Medan | Neraca — Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Medan (KEMA Polmed) menggelar audiensi bersama Direktur Politeknik Negeri Medan, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., pada Jumat, 13 Maret 2026 di Ruang Rapat Direktorat Gedung Z. Pertemuan tersebut menjadi forum dialog antara mahasiswa dan pimpinan kampus untuk membahas berbagai isu yang berkembang di lingkungan Politeknik Negeri Medan. Audiensi ini turut dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Ahmad Kholil, S.E., M.Si., Kepala Bagian Umum Doni Kurniawan, serta perwakilan organisasi mahasiswa seperti DPM, BEM, HMPS, UKM, dan LPM Neraca. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komunikasi langsung antara mahasiswa dan pimpinan institusi untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh klarifikasi terhadap sejumlah kebijakan kampus yang menjadi perhatian mahasiswa.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Medan, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara mahasiswa dan pihak direksi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan kampus. Ia menyampaikan bahwa pihak kampus selalu membuka ruang dialog bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik maupun masukan secara konstruktif. Menurutnya, keberadaan organisasi mahasiswa memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pihak institusi.
“Lakukanlah kegiatan organisasi dengan sebaik-baiknya dan kritisi juga dengan baik. Kami membuka seluas-luasnya forum komunikasi antara mahasiswa dan direksi,” ujar Idham Kamil.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi melalui Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan apabila terdapat kendala untuk bertemu langsung dengan pimpinan kampus. Menurutnya, mekanisme tersebut dapat membantu mempercepat penyampaian berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa.
Klarifikasi Hibah Mobil Listrik
Isu mengenai hibah mobil listrik dari Bank Mandiri kepada Politeknik Negeri Medan menjadi salah satu pembahasan utama dalam audiensi tersebut. Pertanyaan terkait hal ini disampaikan oleh Pimpinan Umum LPM Neraca Politeknik Negeri Medan, Valerie Kheista Namira, yang meminta penjelasan langsung dari pihak kampus mengenai kronologi hibah kendaraan tersebut. Ia menyampaikan bahwa klarifikasi dari pihak kampus diperlukan agar informasi yang beredar di kalangan mahasiswa tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami ingin memastikan kronologi hibah mobil listrik ini agar tidak terjadi simpang siur informasi di kalangan mahasiswa. Penjelasan dari pihak kampus penting agar mahasiswa memperoleh informasi yang jelas dan tidak menimbulkan spekulasi,” ujar Valerie Kheista Namira.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Idham Kamil menjelaskan bahwa mobil listrik tersebut merupakan hibah yang diberikan oleh Bank Mandiri melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Ia menyampaikan bahwa hibah tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan fasilitas institusi pendidikan.
“Mobil listrik itu merupakan hibah dari Bank Mandiri melalui program CSR. Penyerahannya dilakukan secara resmi pada Desember 2025 dan dilengkapi dengan berita acara serah terima antara pihak Bank Mandiri dan Politeknik Negeri Medan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan bantuan tersebut awalnya berupa beasiswa kemudian dialihkan menjadi kendaraan operasional tidaklah benar. Menurutnya, bentuk bantuan dalam program CSR sepenuhnya merupakan kebijakan dari pihak pemberi bantuan. Kampus hanya menerima bantuan yang ditawarkan sesuai dengan program yang diberikan oleh perusahaan.
“Tidak benar bahwa saya meminta bantuan beasiswa diubah menjadi mobil listrik. Program CSR ditentukan oleh pihak pemberi bantuan, bukan oleh kami sebagai penerima,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kendaraan listrik tersebut juga sejalan dengan upaya kampus dalam mendukung konsep kampus yang lebih ramah lingkungan.
Status Administrasi Aset
Selain menanyakan kronologi hibah kendaraan, mahasiswa juga mempertanyakan status administrasi mobil listrik tersebut sebagai aset kampus. Pertanyaan ini disampaikan oleh Pemimpin Redaksi LPM Neraca Politeknik Negeri Medan, Euodia Evelyn, yang meminta penjelasan mengenai proses pencatatan kendaraan hibah dalam sistem administrasi aset institusi. Menurutnya, transparansi terkait pengelolaan aset kampus menjadi hal penting agar mahasiswa dapat memahami mekanisme administrasi yang berlaku di institusi.
“Kami ingin mengetahui bagaimana proses pencatatan aset tersebut agar mahasiswa juga memahami status administrasinya dan bagaimana pengelolaannya sebagai bagian dari aset kampus,” ujar Euodia Evelyn.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Umum Politeknik Negeri Medan, Doni Kurniawan, menjelaskan bahwa setiap aset yang diterima oleh Politeknik Negeri Medan, termasuk aset hibah, akan dicatat dalam sistem administrasi aset pemerintah. Namun, proses pencatatan tersebut harus melalui beberapa tahapan sebelum dimasukkan ke dalam neraca institusi.
Tahapan tersebut meliputi verifikasi dokumen hibah, berita acara serah terima, serta kelengkapan dokumen kepemilikan kendaraan seperti BPKB dan nomor polisi. Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, barulah aset tersebut dapat dimasukkan secara resmi dalam sistem pencatatan aset kampus.
“Tidak ada aset hibah yang tidak dicatat. Semua aset akan dimasukkan ke dalam neraca Polmed setelah seluruh dokumen administrasinya dinyatakan lengkap,” jelas Doni Kurniawan.
Mahasiswa Soroti Fasilitas Organisasi
Selain isu hibah kendaraan, mahasiswa juga menyampaikan aspirasi terkait fasilitas organisasi mahasiswa di lingkungan kampus. Aspirasi tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Polmed, Zulfarna Tamba, yang menyoroti keterbatasan ruang sekretariat bagi sejumlah organisasi mahasiswa. Menurutnya, keberadaan ruang sekretariat sangat penting sebagai pusat kegiatan administrasi dan koordinasi organisasi.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat organisasi mahasiswa yang belum memiliki ruang sekretariat yang memadai untuk menjalankan aktivitas organisasi. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pelaksanaan program kerja serta kegiatan yang melibatkan mahasiswa secara lebih luas.
“Kami berharap ada perhatian dari pihak kampus terhadap kebutuhan sekretariat organisasi mahasiswa agar kegiatan organisasi dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Zulfarna Tamba.
Menurutnya, fasilitas organisasi yang memadai akan membantu meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Politeknik Negeri Medan. Ia juga berharap adanya komunikasi lanjutan antara pihak kampus dan organisasi mahasiswa untuk mencari solusi terhadap keterbatasan fasilitas tersebut.
Aspirasi Keamanan dan Internet Kampus
Selain persoalan fasilitas organisasi, mahasiswa juga menyampaikan keluhan terkait keamanan di area parkir kampus. Aspirasi tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPM Polmed, Bungsu Simamora, yang menyoroti kasus kehilangan helm yang sempat terjadi di lingkungan kampus. Ia juga menyampaikan bahwa beberapa kamera pengawas atau CCTV di area kampus dilaporkan tidak berfungsi dengan baik.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pengawasan yang optimal sangat penting untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman bagi mahasiswa. Oleh karena itu, ia berharap pihak kampus dapat melakukan perbaikan terhadap fasilitas keamanan yang ada.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Medan, Ahmad Kholil, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa fungsi utama petugas keamanan kampus adalah menjaga ketertiban lingkungan kampus secara umum. Meski demikian, pihak kampus tetap berupaya meningkatkan pengawasan di beberapa titik yang dianggap rawan.
“Keamanan kampus merupakan tanggung jawab bersama. Kami akan berupaya meningkatkan pengawasan, namun mahasiswa juga perlu menjaga barang pribadinya,” ujar Ahmad Kholil.
Permasalahan lain yang turut disampaikan dalam audiensi tersebut adalah terkait kualitas jaringan internet di beberapa gedung perkuliahan. Bungsu Simamora menyampaikan bahwa jaringan internet di Gedung S sering kali tidak stabil sehingga menghambat aktivitas akademik mahasiswa maupun kegiatan organisasi yang memerlukan akses internet.
Menanggapi hal tersebut, Idham Kamil menyampaikan bahwa pihak kampus telah menerima laporan terkait permasalahan jaringan internet di beberapa gedung. Ia menyatakan bahwa laporan tersebut telah diteruskan kepada tim Pusat Sistem Informasi untuk dilakukan pengecekan serta perbaikan teknis.
“Jika ada hotspot yang tidak berfungsi atau jaringan yang bermasalah, silakan dilaporkan. Kami akan meminta tim teknis untuk segera mengecek dan memperbaikinya,” ujarnya.
Dorong Dialog dan Kegiatan Mahasiswa
Di akhir audiensi, Idham Kamil kembali menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pihak kampus. Ia berharap organisasi mahasiswa dapat terus berperan aktif dalam mengembangkan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan akademik.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai kritik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kampus yang lebih baik. Oleh karena itu, ia mendorong organisasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kegiatan yang mampu meningkatkan kompetensi serta prestasi mahasiswa.
“Organisasi mahasiswa harus aktif mengembangkan kegiatan yang meningkatkan kompetensi dan prestasi mahasiswa,” katanya.
Direktur juga menyampaikan bahwa pihak kampus akan terus melibatkan mahasiswa dalam berbagai agenda institusi, termasuk kegiatan tingkat nasional yang melibatkan perguruan tinggi vokasi. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam mengharumkan nama Politeknik Negeri Medan di berbagai ajang.
Audiensi tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan kampus dan perwakilan organisasi mahasiswa sebagai simbol komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi yang konstruktif antara mahasiswa dan pihak institusi. (EBN)