Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Umum

Uang Kuliah Tunggal Kian Melonjak, Pejabat Ditjen Dikti: “Pendidikan Tinggi Adalah Tertiary Education”

lpmneraca oleh lpmneraca
Mei 19, 2024
dalam Umum, Uncategorized
0 0
0

https://media.otoinfo.id/banjir-kritik-tingginya-ukt-perguruan-tinggi/

131
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Medan | Neraca – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengadukan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tidak wajar ke Komisi 10 DPR RI. Mahasiswa dari berbagai universitas menuntut agar pihak kampus dan pemerintah mengkaji ulang kebijakan ini, mengingat setidaknya 10 kampus di Indonesia mengalami kenaikan biaya kuliah tahun ini di semua jalur penerimaan, baik prestasi, seleksi umum, maupun jalur mandiri.

Menurut data dari BenarNews, kenaikan tertinggi terjadi di Universitas Negeri Solo (UNS). Biaya pengembangan institusi atau uang pangkal di Fakultas Kedokteran UNS tahun lalu sebesar Rp25 juta, kini naik drastis menjadi Rp200 juta. Selain itu, UKT di fakultas ini juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp21,8 juta pada tahun 2023 menjadi Rp30 juta tahun ini.

Menanggapi banyaknya keluhan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi, Tjitjik Srie Tjahjandarie, menyatakan bahwa pendidikan tinggi adalah kebutuhan tersier dan tidak wajib. “Pendidikan tinggi ini adalah tertiary education. Jadi bukan wajib belajar. Artinya, tidak seluruh lulusan SLTA, SMK itu wajib masuk perguruan tinggi,” ujarnya dalam diskusi online pada Rabu (15/5).

Pernyataan ini memicu kemarahan masyarakat karena dianggap berdampak negatif bagi calon mahasiswa baru. Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, mengatakan sikap Kementerian dapat melukai perasaan masyarakat dan menciutkan mimpi anak bangsa. “Meletakkan pendidikan tinggi sebagai kebutuhan tersier adalah salah besar, karena pendidikan adalah menyangkut hajat hidup dan kebutuhan warga negara yang harus dipenuhi. JPPI menuntut agar pemerintah mengembalikan pendidikan kita, termasuk di pendidikan tinggi, sebagai public good dan menolak segala bentuk komersialisasi di perguruan tinggi,” katanya dalam pernyataan yang diterima BenarNews.

Pemerhati pendidikan dari Vox Point Indonesia, Indra Charismiadji, juga menyampaikan hal senada. “Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Kemendikbud Ristek seolah lepas tangan dari ketidakmampuannya mengelola sistem pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya kepada BenarNews. Indra menambahkan bahwa dengan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang hanya Rp75 juta per tahun, akan sangat sulit bagi banyak keluarga untuk membayar uang pangkal yang di atas Rp75 juta, ditambah UKT yang di atas Rp20 juta per semester.

Menurut Indra, masalah utama biaya kuliah yang mahal adalah mindset pembuat kebijakan yang mengelola pendidikan dengan mekanisme pasar alias neoliberalisme dan kapitalisme. “Akibatnya, kita semakin kekurangan warga negara yang terdidik. Siapa yang kita harapkan muncul untuk membangun bangsa nanti?” katanya.

Data menunjukkan bahwa pada Januari, Presiden Joko Widodo menyebut jumlah lulusan S2 dan S3 di Indonesia hanya 0,45% dari penduduk produktif berusia 15-64 tahun atau sekitar 842 ribu orang. Jumlah ini dinilai masih sangat kecil dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Vietnam yang memiliki angka 2,43%. Sementara itu, anak tidak sekolah masih ditemukan di tiap jenjang, SD (0,67%), SMP (6,93%), dan SMA/SMK (21,61%), menurut data BPS 2023. JPPI memperkirakan sebanyak 3 juta anak tidak sekolah atau putus sekolah.

Menurut Ubaid, faktor utama penyebab anak putus sekolah adalah soal ekonomi, kemampuan untuk membayar biaya sekolah. Berdasarkan data BPS pada Maret 2023, hanya ada 10,15% penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas yang menamatkan pendidikan jenjang perguruan tinggi. “Dalam rangka menuju bangsa yang cerdas dan berdaya saing global, tentu pendidikan hingga SMA/SMK saja tidak cukup, anak-anak Indonesia harus bisa mendapatkan layanan pendidikan tinggi di universitas,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan adanya masalah dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Berbagai pihak mendorong revisi Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 dan agar 50% alokasi anggaran pendidikan dikelola oleh Kementerian Pendidikan.

Referensi

https://www.benarnews.org/indonesian/berita/lonjakan-biaya-kuliah-05172024125755.html

https://www.cnbcindonesia.com/news/20240519010513-4-539358/terungkap-alasan-biaya-ukt-melonjak-tinggi-begini-sistem-penentuannya

https://www.youtube.com/watch?v=iLZnwKh6RYU

https://narasi.tv/read/narasi-daily/daftar-kampus-yang-besaran-ukt-nya-naik-di-tahun-2024-mulai-dari-ugm-sampai-itb

https://nasional.tempo.co/read/1864681/5-kampus-negeri-yang-mengalami-kenaikan-biaya-kuliah-di-2024

https://nasional.kompas.com/read/2024/05/18/15014981/komisi-x-dpr-ri-bakal-panggil-nadiem-makarim-imbas-kenaikan-ukt

https://media.otoinfo.id/banjir-kritik-tingginya-ukt-perguruan-tinggi/

Terkait Pos-pos

Umum

KATALOGI Dorong Peran Generasi Muda dalam Kampanye Iklim Melalui Workshop Konten dan Jurnalistik Lingkungan

oleh lpmneraca
April 22, 2026
0

Medan | Neraca – Perkumpulan Katalogi atau Katalisator Ekologi menginisiasi sebuah workshop kampanye iklim yang menyasar generasi muda di Sumatera...

Baca lebih lanjut

Pengurus Baru Dilantik, LPM Teropong UMSU Usung Semangat Evolusi Literasi

April 12, 2026

Konflik Global Picu Kenaikan BBM dan Dorong Wacana WFH

Maret 30, 2026

Pers Mahasiswa Pijar USU Sukses Gelar Serah Terima Jabatan Kepengurusan Periode Baru

Maret 14, 2026

Direncanakan Sejak November, Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Rekan di Ruang Sidang

Maret 1, 2026

Surat Edaran Penataan Daging Nonhalal Picu Aksi Ribuan Massa di Medan

Februari 27, 2026

Popular Posts

DPM

Debat Mahasiswa Sekota Medan 2026 Resmi Digelar, Angkat Tema Agent of Change

oleh lpmneraca
April 23, 2026
0

Medan | Neraca - Dewan Perwakilan Mahasiswa Politeknik Negeri Medan (DPM POLMED) menyelenggarakan lomba debat yang dilaksanakan selama dua hari,...

Baca lebih lanjut

Debat Mahasiswa Sekota Medan 2026 Resmi Digelar, Angkat Tema Agent of Change

KATALOGI Dorong Peran Generasi Muda dalam Kampanye Iklim Melalui Workshop Konten dan Jurnalistik Lingkungan

Musyawarah Kerja 2026/2027 Jadi Awal Penguatan Program dan SDM UKMI Polmed

Menghidupi Makna Paskah, HMPS Administrasi Bisnis Polmed Rayakan dengan Sukacita

Pengurus Baru Dilantik, LPM Teropong UMSU Usung Semangat Evolusi Literasi

Bangun Fondasi Baru, HMPS TRMG Siap Melangkah Menuju Organisasi yang Lebih Solid

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru