Medan | Neraca — Pemaparan Visi dan Misi Pasangan Calon (Paslon) Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Informatika periode 2026/2027 dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai ini bertempat di Gedung N Lantai 2, Ruangan N-209 dan N-210, Politeknik Negeri Medan. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi.
Melalui pemaparan tersebut, pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, tujuan, serta rencana strategis dalam mengembangkan HMPS Manajemen Informatika pada periode mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal arah kepemimpinan dan komitmen yang ditawarkan oleh calon pemimpin organisasi. Momentum ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi calon ketua untuk memperkenalkan visi dan misi, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan kepengurusan sebelumnya. Pengalaman, pencapaian, serta berbagai pembelajaran selama masa kepemimpinan dapat menjadi bekal dalam menentukan arah perkembangan HMPS Manajemen Informatika ke depan.
Zaky Farhan Sitorus selaku Ketua HMPS Manajemen Informatika periode 2025/2026 menyampaikan sejumlah pengalaman dan pembelajaran selama menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin organisasi. Ia mengungkapkan bahwa salah satu hal penting dalam menjalankan organisasi adalah membangun komunikasi dan kedekatan dengan seluruh mahasiswa. Menurutnya, pendekatan melalui pertemuan-pertemuan kecil yang dilakukan di sela waktu perkuliahan menjadi salah satu upaya untuk mempererat hubungan antar mahasiswa. Langkah tersebut bertujuan menciptakan komunikasi yang lebih baik sehingga mahasiswa merasa nyaman, memiliki kepedulian, dan turut menjadi bagian dari himpunan.
Tidak hanya mengutamakan komunikasi, Zaky juga menceritakan perubahan pola evaluasi internal yang diterapkan selama masa kepemimpinannya. Ia menjelaskan bahwa rapat bulanan menjadi ruang bagi seluruh anggota untuk menyampaikan kritik dan masukan secara terbuka. Berbagai persoalan yang muncul dibahas bersama, termasuk hal-hal kecil yang dinilai perlu mendapatkan perhatian agar dapat segera ditemukan solusinya. Menurutnya, keterbukaan dalam menyampaikan pendapat merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih baik. Dengan adanya evaluasi secara rutin, setiap anggota memiliki kesempatan untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan kepengurusan.
Selama masa kepengurusannya, ia juga menilai bahwa sejumlah program kerja yang telah dilaksanakan mampu memberikan pengalaman dan manfaat bagi mahasiswa Manajemen Informatika. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar lingkungan perkuliahan. Keterlibatan mahasiswa sebagai peserta maupun panitia menjadi salah satu indikator bahwa program kerja himpunan dapat menjadi wadah untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan.
Dalam menyampaikan pandangannya mengenai kepengurusan selanjutnya, Zaky menekankan pentingnya mempertahankan komunikasi antara pemimpin dan anggota. Ia berharap ketua berikutnya dapat menjadi sosok yang terbuka terhadap saran, masukan, maupun kritik dari anggota dan mahasiswa secara umum. Menurutnya, seorang pemimpin perlu memahami bahwa setiap anggota memiliki pandangan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Kepemimpinan tidak seharusnya hanya berfokus pada ambisi pribadi, tetapi juga perlu memperhatikan kebutuhan dan aspirasi seluruh mahasiswa.
Selain menyampaikan harapan, Zaky juga memberikan pesan kepada calon ketua agar mempersiapkan setiap rencana kepemimpinannya secara matang. Persiapan tersebut mencakup pemahaman terhadap visi dan misi, penyusunan program kerja, hingga langkah konkret yang akan dilakukan apabila nantinya dipercaya memimpin HMPS Manajemen Informatika. Ia berharap calon ketua dapat menjadikan proses pemaparan visi dan misi sebagai awal untuk benar-benar mempersiapkan tanggung jawab yang akan diemban, sehingga setiap gagasan yang disampaikan dapat diwujudkan melalui perencanaan yang jelas.
Naoki Rifid Husriadi sebagai calon Ketua HMPS Manajemen Informatika periode 2026/2027 menyampaikan sejumlah gagasan mengenai arah pengembangan organisasi apabila nantinya diberikan kepercayaan untuk memimpin. Salah satu fokus yang ingin ia dorong adalah meningkatkan minat dan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program kerja maupun kegiatan himpunan. Menurutmya, keberadaan organisasi perlu didukung oleh partisipasi mahasiswa agar setiap program yang dirancang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat secara lebih luas. Oleh karena itu, ia ingin memahami lebih jauh berbagai alasan yang memengaruhi ketertarikan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan himpunan.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan komunikasi yang telah dilakukannya dengan beberapa mahasiswa, terdapat sejumlah pertimbangan yang memengaruhi keikutsertaan mereka. Di antaranya adalah kebutuhan biaya dan transportasi untuk menghadiri kegiatan, serta jadwal pribadi yang terkadang bersamaan dengan waktu pelaksanaan acara. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Naoki dalam menyusun rencana kepemimpinan ke depan. Ia ingin mencari solusi agar mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih mudah, termasuk mempertimbangkan bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh HMPS berkaitan dengan kebutuhan transportasi.
Dalam menjalankan kepemimpinannya, Naoki menilai bahwa tanggung jawab seorang pemimpin tidak hanya terletak pada penyusunan dan pelaksanaan program kerja, tetapi juga pada kesediaan untuk mengevaluasi setiap capaian. Program yang belum mencapai target perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi untuk mengidentifikasi kendala dan menentukan langkah perbaikan. Dalam mewujudkan hal tersebut, ia menekankan pentingnya membentuk kabinet yang memiliki kesamaan tujuan dan pemahaman terhadap arah kepemimpinan. Menurutnya, komitmen dan kerja sama seluruh anggota kabinet menjadi faktor penting agar gagasan yang disampaikan selama proses pencalonan tidak berhenti sebagai janji, tetapi dapat direalisasikan melalui program kerja yang telah direncanakan.
Baginya, tanggung jawab dalam organisasi tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan menjalankan program kerja, tetapi juga bagaimana kepengurusan mampu menghadapi kendala dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
Pemaparan visi dan misi ini menjadi bagian dari proses regenerasi yang diharapkan dapat membawa semangat baru bagi HMPS Manajemen Informatika. Pengalaman dari kepengurusan periode 2025/2026 dapat menjadi pembelajaran, sedangkan gagasan yang disampaikan calon ketua menjadi salah satu landasan untuk merancang perkembangan organisasi pada periode 2026/2027.
Melalui kepemimpinan yang komunikatif, program kerja yang terarah, serta keterlibatan aktif seluruh mahasiswa, HMPS Manajemen Informatika diharapkan dapat terus menjadi wadah pengembangan potensi, kreativitas, dan kebersamaan mahasiswa. Dengan demikian, keberlanjutan organisasi tidak hanya ditentukan oleh pergantian kepemimpinan, tetapi juga oleh komitmen bersama untuk terus belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan program studi. (ESZ)