Medan | Neraca – Memasuki hari keempat Pekan Olahraga dan Seni Nasional (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia, Selasa (28/7), sebanyak sepuluh cabang olahraga dan seni kembali dipertandingkan di berbagai venue. Kompetisi yang semakin mendekati akhir membuat persaingan antarkontingen berlangsung semakin ketat untuk memperebutkan tiket menuju babak final maupun podium juara.
Sepuluh cabang yang dipertandingkan pada hari keempat meliputi catur, solo song, tenis meja, panjat tebing, pencak silat, karate, atletik, basket, panahan, dan bulu tangkis. Sejak pagi hingga malam hari, para atlet menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan.
Atmosfer Kompetitif Warnai Bulu Tangkis
Pertandingan bulu tangkis yang berlangsung di GOR PBSI menjadi salah satu cabang yang ramai dipadati penonton. Dukungan dari rekan satu kontingen maupun mahasiswa dari berbagai politeknik membuat suasana pertandingan semakin hidup.
Zahra, mahasiswa Politeknik Negeri Medan yang hadir sebagai penonton, mengaku baru pertama kali merasakan atmosfer PORSENI secara langsung. Menurutnya, pertandingan berlangsung menarik dan berjalan sesuai jadwal.
“Pertandingannya seru dan hari ini tidak ada keterlambatan. Semoga kalau Medan kembali menjadi tuan rumah, fasilitas untuk penonton dan atlet bisa semakin ditingkatkan,” ujarnya.
Antusiasme serupa juga disampaikan Rofana Habibah Yosa Putri (Biba), mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung. Meski merupakan atlet basket, ia hadir untuk memberikan dukungan kepada rekannya yang bertanding di cabang bulu tangkis.
“Di PORSENI kami seperti menjadi satu keluarga. Walaupun baru saling mengenal, semua saling mendukung. Menurut saya, penyelenggaraan tahun ini sudah sangat baik, mulai dari fasilitas hingga tata tertib yang diterapkan,” katanya.
Dari sisi atlet, Christian Anderson, perwakilan bulu tangkis Politeknik Negeri Jakarta, mengaku kembali mengikuti PORSENI dengan motivasi memperbaiki hasil pada edisi sebelumnya.
“Syukurnya pertandingan hari ini berjalan baik dan saya berhasil menang. Venue yang digunakan juga lebih memadai dibanding penyelenggaraan sebelumnya, serta jadwal pertandingan berjalan cukup tepat waktu,” ungkap Christian.
Sementara itu, atlet tuan rumah, Delilah Elfitriada Manik dari Politeknik Negeri Medan, mengaku persiapannya belum maksimal karena harus membagi waktu antara latihan dan penyusunan tugas akhir. Meski demikian, ia tetap menikmati pengalaman pertamanya tampil di ajang PORSENI.
“Senang bisa bertemu dan berkenalan dengan mahasiswa dari berbagai politeknik di Indonesia. Semoga ke depan fasilitas bagi atlet bisa lebih diperhatikan agar pertandingan semakin nyaman,” tuturnya.
Solo Song Tampilkan Lagu Melayu Putra dan Putri
Di Gedung Z Polmed, cabang seni Solo Song memasuki kategori Melayu Putra dan Melayu Putri. Sebanyak enam kontingen tampil pada kategori putra, yakni Politeknik Negeri Bengkalis, Politeknik Negeri Pontianak, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Jakarta, dan Politeknik Negeri Ambon.
Sementara itu, kategori Melayu Putri diikuti sebelas peserta dari Politeknik Negeri Medan, Bengkalis, Pontianak, Jember, Sriwijaya, Jakarta, Ambon, Ujung Pandang, Ketapang, Kupang, dan Semarang. Masing-masing peserta menampilkan kemampuan vokal terbaik mereka di hadapan dewan juri demi mengamankan tempat menuju babak berikutnya.
Panahan dan Tenis Meja Mulai Melahirkan Juara
Cabang panahan yang berlangsung di Stadion Mini Dispora Pancing mulai menghasilkan para juara di sejumlah nomor pertandingan. Politeknik Negeri Samarinda tampil dominan dengan meraih beberapa posisi terbaik pada divisi nasional, sedangkan Politeknik Negeri Medan berhasil menyumbangkan prestasi melalui peringkat ketiga pada nomor divisi nasional putri jarak 40 meter.
Sementara itu, pertandingan tenis meja menuntaskan babak final nomor ganda. Pada sektor putra, pasangan Fikri Haikal dan Fahreza Syahputra dari Politeknik Negeri Banjarmasin berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan pasangan Helmy Alim dan Arya Bagas Ramadhana dari Politeknik Negeri Batam.
Di sektor putri, pasangan Alicia Afifah Farena dan Lutfiah Sari Dewi dari Politeknik Negeri Sriwijaya sukses merebut medali emas usai mengalahkan pasangan Restu Azahra Putri dan Zoya Aurelia dari Politeknik Negeri Ketapang.
Cabang Lain Berlangsung Ketat
Selain bulu tangkis, solo song, panahan, dan tenis meja, pertandingan pada cabang catur di Gedung Z Polmed, panjat tebing di Kebun Bunga, pencak silat, karate, dan atletik di Sumut Sport Centre, serta basket di Hoops Basket Arena juga berlangsung sesuai jadwal. Seluruh atlet terus menunjukkan performa terbaik mereka demi mengharumkan nama institusi masing-masing.
Memasuki penghujung pelaksanaan PORSENI XV, persaingan di berbagai cabang diperkirakan akan semakin sengit. Meski demikian, semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan antar kontingen tetap menjadi nilai utama yang mewarnai jalannya kompetisi, menjadikan PORSENI XV bukan sekadar ajang perebutan prestasi, tetapi juga wadah mempererat tali silaturahmi mahasiswa politeknik se-Indonesia. (SAS)