Medan | Neraca – REKA Project berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Rani menggelar kegiatan bertajuk “REKA: Pakai Lagi, Reka Lagi” di Nutrihub Medan, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut mengajak peserta memanfaatkan pakaian bekas menjadi produk baru yang bernilai guna sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap limbah tekstil.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan membeli pakaian secara berlebihan yang dapat menyebabkan menumpuknya pakaian tidak terpakai. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pakaian lama dan sisa kain masih dapat dimanfaatkan kembali, alih-alih langsung dibuang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai jenis-jenis tekstil dan proses pengolahan kembali bahan tekstil. Setelah itu, peserta mengikuti praktik mengolah pakaian atau kain bekas menjadi produk baru, salah satunya tas jinjing (tote bag). Selain membantu mengurangi limbah tekstil, kegiatan ini juga memperkenalkan potensi pengolahan pakaian bekas menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.
Manager Project, Dwi Garani Oktavianti, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran anak muda agar lebih bijak dalam membeli pakaian. Ia juga mendorong peserta untuk menghindari kebiasaan belanja impulsif akibat pengaruh media sosial serta membiasakan diri menggunakan kembali pakaian yang masih layak.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mengubah cara pandang peserta terhadap pakaian yang sudah tidak digunakan. Dengan demikian, pakaian bekas tidak serta-merta dibuang, tetapi dapat diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat.
Sementara itu, panitia, Shefira Riai Manany, mengatakan bahwa gagasan kegiatan ini berawal dari pengamatan terhadap pakaian yang hanya digunakan dalam waktu singkat, kemudian dibiarkan menumpuk tanpa dimanfaatkan kembali. Kondisi tersebut mendorong penyelenggara untuk mengajak masyarakat mengolah pakaian lama menjadi barang yang lebih berguna.
Melalui kolaborasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai tekstil, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengolah pakaian bekas. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu upaya mengurangi limbah tekstil.
Salah satu peserta, Mutiara, mengaku kegiatan tersebut mengubah pandangannya terhadap pakaian bekas. Ia terdorong untuk mulai memanfaatkan pakaian lama yang ada di rumah menjadi barang baru yang lebih berguna.
Bagi Mutiara, salah satu pengalaman paling berkesan selama kegiatan adalah belajar menjahit dari dasar dengan bimbingan mentor dari Rumah Kreatif Rani. Ia mempelajari tahapan menjahit, mulai dari memasukkan benang ke jarum hingga menyelesaikan proses menjahit, meskipun sebelumnya belum memiliki pengetahuan mengenai keterampilan tersebut.
Setelah sesi praktik dan rangkaian kegiatan utama selesai, acara dilanjutkan dengan penutupan, pengumuman pemenang, serta pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama yang melibatkan penyelenggara, mentor, dan peserta.
Melalui kegiatan “REKA: Pakai Lagi, Reka Lagi”, penyelenggara berharap peserta dapat membiasakan diri menggunakan kembali pakaian yang masih layak, mengurangi limbah tekstil, dan memanfaatkan barang yang dimiliki secara lebih kreatif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong anak muda untuk lebih bijak dalam membeli pakaian serta melihat pakaian bekas sebagai bahan yang masih berpotensi diolah menjadi produk bernilai. (SGP)