Medan | Neraca — Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Medan (Polmed) sukses menyelenggarakan Acara Puncak Sumatera Tech-Logic 2026 pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Z Lt. 5 Polmed ini menjadi ajang unjuk bakat inovasi, kompetisi, dan peningkatan kapasitas intelektual mahasiswa.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta dan tamu undangan pada pukul 08.00 WIB, disusul pembukaan resmi oleh Master of Ceremony (MC) Darius Simangunsong dan Flora Anggraini. Suasana khidmat terasa saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Polmed, dan Mars Mahasiswa, dilanjutkan dengan pembacaan doa serta penampilan tarian pembuka. Sejumlah sambutan turut mewarnai pembukaan acara, dimulai dari Ketua Panitia, Chintya Amanda, Plt. Presiden Mahasiswa, Walid Fardan Harjoyudanto, Wakil Direktur III, Dr. Ahmad Kholil, S.E., M.Si., hingga perwakilan Dewan Juri, Asha Sembiring, S.Kom., M.Kom. Acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada dewan juri dan penyampaian materi oleh pemateri Ifan Zalukhu mengenai coding menggunakan AI
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Sumatera Tech-Logic 2026, Chintya Amanda, menjelaskan latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa Sumatera Tech-Logic hadir sebagai wadah inovasi bagi mahasiswa di lingkungan Polmed maupun Sumatera secara luas. Kementerian PSDM bertindak sebagai eksekutor untuk memberikan ruang bagi mahasiswa agar dapat berkembang dan berinovasi sesuai karya serta kemampuannya masing-masing. Pihaknya sengaja menyediakannya dalam bentuk kompetisi, bukan sekadar seminar atau talkshow, agar apa yang didapatkan bisa langsung diolah, diasah, dan dijadikan karya nyata. Chintya juga mengapresiasi semangat para peserta dan berharap seluruh peserta, baik pemenang maupun yang belum berkesempatan menang, dapat terus berkembang di luar sana serta berani untuk terus berkarya.
Momentum yang paling ditunggu-tunggu tiba pada sesi pengumuman pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Desain Poster, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat serta trofi secara simbolis oleh jajaran panitia dan pimpinan BEM Polmed.
Salah satu peserta dan pemenang kompetisi LKTI dari tim Janada Juara, Nayla Naydeline Putri, turut membagikan pengalamannya. Mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan Jurusan Teknik Mesin Polmed ini mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti LKTI. Ide inovasi biopelet yang dibawakan timnya muncul dari pengamatan terhadap masalah sampah di lingkungan sekitar yang belum diolah dengan baik. Meskipun sempat mengalami demam panggung saat sesi presentasi, tim yang terdiri dari tiga orang mahasiswa ini berhasil meraih gelar juara. Nayla pun berpesan kepada mahasiswa lain untuk berani mencoba hal baru dan mencari teman-teman yang suportif, karena dengan bimbingan dan kerja sama tim yang baik, tantangan apa pun dapat diatasi.
Seluruh rangkaian acara puncak ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penutupan oleh MC pada pukul 11.30 WIB. Acara ini diharapkan dapat memicu semangat berinovasi yang berkelanjutan bagi seluruh mahasiswa di Sumatera. (AA)