Medan | Neraca – Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (HMPS TRPL) Politeknik Negeri Medan resmi melantik kepengurusan baru periode 2026/2027 pada Rabu, 9 September 2026 pukul 08.30 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Medan tersebut dihadiri oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), pimpinan himpunan mahasiswa program studi lainnya, serta Kepala Program Studi TRPL, Ibu Yuyun Yusnida Lase, S.Kom., M.Kom.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang membacakan susunan kegiatan secara resmi. Seluruh hadirin kemudian berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Politeknik Negeri Medan dan Mars Mahasiswa sebagai bentuk peneguhan semangat kebersamaan serta jiwa kemahasiswaan.
Acara selanjutnya diisi dengan pembacaan doa guna memohon kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan amanah organisasi. Setelah itu, Ketua HMPS TRPL periode sebelumnya, Muhammad Fadel Dizwara, menyampaikan kata sambutannya. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah bekerja sama selama masa kepemimpinannya serta berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan dan meningkatkan program-program yang telah berjalan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Program Studi TRPL, Ibu Yuyun Yusnida Lase, S.Kom., M.Kom. Beliau menyampaikan arahan dan motivasi kepada para pengurus yang akan dilantik mengenai pentingnya kepemimpinan, tanggung jawab, serta dedikasi dalam berorganisasi.
Memasuki acara inti, dilakukan pembacaan Surat Keputusan (SK) Tim Formatur Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Program Studi TRPL, disaksikan oleh perwakilan DPM dan BEM Politeknik Negeri Medan. Dalam prosesi tersebut, Zhaskia Rinjani resmi menjabat sebagai Ketua HMPS TRPL periode 2026/2027 dan didampingi oleh Daniel Cristian Sitompul sebagai Wakil Ketua.
Usai pelantikan Ketua dan Wakil Ketua, dilakukan serah terima memori jabatan dari kepengurusan demisioner kepada Ketua Himpunan yang baru dilantik, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan periode 2026/2027 dan pelantikan seluruh jajaran pengurus baru oleh Zhaskia Rinjani, disertai penyematan pin sebagai simbol resmi masa jabatan. Dengan pengucapan sumpah tersebut, seluruh pengurus dinyatakan sah mengemban tugas dan tanggung jawab organisasi selama satu periode ke depan.
Usai pelantikan, Ketua HMPS TRPL periode 2026/2027, Zhaskia Rinjani, menyampaikan bahwa keputusannya maju sebagai Ketua HMPS TRPL didorong oleh pengalamannya sebagai Wakil Ketua pada periode sebelumnya. Pengalaman tersebut membuatnya memahami kondisi internal organisasi, termasuk hal-hal yang telah berjalan baik maupun yang masih perlu dibenahi.
“Saya sendiri sebelumnya pernah menjadi Wakil Ketua, jadi saya cukup mengetahui bagaimana kondisi internal organisasi, apa yang sudah berjalan, dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.
Zhaskia juga menjelaskan bahwa alih-alih menghadirkan banyak program baru, kepengurusannya akan lebih dahulu menyaring program kerja berdasarkan tingkat kebutuhan, relevansi bagi mahasiswa, serta kemampuan organisasi dalam menjalankannya.
“Lebih baik programnya lebih sedikit, tetapi jelas tujuannya, maksimal pelaksanaannya, dan benar-benar memberikan dampak,” katanya.
Untuk program prioritas ke depan, HMPS TRPL berencana mengarahkan Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia (POSDM) sebagai jembatan komunikasi antara HMPS dan mahasiswa, guna menjaring aspirasi yang kemudian disesuaikan menjadi program kerja di bidang akademik, minat bakat, keagamaan, maupun publikasi dan informasi.
Mengenai tantangan yang akan dihadapi ke depan, Zhaskia menilai bahwa rendahnya keaktifan sebagian mahasiswa dalam kegiatan HMPS menjadi salah satu tantangan yang perlu dicermati. Menurutnya, hal tersebut tidak seharusnya langsung dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian, melainkan perlu ditelusuri lebih dulu penyebabnya, termasuk kemungkinan program yang ditawarkan belum sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Ia juga menyampaikan bahwa kepengurusan saat ini akan melakukan evaluasi terhadap sistem kerja periode sebelumnya sebagai langkah perbaikan, dengan menekankan bahwa kritiknya bukan ditujukan kepada individu tertentu, melainkan kepada sistem kerja organisasi.
Sebagai bentuk warisan bagi kepengurusan selanjutnya, Zhaskia berharap sistem kerja yang dibangun pada periode ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi HMPS TRPL.
“Saya tidak maju sebagai Kahim hanya untuk menjalankan satu periode kepengurusan, tetapi saya ingin HMPS TRPL ke depan bisa memiliki sistem yang lebih baik dan meninggalkan sesuatu yang bisa dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya,” tutup Zhaskia. (SAS)