Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Artikel

Ghosting Bukan Sekadar Menghilang: Ketika Seseorang Meninggalkan Luka Tanpa Penjelasan

lpmneraca oleh lpmneraca
Oktober 25, 2026
dalam Artikel
0 0
0
5
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Shofy Aulia Simanungkalit

Di tengah kemudahan komunikasi melalui media sosial dan aplikasi pesan instan, mengakhiri sebuah hubungan seharusnya dapat dilakukan secara terbuka. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Balasan pesan yang tak kunjung datang, panggilan yang diabaikan, hingga akun media sosial yang tiba-tiba tidak lagi dapat diakses sering kali bukan sekadar gangguan teknis. Bagi sebagian orang, rangkaian kejadian tersebut menjadi tanda bahwa mereka sedang mengalami ghosting, yaitu tindakan mengakhiri hubungan dengan menghilang tanpa memberikan penjelasan.

Apa itu Ghosting?

Dalam kehidupan sehari-hari, ghosting digunakan untuk menggambarkan situasi ketika seseorang tiba-tiba menghentikan seluruh bentuk komunikasi tanpa memberikan penjelasan. Tindakan tersebut dapat berupa tidak lagi membalas pesan, mengabaikan panggilan telepon, hingga memutus seluruh akses komunikasi, termasuk melalui media sosial. Fenomena ini paling sering terjadi pada tahap pendekatan atau dating, tetapi tidak menutup kemungkinan dialami oleh mereka yang telah menjalin hubungan yang lebih dekat, baik sebagai pasangan, sahabat, maupun rekan.

Media sosial dan aplikasi percakapan instan memiliki peran besar dalam maraknya fenomena ghosting. Kemudahan berkomunikasi melalui berbagai platform digital membuat proses pendekatan dan interaksi berlangsung semakin intens. Namun, di sisi lain, kemudahan tersebut juga memungkinkan seseorang mengakhiri komunikasi hanya dengan berhenti membalas pesan, menghapus kontak, atau memblokir akun media sosial orang lain tanpa perlu memberikan alasan secara langsung.

Mengapa Seseorang Memilih Melakukan Ghosting?

Setiap pelaku ghosting memiliki alasan yang berbeda-beda. Namun, secara umum tindakan tersebut lebih sering dipengaruhi oleh ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi situasi yang dianggap tidak nyaman dibandingkan keinginan untuk menyakiti orang lain. Salah satu penyebab yang paling umum adalah ketidaksiapan untuk menjalani hubungan yang lebih serius. Ketika hubungan mulai berkembang dan menuntut komitmen, sebagian orang memilih menghilang karena merasa belum siap menghadapi tanggung jawab emosional yang menyertainya.

Selain itu, ghosting juga kerap dilakukan sebagai bentuk penghindaran terhadap konflik. Dikutip dari Psychology Today, psikolog Bonnie Zucker, Ph.D., menjelaskan bahwa ghosting merupakan salah satu bentuk conflict avoidance, yaitu kecenderungan seseorang menghindari percakapan yang tidak nyaman atau konfrontasi emosional. Alih-alih menyampaikan perasaan secara jujur, pelaku memilih memutus komunikasi secara tiba-tiba karena menganggap cara tersebut lebih mudah dibandingkan harus menghadapi reaksi dari pihak lain.

Perubahan perasaan juga menjadi faktor yang cukup sering melatarbelakangi tindakan ghosting. Tidak sedikit orang yang kehilangan ketertarikan terhadap seseorang, tetapi tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya secara langsung. Akibatnya, mereka memilih menghilang tanpa penjelasan. Dalam beberapa kasus, ghosting juga dilakukan karena pelaku merasa hubungan yang dijalani belum memiliki ikatan atau komitmen yang kuat sehingga menganggap tidak perlu memberikan penjelasan sebelum mengakhiri komunikasi.

Di sisi lain, terdapat situasi tertentu ketika seseorang melakukan ghosting sebagai bentuk perlindungan diri, misalnya saat berada dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship. Meski demikian, pada hubungan yang berjalan secara normal, menghilang tanpa penjelasan tetap bukanlah cara yang ideal untuk mengakhiri sebuah hubungan karena dapat meninggalkan kebingungan, kekecewaan, dan luka emosional bagi orang yang ditinggalkan.

Apa pun alasan di balik tindakan tersebut, ghosting tetap membawa konsekuensi bagi orang yang ditinggalkan. Dampaknya bukan hanya sebatas putusnya komunikasi, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi emosional dan kesehatan mental korban.

Luka yang Ditinggalkan Korban Ghosting

Di balik keputusan seseorang untuk menghilang tanpa penjelasan, terdapat dampak emosional yang tidak bisa dianggap sepele. Korban ghosting sering kali mengalami kebingungan karena tidak mengetahui alasan berakhirnya hubungan. Ketidakjelasan tersebut membuat mereka terus mencari jawaban, mempertanyakan apa yang salah, bahkan tidak jarang menyalahkan diri sendiri. Akibatnya, pengalaman tersebut dapat memicu overthinking, rasa kecewa, hingga menurunnya kepercayaan diri.

Dampak ghosting tidak berhenti pada rasa sedih semata. Penelitian Emotional Experiences (2020) yang dipublikasikan melalui PubMed menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami ghosting dapat merasakan ancaman terhadap kebutuhan psikologis dasar, seperti kebutuhan akan rasa memiliki, harga diri, kontrol atas situasi, serta keyakinan bahwa dirinya memiliki arti. Kondisi tersebut membuat korban merasa ditolak tanpa pernah memperoleh kesempatan untuk memahami penyebabnya.

Selain itu, pengalaman ghosting juga dapat memengaruhi kesehatan mental dalam jangka panjang. Korban berisiko mengalami stres, kecemasan, kesulitan mempercayai orang lain, hingga trauma dalam membangun hubungan baru. Penelitian yang dilakukan oleh Langlais dan rekan-rekannya pada 2025 bahkan menemukan bahwa korban ghosting mengalami peningkatan kecemasan, penurunan harga diri, serta perubahan respons fisiologis, seperti meningkatnya tekanan darah dan menurunnya denyut jantung setelah mengalami penolakan secara tiba-tiba. Temuan tersebut menunjukkan bahwa dampak ghosting tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik seseorang.

Oleh karena itu, meskipun ghosting sering dianggap sebagai cara paling mudah untuk mengakhiri suatu hubungan, tindakan tersebut dapat meninggalkan luka yang jauh lebih lama dibandingkan percakapan singkat yang dilakukan secara jujur. Sebab, bagi banyak orang, yang paling menyakitkan bukanlah berakhirnya sebuah hubungan, melainkan tidak pernah mengetahui alasan mengapa hubungan itu harus berakhir.

Pada akhirnya, tidak semua hubungan memang ditakdirkan untuk bertahan. Namun, keberanian untuk mengakhiri hubungan dengan jujur merupakan bentuk penghormatan terhadap perasaan orang lain. Sebab, terkadang satu penjelasan yang sederhana jauh lebih berharga daripada seribu pertanyaan yang dibiarkan tanpa jawaban.

Referensi:

https://www.halodoc.com/artikel/pahami-arti-di-ghosting-tanda-alasan-atasinya

https://lifestyle.kompas.com/read/2026/04/14/170500420/arti-ghosting-dalam-hubungan-kenapa-seseorang-tiba-tiba-menghilang-?page=2

https://www.alodokter.com/menelusuri-istilah-ghosting-dan-cara-mengatasinya#:~:text=Istilah%20ghosting%20digunakan%20ketika%20seseorang%20memutuskan%20komunikasi%20secara,ditinggalkan.%20Putus%20hubungan%20atau%20penolakan%20tentu%20terasa%20menyakitkan.

https://www.liputan6.com/hot/read/5287768/ghosting-adalah-mengakhiri-hubungan-secara-tiba-tiba-waspadai-dampak-dan-cara-mengatasinya#google_vignette

https://mediaindonesia.com/humaniora/851143/apa-arti-ghosting-dalam-hubungan-ini-penyebab-dan-solusinya

Tag: GhostingKomunikasimedia sosialMenghilangRelationshioSituation

Terkait Pos-pos

Artikel

“Ganti Kimpul” dan Kebangkitan Umbi Lokal di Media Sosial

oleh lpmneraca
Agustus 16, 2026
0

Oleh: Shofy Aulia SimanungkalitBelakangan ini, satu nama yang cukup sering muncul di media sosial adalah kimpul. Umbi yang sebelumnya mungkin...

Baca lebih lanjut

Saat Organisasi Berubah Jadi Ajang Pembuktian Diri

Agustus 15, 2026

Kembali ke Rasa Asli Matcha

Agustus 13, 2026

Eating Disorder di Kalangan Remaja

Juli 21, 2026

LGBTQ Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2025

Juli 18, 2026

Belajar Berdamai dengan Hal yang Tak Bisa Dikendalikan: Ulasan The Let Them Theory

Juli 11, 2026

Popular Posts

Artikel

Ghosting Bukan Sekadar Menghilang: Ketika Seseorang Meninggalkan Luka Tanpa Penjelasan

oleh lpmneraca
Oktober 25, 2026
0

Oleh: Shofy Aulia SimanungkalitDi tengah kemudahan komunikasi melalui media sosial dan aplikasi pesan instan, mengakhiri sebuah hubungan seharusnya dapat dilakukan...

Baca lebih lanjut

Ghosting Bukan Sekadar Menghilang: Ketika Seseorang Meninggalkan Luka Tanpa Penjelasan

BEM Polmed Sukses Gelar Acara Puncak “Sumatera Tech-Logic”: Wadah Inovasi dan Berekspresi Bagi Mahasiswa

REKA Project dan Rumah Kreatif Rani Ajak Anak Muda Ubah Pakaian Bekas Menjadi Produk Bernilai

Wisuda Polmed 2025/2026 Tak Sekadar Sukses, Lulusan Diminta Jadi Manusia Bernilai

Pengurus Baru SRE Polmed Siap Perluas Kolaborasi dan Tingkatkan Prestasi Organisasi

Wisuda Hari Kedua Polmed, Lulusan Kenang Perjuangan dan Bersiap Menatap Masa Depan

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru