Medan | Neraca – Persaingan menuju gelar juara semakin ketat pada hari kelima Pekan Olahraga dan Seni Nasional (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia, Rabu (29/7). Sejumlah cabang olahraga dan seni memasuki babak-babak krusial yang menjadi penentu perolehan medali bagi masing-masing kontingen.
Sebanyak tujuh cabang dipertandingkan pada hari kelima, yakni catur, solo song, panjat tebing, basket, renang, bulu tangkis, dan voli pantai. Pertandingan berlangsung di berbagai venue, mulai dari Gedung Z Politeknik Negeri Medan (Polmed), Kebun Bunga, Hoops Basket Arena, Kolam Renang Selayang, GOR PBSI, hingga Pantai Cemara Kembar. Memasuki fase penentuan, para atlet dan peserta seni tampil maksimal demi mengamankan posisi terbaik bagi institusi masing-masing.
Renang Hadirkan Persaingan Ketat
Cabang olahraga renang menjadi salah satu pertandingan yang menyita perhatian pada hari kelima. Berbagai nomor dipertandingkan dengan persaingan sengit antaratlet dari berbagai politeknik di Indonesia.
Kontingen Polmed berhasil mencatatkan hasil membanggakan melalui Anindya Rakhima yang meraih medali emas pada nomor renang gaya dada 50 meter putri. Selain itu, Fritzy Reimond Siahaan berhasil meraih medali perunggu pada nomor gaya dada 50 meter putra, sementara Muhammad Hafizhul Ihsan R turut menyumbangkan medali perunggu pada nomor gaya dada 100 meter putra.
Anindya, mahasiswa Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah Polmed, mengaku termotivasi mengikuti PORSENI untuk membanggakan orang tua sekaligus mengharumkan nama kampus, terlebih karena Polmed menjadi tuan rumah tahun ini.
“Yang memotivasi saya mengikuti cabang renang ini tentu untuk membanggakan orang tua dan Politeknik Negeri Medan. Saya juga merasa terpacu karena tahun ini Polmed menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Ia telah menjalani persiapan sekitar dua bulan sebelum mengikuti seleksi internal hingga akhirnya terpilih sebagai satu-satunya atlet renang putri yang mewakili Polmed. Bertanding di kolam yang selama ini menjadi tempat latihannya memberikan keuntungan tersendiri, meski tekanan sebagai tuan rumah tetap dirasakan.
“Tekanan pasti ada, tetapi saya berusaha menjadikannya sebagai doa dan penyemangat saat bertanding,” katanya.
Persaingan di cabang renang juga dirasakan oleh atlet dari berbagai kontingen. Salah satunya peserta dari Politeknik Manufaktur Bandung yang turun pada nomor 50 meter gaya dada dan 50 meter gaya bebas. Ia mengaku kembali menjalani latihan intensif selama satu bulan setelah cukup lama tidak aktif berenang sejak duduk di bangku SMP.
Menurutnya, salah satu pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti PORSENI adalah kesempatan bertemu mahasiswa dari berbagai politeknik di Indonesia.
“Momen yang paling berkesan adalah saat pembukaan dan bisa bertemu dengan teman-teman dari politeknik lain sehingga mendapatkan relasi baru,” ujarnya.
Ia juga menilai pertandingan berlangsung kompetitif dengan atmosfer yang meriah.
“Seru, dengan wasit yang sangat banyak sehingga membuat perlombaan terasa serius dan meriah,” katanya.
Sementara itu, Mustika, penonton yang hadir untuk mendukung saudaranya, menilai seluruh pertandingan berlangsung lancar.
“Jalannya pertandingan alhamdulillah lancar, tidak ada hambatan apa pun,” ungkapnya.
Solo Song Memasuki Babak Final
Di cabang seni, perlombaan solo song berlangsung sejak pagi hingga malam dengan menghadirkan peserta terbaik dari berbagai politeknik. Persaingan semakin ketat karena sejumlah kategori memasuki babak final.
Salah satu peserta, Lindung Pakpahan dari Politeknik Negeri Fakfak, berhasil meraih Juara II kategori Solo Song Pop Batak Putra sekaligus melaju ke grand final kategori Solo Song Pop Indonesia Putra.
Menurut Lindung, keikutsertaannya di PORSENI didorong oleh keinginan untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa dari Indonesia Timur mampu bersaing di tingkat nasional.
“Saya ingin menunjukkan bahwa orang Timur juga bisa berlaga di ajang nasional,” ujarnya.
Ia mengakui persaingan pada cabang solo song berlangsung sangat ketat karena seluruh peserta memiliki kualitas vokal yang baik.
“Semua peserta memiliki kemampuan yang luar biasa. Saya sempat gugup karena persaingannya sangat ketat, apalagi ketika mendengar PORSENI digelar di Medan yang terkenal memiliki penyanyi-penyanyi hebat,” katanya.
Antusiasme penonton turut mewarnai jalannya perlombaan. Lutfia Nasari dari Politeknik Negeri Ujung Pandang yang hadir mendukung rekannya menilai cabang solo song menjadi salah satu perlombaan dengan tingkat persaingan yang tinggi.
“Pesertanya luar biasa semua. Ini salah satu cabang yang pesertanya paling banyak,” ujarnya.
Cabang Lain Tak Kalah Sengit
Selain renang dan solo song, sejumlah cabang olahraga lain juga berlangsung kompetitif pada hari kelima PORSENI XV.
Di Gedung Z Polmed, pertandingan catur menguji konsentrasi dan strategi para peserta. Setiap langkah yang diambil menjadi penentu kemenangan sehingga para atlet dituntut berpikir cermat sebelum mengambil keputusan. Sejumlah pertandingan berlangsung cukup lama karena kedua pemain saling mencari celah untuk mengamankan poin bagi kontingen masing-masing.
Sementara itu, cabang panjat tebing di Kebun Bunga kembali menghadirkan persaingan sengit. Para atlet dituntut menyelesaikan lintasan dengan cepat sekaligus menjaga ketepatan teknik. Sorak sorai rekan satu kontingen dan penonton turut menyemangati setiap peserta yang berusaha mencapai garis finis.
Di Hoops Basket Arena, pertandingan basket berlangsung dalam tempo cepat. Setiap tim menampilkan permainan agresif demi mengamankan kemenangan pada fase penentuan. Aksi saling berbalas poin dan kerja sama antarpemain menjadi warna tersendiri sepanjang pertandingan.
Persaingan tak kalah menarik juga tersaji di GOR PBSI melalui cabang bulu tangkis. Reli-reli panjang dan permainan cepat mewarnai sejumlah pertandingan yang berlangsung sejak pagi hingga malam. Memasuki babak penentuan, setiap atlet berusaha menjaga konsistensi permainan untuk mengamankan peluang melaju ke tahap berikutnya.
Sementara itu, cabang voli pantai di Pantai Cemara Kembar menghadirkan tantangan tersendiri bagi para atlet. Bermain di atas pasir dengan cuaca yang cukup terik menguji daya tahan fisik sekaligus kekompakan setiap pasangan dalam memperebutkan kemenangan.
Memasuki penghujung kompetisi, setiap pertandingan pada PORSENI XV memiliki arti penting bagi seluruh kontingen. Persaingan yang semakin ketat di berbagai cabang olahraga dan seni menjadi gambaran tingginya semangat sportivitas para peserta dalam memperebutkan hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama institusi masing-masing. (SAS)