Medan | Neraca – Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Telekomunikasi( HMPS-TK) sukses menyelenggarakan acara Debat Pasangan Calon (Paslon) Ketua dan Wakil Ketua HMPS Teknik Telekomunikasi Periode 2026/2027. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini bertempat di Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Medan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Politeknik Negeri Medan, serta kata sambutan dari Ketua Panitia, Aflah Aldi Mukhtar T.
Dalam wawancara, Ketua Panitia menyampaikan bahwa proses persiapan acara ini sejak awal hingga hari pelaksanaan cukup menantang. Namun, panitia telah berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sukses. Ia juga menjelaskan bahwa panitia telah berkoordinasi dengan berbagai himpunan, Badan Eksekutif Mahasiswa, Kepala Program Studi Teknik Telekomunikasi, serta Kepala Jurusan Teknik Elektro agar acara dapat berlangsung dengan baik.
Ketua panitia juga berharap kepada kedua paslon yang nantinya terpilih agar dapat menjalankan visi dan misi dengan baik serta merealisasikan seluruh program kerja yang telah disampaikan selama rangkaian acara debat. Ia juga berharap ke depannya Program Studi Teknik Telekomunikasi dapat menjadi lebih baik lagi.
Aflah juga menegaskan pentingnya partisipasi seluruh mahasiswa Teknik Telekomunikasi dalam kegiatan ini agar mereka dapat mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan organisasi serta memahami kebutuhan untuk mengembangkan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Telekomunikasi di masa mendatang. Ia menekankan bahwa himpunan ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk seluruh mahasiswa Teknik Telekomunikasi.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib debat, penetapan dan pengenalan para paslon, serta penyampaian visi dan misi dari masing-masing paslon.
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Telekomunikasi (HMPS-TK) menghadirkan dua pasangan calon dengan gagasan dan pendekatan kepemimpinan yang berbeda. Paslon 1 mengusung Kabinet Asa yang berarti Aspiratif, Solid, dan Aktif. Sementara itu, Paslon 2 mengusung Kabinet Saharkarya Jaya, yang mencerminkan nilai profesionalisme, kebijaksanaan, integritas, pemikiran yang matang, sikap analitis dalam menjalankan program kerja, serta kejayaan yang ingin diraih oleh kabinet tersebut.
Paslon 1: Kabinet Asa — Simbol Harapan dan Cita-Cita Bersama
Paslon Dery Josenta Nababan dan Rebekka Nurcahaya Nainggolan mengusung visi dan misi sebagai berikut.
Visi
“Mewujudkan Himpunan Mahasiswa Teknik Telekomunikasi sebagai organisasi yang progresif, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, keterampilan, serta solidaritas mahasiswa.”
Misi
- Menjalankan kepemimpinan yang berintegritas, bertanggung jawab, dan terbuka terhadap aspirasi mahasiswa.
- Meningkatkan kualitas akademik dan kompetensi mahasiswa melalui program yang relevan dengan kebutuhan industri.
- Membangun tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel secara bertahap.
- Menjadikan himpunan sebagai wadah aspirasi dan pengembangan mahasiswa melalui program yang realistis dan berkelanjutan.
Kabinet Asa menekankan kepemimpinan yang aktif, membaur, dan terbuka terhadap aspirasi mahasiswa. Mereka menghadirkan beberapa program kerja unggulan, seperti:
- Link and Learn Industri, yaitu program kunjungan industri untuk membuka peluang magang dan memperluas relasi mahasiswa.
- TFF (Telkom Future Forum) sebagai wadah diskusi mengenai masa depan mahasiswa.
- ASA Voice Forum sebagai ruang aspirasi dan evaluasi mahasiswa.
Paslon 1 menegaskan bahwa seluruh kegiatan harus dapat dirasakan oleh semua mahasiswa, bukan hanya oleh sebagian kalangan. Mereka juga mendorong partisipasi aktif mahasiswa melalui kegiatan seminar serta program kunjungan industri.
Dalam mekanisme evaluasi, Kabinet Asa berkomitmen untuk melakukan komunikasi langsung dengan mahasiswa guna mengetahui harapan yang belum terpenuhi. Jika terjadi kegagalan program, mereka akan melakukan evaluasi internal terlebih dahulu. Namun, apabila permasalahan berskala besar, mereka menyatakan siap mempublikasikannya secara terbuka untuk mencari solusi bersama.
Paslon 2: Kabinet Saharkarya Jaya — Profesionalisme, Kebijaksanaan, dan Integritas
Paslon Rico Dwirianto Rahmadhi dan Faisal Azhar mengusung visi dan misi sebagai berikut.
Visi
“Mewujudkan HMPS Telkom sebagai organisasi yang adaptif, aktif, dan kolaboratif, serta menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan menyalurkan ide maupun inovasi di lingkungan Kampus Polmed.”
Misi
- Menciptakan nilai kedisiplinan dan profesionalitas di dalam Himpunan Teknik Telekomunikasi demi meningkatkan integritas dan dedikasi bersama.
- Mendorong keterlibatan mahasiswa Teknik Telekomunikasi secara aktif dalam kegiatan akademik maupun nonakademik serta peka terhadap isu dan aspirasi mahasiswa di lingkup Teknik Telekomunikasi.
- Membangun kolaborasi aktif dengan organisasi internal maupun eksternal demi terciptanya himpunan yang solid dan inklusif.
- Mengembangkan program kerja yang fleksibel, inovatif, dan relevan dengan kondisi serta aspirasi mahasiswa Teknik Telekomunikasi.
Paslon 2 hadir dengan gaya kepemimpinan yang menekankan inisiatif, kreativitas, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Mereka menawarkan pendekatan yang lebih sistematis melalui konsolidasi rutin dan forum aspirasi bulanan.
Beberapa program kerja unggulan yang ditawarkan antara lain:
- Telkom Festival
- Telkom Exhibition
- Telkom Cup
Kabinet Saharkarya Jaya juga menyoroti tantangan utama organisasi, yaitu minimnya kontribusi mahasiswa serta keterbatasan dana. Oleh karena itu, mereka berencana untuk:
- Mencari sumber pendanaan internal dan eksternal.
- Melakukan revisi terhadap program kerja yang kurang efektif.
- Meningkatkan transparansi penggunaan dana.
- Melibatkan mahasiswa di luar HMPS untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.
Dalam hal pertanggungjawaban, mereka menjanjikan sistem pengawasan internal dengan melibatkan anggota sebagai pengawas kinerja, rapat evaluasi terbuka, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang objektif.
Isu Debat: Gaya Kepemimpinan yang Akan Digunakan Kedua Paslon
Paslon 1 menyampaikan bahwa gaya kepemimpinan yang akan mereka terapkan adalah kepemimpinan yang aktif dan membaur dengan mahasiswa Teknik Telekomunikasi. Hal ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat keaktifan mahasiswa Teknik Telekomunikasi di lingkungan Kema Polmed serta kurangnya ruang bagi aspirasi mahasiswa. Untuk menampung berbagai aspirasi tersebut, mereka menyediakan forum ASA sebagai wadah diskusi dan penyampaian ide.
Sementara itu, Paslon 2 menyampaikan bahwa gaya kepemimpinan yang akan mereka gunakan adalah inisiatif, kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi tujuan sekaligus prinsip yang akan mereka pegang. Mereka juga menambahkan bahwa sikap aktif tetap harus disertai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Selain itu, mereka berharap seluruh mahasiswa Teknik Telekomunikasi dapat turut berkontribusi, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga nonakademik.
Debat ini menunjukkan dua pendekatan kepemimpinan yang berbeda:
- Kabinet Asa menekankan integritas, keterbukaan terhadap aspirasi, serta program berbasis kebutuhan industri.
- Kabinet Saharkarya Jaya menekankan kedisiplinan, transparansi sistem kerja, serta penguatan akademik berbasis kolaborasi.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. (MAH/MPS)