Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Uncategorized

Better City Talk Oleh Clapham Collective Ajak Anak Muda Merawat Cerita Kota Medan

lpmneraca oleh lpmneraca
Agustus 26, 2026
dalam Uncategorized
0 0
0
10
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Medan | Neraca – Cerita tentang sebuah kota tidak hanya tersimpan dalam catatan sejarah. Bangunan lama, tradisi, kuliner, hingga kebiasaan masyarakat menjadi bagian dari cerita yang membentuk identitas Kota Medan. Namun, seiring bergantinya generasi, cerita-cerita tersebut perlu terus dikenalkan agar tidak semakin jauh dari ingatan masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi Better City Talk bertajuk “Merawat Cerita, Membentuk Kota” yang digelar Clapham Collective bersama Medan Cultural Change, pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Clapham Collective, Centre Point Medan, itu menjadi ruang bagi komunitas, profesional, dan masyarakat untuk membicarakan kembali berbagai cerita yang melekat pada Kota Medan.

Diskusi tersebut diikuti 61 peserta dengan menghadirkan tiga pembicara dari latar belakang berbeda, yakni Yulianto Qin selaku Administrator sekaligus Founder Urban Sketchers Medan, Rizky Nasution selaku Founder Medan Heritage, dan Ghandy November yang dikenal sebagai Content Creator. Jalannya diskusi dipandu Iki Sembiring dari Medan Cultural Change.

Pembahasan diawali dengan melihat bagaimana Kota Medan selama ini dipersepsikan oleh masyarakat. Moderator, Iki Sembiring menyinggung sejumlah dinamika yang kerap muncul dalam pengalaman orang ketika berhadapan dengan Medan, mulai dari culture shock yang dirasakan pendatang hingga stigma negatif yang masih melekat terhadap kota tersebut.

Di tengah berbagai persepsi itu, Medan dinilai memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta dinamika sosial yang tidak terlepas dari identitasnya. Kekayaan tersebut sekaligus menjadi potensi yang dapat dikembangkan apabila cerita tentang kota tidak berhenti pada masa lalu, tetapi terus dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Yulianto Qin membawa pembahasan tersebut melalui perspektif visual. Baginya, salah satu cara untuk kembali melihat Medan adalah dengan memperhatikan apa yang ada di sekeliling kota. Bersama Urban Sketchers Medan, ia melihat bangunan-bangunan lama dan keberagaman tradisi sebagai bagian dari cerita visual yang menunjukkan karakter Medan.

Menurutnya, cerita semacam itu tidak cukup hanya dibiarkan menjadi bagian dari masa lalu. Ketika identitas seperti “Paris van Sumatra” mulai semakin jarang dikenal generasi muda, dokumentasi menjadi penting agar berbagai cerita yang membentuk kota tetap dapat dikenali.

Namun, mengenal kota tidak berhenti pada apa yang tampak secara kasatmata. Ada sejarah yang menjelaskan mengapa berbagai hal tersebut menjadi bagian dari Medan. Rizky Nasution melihat kedekatan generasi muda dengan sejarah kota perlu kembali dibangun.

Langkahnya tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Mengenal dan memahami cerita yang membentuk Kota Medan dapat menjadi awal dari upaya pelestarian. Dengan mengetahui asal-usul dan perjalanan kotanya, generasi muda memiliki kesempatan untuk tidak sekadar tinggal di Medan, tetapi juga memahami tempat yang mereka tinggali.

Sementara itu, Ghandy November melihat media digital sebagai ruang lain untuk menjaga cerita tentang Medan tetap hidup. Melalui konten yang dibuatnya, ia mengangkat berbagai sisi kota, mulai dari bangunan cagar budaya, kuliner legendaris, hingga karakter masyarakatnya.

Bagi Ghandy, tantangannya bukan hanya menemukan cerita tentang Medan, tetapi memastikan cerita tersebut tetap dikenal dan mudah diakses masyarakat. Media digital menjadi salah satu cara untuk membawa cerita lokal lebih dekat dengan generasi yang lebih luas melalui medium yang akrab dengan keseharian mereka.

Perspektif tersebut mendapat apresiasi dari Jim Siahaan. Budayawan dan sejarawan senior Kota Medan itu menilai pembahasan mengenai sejarah, budaya, dan cerita kota penting untuk terus mendapat ruang, terutama ketika anak muda ikut terlibat untuk mengenal lingkungan dan sejarah kotanya.

Upaya menjaga ingatan tentang Medan juga tidak berhenti pada ruang diskusi. Edy Saputra dari Beranda Warisan Sumatera (BWS) turut menyatakan dukungannya terhadap semangat mempertahankan cerita dan sejarah kota agar tetap diketahui dan dapat diteruskan kepada generasi selanjutnya.

Merawat cerita kota pada akhirnya bukan hanya persoalan mengenang apa yang telah lewat. Ada proses untuk kembali mengenali, memahami, mencatat, lalu menceritakan Medan dengan cara yang relevan bagi masyarakat hari ini.

Melalui Better City Talk, Clapham Collective bersama Medan Cultural Change membuka ruang untuk melihat kembali Kota Medan dari berbagai perspektif sekaligus mengajak masyarakat memberi perhatian lebih terhadap cerita yang membentuk tempat mereka tinggal. (AS)

Terkait Pos-pos

Uncategorized

Indonesia Disebut 902 Kali dalam File Epstein

oleh lpmneraca
Februari 16, 2026
0

Medan | Neraca – Nama “Indonesia” disebutkan sebanyak 902 kali di dalam kumpulan dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files, berdasarkan penelusuran...

Baca lebih lanjut

Aliansi Jurnalis Independen Soroti Etika dan Tantangan AI dalam Jurnalisme Lewat Diskusi Kebebasan Pers

Mei 19, 2025

LPM NERACA POLITEKNIK NEGERI MEDAN SUKSES LANTIK 42 ANGGOTA KEPENGURUSAN BARU PERIODE 2024/2025

Januari 30, 2025

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USU Selenggarakan “A Day Trip to Tjong A Fie” Sebagai Bagian dari Kampanye Warna Warisan

Oktober 15, 2024

September 26, 2024

Revitalisasi Lapangan Voli Politeknik Negeri Medan

Agustus 22, 2024

Popular Posts

Uncategorized

Better City Talk Oleh Clapham Collective Ajak Anak Muda Merawat Cerita Kota Medan

oleh lpmneraca
Agustus 26, 2026
0

Medan | Neraca – Cerita tentang sebuah kota tidak hanya tersimpan dalam catatan sejarah. Bangunan lama, tradisi, kuliner, hingga kebiasaan...

Baca lebih lanjut

Better City Talk Oleh Clapham Collective Ajak Anak Muda Merawat Cerita Kota Medan

Diberi Nama Ruang Dialektika, REDAKSI BEM Polmed Justru Berformat Seminar

KOBARKAN SEMANGAT “INDONESIA BERDAULAT”, POLMED SUKSES GELAR UPACARA PERINGATAN HUT RI KE-81

“Ganti Kimpul” dan Kebangkitan Umbi Lokal di Media Sosial

Saat Organisasi Berubah Jadi Ajang Pembuktian Diri

Kembali ke Rasa Asli Matcha

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru