Neraca – Antrean panjang kendaraan masih terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Di Kota Medan, Deli Serdang, hingga sejumlah daerah lainnya, masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, berdasarkan laporan sejumlah media, antrean kendaraan di beberapa SPBU mencapai hingga dua kilometer.
Selain mengularnya antrean, beberapa SPBU dilaporkan membatasi jumlah pembelian BBM, sementara sebagian lainnya kehabisan stok. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja maupun menjalankan usaha.
Penyebab Kelangkaan
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyatakan bahwa kelangkaan BBM dipicu oleh terganggunya distribusi akibat banjir bandang yang melanda wilayah Aceh. Menurutnya, bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada jalur lintas nasional yang menjadi akses distribusi mobil tangki menuju Sumatera Utara sehingga pasokan BBM ke sejumlah SPBU mengalami keterlambatan.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyampaikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman. Pertamina menjelaskan kendala yang terjadi berada pada proses distribusi menuju SPBU, bukan pada ketersediaan stok. Perusahaan juga menyatakan telah mengoptimalkan armada mobil tangki dan mempercepat penyaluran agar pasokan BBM di wilayah Sumatera Utara segera kembali normal.
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa gangguan distribusi menjadi penyebab utama kelangkaan BBM. Pemerintah bersama Pertamina disebut terus melakukan langkah normalisasi distribusi guna memastikan pasokan kembali tersedia di wilayah terdampak.
Dampak bagi Masyarakat
Kelangkaan BBM menyebabkan masyarakat harus mengantre selama berjam-jam di sejumlah SPBU. Antrean kendaraan yang memanjang hingga ke badan jalan juga mengakibatkan kemacetan di beberapa titik.
Kondisi tersebut turut berdampak pada pengemudi ojek daring, sopir angkutan umum, pelaku usaha, serta masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja terpakai untuk mengantre BBM sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
Selain itu, sebagian masyarakat memilih membeli BBM nonsubsidi karena stok Pertalite maupun Biosolar di beberapa SPBU tidak tersedia. Hal ini membuat pengeluaran transportasi meningkat, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi.
Upaya Penanganan
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan telah melakukan berbagai langkah percepatan distribusi untuk memenuhi kebutuhan BBM di Sumatera Utara. Optimalisasi armada mobil tangki dilakukan agar pasokan dapat segera disalurkan ke SPBU yang mengalami kekurangan stok.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat normalisasi distribusi. Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan pasokan BBM di seluruh wilayah terdampak sehingga antrean panjang di SPBU dapat segera terurai. (SAS)
Referensi
https://www.metrotvnews.com/play/bmRCYWjA-bbm-di-sumut-masih-langka-warga-rela-antre-hingga-2-kilometer#:~:text=Kelangkaan%20BBM%20masih%20terjadi%20imbas%20bencana%20banjir%20bandang,terpaksa%20membatasi%20jumlah%20pembelian%20untuk%20kendaraan%20roda%20empat.
https://sumut.idntimes.com/news/sumatra-utara/bbm-langka-di-sumut-beda-pernyataan-gubernur-bobby-dengan-pertamina-00-f4z9n-ljwj59
https://news.detik.com/berita/d-8574551/bbm-langka-di-medan-warga-antre-berjam-jam-di-spbu
https://finance.detik.com/energi/d-8576823/esdm-buka-suara-soal-penyebab-bbm-langka-di-medan
https://www.liputan6.com/regional/read/8247675/membongkar-biang-kerok-bbm-langka-di-sumut#google_vignette