Medan | Neraca – Arya Bayhaqqi, mahasiswa Program Studi Teknik Komputer kelas 4E Politeknik Negeri Medan, berhasil meraih Juara 2 Tunggal Putra pada ajang Badminton Gelora Aksi by HMM FEB USU. Kompetisi olahraga dan seni yang terbuka bagi masyarakat Medan dan sekitarnya berusia 15–25 tahun tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan prestasinya di dunia bulu tangkis.
Bagi Arya, pencapaian ini menjadi pengalaman yang berharga sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Ia mengaku bersyukur dapat menyelesaikan kompetisi dengan hasil yang membanggakan.
“Saya merasa sangat bersyukur dan senang karena bisa meraih Juara 2 dalam ajang Badminton Gelora Aksi. Hasil ini menjadi pengalaman yang berharga dan motivasi bagi saya untuk terus meraih prestasi yang lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.
Menekuni Bulu Tangkis Sejak Usia Delapan Tahun
Perjalanan Arya di dunia bulu tangkis bukanlah sesuatu yang baru. Ia telah menekuni olahraga tersebut sejak berusia delapan tahun. Pengalaman yang dibangun selama bertahun-tahun menjadi bekal penting yang membantunya menghadapi berbagai pertandingan dan kompetisi.
Keinginannya untuk terus berkembang menjadi alasan utama mengikuti Gelora Aksi. Selain menambah pengalaman, ia juga ingin memperluas daftar prestasi yang telah diraih di bidang olahraga.
“Yang mendorong saya mengikuti turnamen ini karena saya ingin menambah banyak pengalaman dan menambah prestasi saya di bidang badminton,” katanya.
Menjaga Keseimbangan antara Kuliah dan Latihan
Sebagai mahasiswa Teknik Komputer, Arya harus menjalani aktivitas yang cukup padat setiap harinya. Selain mengikuti perkuliahan, ia juga rutin menjalani latihan bulu tangkis sehingga dituntut mampu mengatur waktu dengan baik.
Menurutnya, menjaga kondisi fisik menjadi hal yang sangat penting agar seluruh aktivitas dapat berjalan seimbang. Oleh karena itu, persiapan utamanya sebelum bertanding selalu berfokus pada menjaga stamina dan menghindari cedera.
“Saya benar-benar harus mempunyai fisik yang siap untuk menjalani kegiatan setiap hari,” ungkapnya.
Selain menjaga kondisi tubuh, Arya juga selalu menyempatkan diri untuk berdoa sebelum pertandingan dimulai sebagai bentuk ikhtiar dan persiapan mental.
Fokus Menjadi Tantangan Terbesar
Di balik keberhasilannya meraih podium juara, Arya menghadapi tantangan yang tidak ringan. Menurutnya, menjaga fokus tetap stabil selama pertandingan merupakan hal yang paling sulit dilakukan.
Di tengah tekanan pertandingan, konsentrasi menjadi faktor penting yang menentukan performa di lapangan. Karena itu, ia berusaha menjaga ketenangan dan fokus pada setiap poin yang dimainkan hingga pertandingan berakhir.
Konsistensi dan Disiplin sebagai Kunci
Ketika ditanya mengenai rahasia di balik pencapaiannya, Arya memberikan jawaban yang sederhana namun bermakna.
“Konsisten dan disiplin sama diri sendiri,” jawabnya.
Baginya, prestasi tidak diraih secara instan. Dibutuhkan komitmen untuk terus berlatih, menjaga semangat, dan menjalani setiap proses dengan sungguh-sungguh. Konsistensi dan disiplin menjadi fondasi yang membantunya bertahan dan terus berkembang hingga mampu meraih hasil yang membanggakan.
Menatap Porseni Nasional 2026
Prestasi di Gelora Aksi bukan menjadi titik akhir bagi Arya. Ia telah menetapkan target yang lebih besar, yaitu meraih prestasi pada ajang Porseni Politeknik Nasional yang akan berlangsung pada Juli 2026.
Untuk mewujudkan target tersebut, Arya terus mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri agar dapat tampil maksimal di tingkat nasional.
“Saya ingin mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi dari hari ini. Apalagi akan ada Porseni tingkat nasional, jadi saya terus mengasah kemampuan agar mendapatkan hasil yang maksimal,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Arya juga membagikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin meraih prestasi. Menurutnya, setiap orang perlu terus mengembangkan kemampuan di bidang yang diminati dan tidak mudah menyerah karena komentar negatif dari orang lain.
“Tetap mengasah setiap kemampuan kita di bidang masing-masing dan jangan pernah mendengarkan omongan orang yang membuat mental kita jatuh atau menyerah,” pesannya. (SAS)