Medan | Neraca — Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan (HMPS TRET) Politeknik Negeri Medan resmi melantik kepengurusan periode 2026–2027. Pelantikan ini menjadi titik awal perjalanan organisasi yang untuk pertama kalinya dibentuk, sekaligus menghadirkan tantangan besar dalam membangun sistem yang solid dari nol.
Kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan doa oleh M. Rizky Faizal, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Polmed, dan Mars Mahasiswa. Prosesi inti meliputi pembacaan Surat Keputusan (SK), pelantikan, serta penandatanganan oleh Ketua Umum HMPS TRET yang dilakukan oleh Bapak Efrata Tarigan. Sebanyak 78 pengurus dari berbagai divisi resmi mengucapkan sumpah jabatan.
Sejumlah pimpinan turut hadir dan memberikan sambutan, di antaranya Ketua Jurusan Teknik Mesin, Faisal Fahmi Hasan, Koordinator Program Studi TRET, Efrata Tarigan, serta perwakilan organisasi mahasiswa lainnya. Penyerahan simbolis tanaman kaktus menjadi penutup rangkaian acara sebagai bentuk harapan akan pertumbuhan dan keberlanjutan organisasi.
Ketua Umum HMPS TRET periode 2026–2027, Zhafarina Aulia Pawisty, menegaskan bahwa keberhasilan kepengurusan tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kedisiplinan anggota dan dukungan kolektif. Ia menilai bahwa tanpa keterlibatan seluruh elemen, target organisasi akan sulit dicapai secara maksimal.
Dalam aspek tata kelola, Zhafarina menekankan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam pengelolaan dana. Setiap pemasukan dan pengeluaran, menurutnya, akan disampaikan secara terbuka kepada pihak terkait guna menjaga kepercayaan, baik internal maupun eksternal.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa HMPS TRET tidak membatasi ruang kritik. Mahasiswa, baik dari dalam maupun luar program studi, diberikan kebebasan untuk menyampaikan masukan sebagai bahan evaluasi kinerja organisasi.
Meski telah menetapkan target konkret selama satu periode, Zhafarina mengakui adanya potensi hambatan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh upaya akan dimaksimalkan agar capaian organisasi tetap optimal.
Dalam waktu dekat, HMPS TRET memprioritaskan program unggulan berupa kunjungan industri di sektor energi terbarukan serta lomba karya ilmiah. Program ini bertujuan untuk mendorong pola pikir kritis serta memperkuat relevansi keilmuan mahasiswa dengan perkembangan industri.
Sebagai kepengurusan perdana, tantangan utama terletak pada belum adanya acuan dan pengalaman sebelumnya. Oleh karena itu, Zhafarina menekankan pentingnya solidaritas internal sebagai fondasi utama dalam membangun organisasi yang adaptif dan berdaya saing.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi. Seluruh anggota diharapkan dapat menjalankan tugas tanpa orientasi imbalan, melainkan sebagai bentuk pengabdian.
Menutup pernyataannya, Zhafarina mengajak seluruh mahasiswa Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan untuk aktif berkontribusi dan mengawal jalannya organisasi. Menurutnya, keberhasilan HMPS tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi juga pada partisipasi kolektif mahasiswa.
Pelantikan ini menjadi awal bagi HMPS TRET untuk membuktikan kapasitasnya sebagai organisasi yang disiplin, terbuka, dan mampu memberikan dampak nyata. (JCP)