedi berdarah mengguncang Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Kamis pagi, 26 Februari 2026. Seorang mahasiswi menjadi korban...

Baca lebih lanjut

Surat Edaran Penataan Daging Nonhalal Picu Aksi Ribuan Massa di Medan

Februari 27, 2026

Komitmen Kebangsaan di Balik Beasiswa Negara

Februari 26, 2026

Reciprocal Trade Indonesia-Amerika Serikat: Win-Win Solution atau Ujian Baru?

Februari 23, 2026

Awarding Night Accounting Intelligence Fair 3.0 Sukses Memamerkan Prestasi dari Sengitnya Pertempuran Kreatif

Februari 16, 2026

Pekan Kuliner Khas IV 2025 Hadirkan Rasa Halal, Aman, dan Sehat di Jantung Kota Medan

Juli 6, 2025

Popular Posts

HMPS

UKMI Sukses Gelar Buka Puasa Bersama yang Diisi Tausiyah Inspiratif

oleh lpmneraca
Maret 11, 2026
0

Medan | Neraca – Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Politeknik Negeri Medan (Polmed) menggelar kegiatan Ifthor Jama’i Akbar (Ijabar) yang...

Baca lebih lanjut

UKMI Sukses Gelar Buka Puasa Bersama yang Diisi Tausiyah Inspiratif

Pengurus Baru BEM Polmed Dilantik, Siap Wujudkan Perubahan Nyata

HMPS MICE Polmed Gelar Talk Show Film Antara Mama, Cinta, dan Surga

Susun Program dan Perluas Kolaborasi, HMPS MI Polmed Gelar Musyawarah Kerja 2025/2026

Dua Paslon Adu Gagasan dalam Debat Ketua HMPS Teknik Telekomunikasi Polmed 2026/2027

Tips & Trick Agar Kuat Menjalani Puasa Seharian

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru