Medan | Neraca – Dalam upaya mendorong generasi muda melihat peluang dari limbah, AIESEC in Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Impact Circle 11.0 di Aula Serbaguna Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU pada 18 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Waste to Value: Transforming Waste into Valuable Product”.
Sebanyak 138 peserta mengikuti kegiatan ini dengan mempraktikkan langsung pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Acara dibuka melalui sesi mood check dan roll dance yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Patrick Immanuel dan Priscillia Putri. Selanjutnya, Local Committee President AIESEC in USU 2026, Karina Chandra, menyampaikan sambutan pembuka. Organizing Committee President Impact Circle 11.0, Putri Azla, turut memberikan sambutan kepada peserta.
Sesi diskusi utama dipandu oleh Silvia Decmerry selaku pendiri @eco.educare melalui materi bertajuk “Waste to Value Innovation”. Dalam pemaparannya, Silvia menyoroti sejumlah inisiatif, salah satunya KABAYA (Kampung Nelayan Seberang Berdaya). Ia juga mengajak peserta untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan dari kebiasaan sederhana, seperti membawa tumbler dan tas belanja sendiri.
Daya tarik utama kegiatan ini terletak pada sesi praktik langsung dan diskusi kelompok. Dalam sesi homegroup, peserta ditantang merancang ide produk berbasis daur ulang beserta pemetaan target pasar. Ide tersebut kemudian direalisasikan dalam sesi interaktif, seperti mengubah pakaian bekas menjadi tote bag serta mendaur ulang botol plastik menjadi keranjang mini.
Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan global melalui sesi LEADs yang membahas program kerelawanan internasional, Global Volunteer. Sesi ini menghadirkan Exchange Participants AIESEC, Stevany Putri dan Jelshe Vaneciabela, yang membagikan pengalaman mereka mengikuti program volunteering di Korea Selatan dan Thailand, serta memperkenalkan peluang serupa di berbagai negara.
Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan kampanye digital (call to action) melalui Instagram untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Panitia juga memberikan apresiasi kepada Homegroup 10 sebagai Best Homegroup, serta penghargaan Best Delegates kepada Isti, Wanda, dan Rahmi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, AIESEC in USU berharap generasi muda, khususnya di Kota Medan, dapat terus berinovasi dan kreatif dalam memanfaatkan limbah di lingkungan sekitar.