Medan | Neraca – Mahasiswa Politeknik Negeri Medan kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang olahraga. Dua mahasiswa, yaitu Maliq Zahran Abhista dari Program Studi Manajemen Bisnis kelas MB-4A dan Arya Bayhaqqi dari Program Studi Teknik Komputer kelas CE-2F, berhasil meraih Juara 1 Ganda Putra dalam ajang Badminton IMM Carnaval Season IX yang diselenggarakan oleh PK IMM Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Pertandingan berlangsung di Medan dan diikuti oleh peserta dari berbagai kampus. Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keduanya karena mampu mengharumkan nama Politeknik Negeri Medan di tingkat antarkampus. “Perasaan saya tentu sangat senang bisa meraih juara pertama pada pertandingan ini. Saya bangga karena dapat membawa nama Polmed,” ungkap Maliq dalam wawancara bersama salah satu anggota LPM Neraca.
Maliq mengakui bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari latihan keras dan disiplin yang tinggi. Bersama partnernya, ia melakukan persiapan fisik, teknik, hingga sparing dengan teman-teman sebelum pertandingan dimulai. Persiapan tersebut disesuaikan dengan jadwal perkuliahan agar tidak mengganggu kewajiban akademik. “Kalau kuliah pagi, saya latihan sore hingga malam. Kalau kuliah siang, latihannya setelah magrib. Jika ada tugas, biasanya saya kerjakan setelah pulang latihan agar kuliah dan latihan tetap seimbang,” jelasnya.
Meski sempat mengalami cedera pada bagian lengan, Maliq tetap berusaha tampil maksimal dengan berkomunikasi intens bersama partnernya untuk mencari pola permainan yang tepat. Dukungan dari keluarga, teman-teman, kampus, hingga orang terdekat juga menjadi dorongan besar baginya untuk bisa tampil percaya diri hingga meraih kemenangan. “Dukungan mereka membuat saya semakin semangat dan optimis untuk juara,” tambahnya.
Bagi Maliq, motivasi terbesarnya dalam berkompetisi adalah keinginan membuktikan kerja keras yang telah dilakukan selama ini. Ia menegaskan bahwa kemenangan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan titik awal untuk terus memperbaiki kelemahan. “Pelajaran yang saya dapat adalah jangan cepat puas. Tingkatkan lagi performa dan perbaiki kekurangan,” katanya.
Ke depan, Maliq dan Arya berencana untuk mengikuti berbagai pertandingan lain. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain agar tidak takut menyeimbangkan prestasi akademik dan nonakademik. “Latihan keras, disiplin, dan pandai membagi waktu antara kuliah dan latihan itu kuncinya,” pesan Maliq.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Medan mampu bersaing tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang non akademik yaitu olahraga. Kemenangan Maliq dan Arya diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi. (EBN)