Medan | Neraca – Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Medan menggelar rapat Laporan Pertanggungjawaban kepengurusan periode 2025–2026 pada Rabu, 28 Januari 2026. Rapat yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet ini menjadi forum resmi penyampaian pertanggungjawaban kinerja Kabinet Arunika atas seluruh program kerja yang telah dijalankan selama satu periode kepengurusan.
Rapat dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Politeknik Negeri Medan, dan Mars Mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari perwakilan Dewan Perwakilan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Medan.
Ketua Umum HMPS Administrasi Bisnis, Muhammad Ridho, menyampaikan bahwa laporan pertanggungjawaban disusun sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas organisasi kepada anggota serta pihak kampus. Ia menegaskan bahwa HMPS Administrasi Bisnis berupaya menjalankan perannya sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa yang aktif, solutif, dan inovatif.
Dalam pemaparan laporan, pengurus menjelaskan kondisi internal organisasi yang terdiri dari Badan Pengurus Harian dan lima divisi, yakni Divisi Rohani, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Minat dan Bakat, Hubungan Masyarakat, serta Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa. Hingga akhir masa kepengurusan, tercatat sebanyak 59 pengurus aktif yang tetap menjalankan roda organisasi meskipun menghadapi dinamika keaktifan anggota akibat padatnya kegiatan akademik.
Wakil Ketua Umum HMPS Administrasi Bisnis, Yesifa Adelia, melanjutkan penyampaian laporan dengan memaparkan capaian program kerja dari masing-masing divisi. Salah satu program unggulan yang dilaksanakan adalah Goes to Village, yakni kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kunjungan ke sekolah yang berfokus pada edukasi, pengembangan kreativitas, serta aksi kepedulian lingkungan. Program ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, HMPS Administrasi Bisnis juga melaksanakan program Bantuan Mahasiswa Administrasi Bisnis yang ditujukan untuk membantu mahasiswa aktif yang mengalami kendala ekonomi. Program ini dilaksanakan melalui proses seleksi berjenjang dan bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial serta solidaritas di lingkungan Program Studi Administrasi Bisnis.
Di bidang pengembangan mahasiswa, HMPS Administrasi Bisnis menyelenggarakan berbagai kegiatan internal dan eksternal, seperti Temu Ramah Mahasiswa Administrasi Bisnis bagi mahasiswa baru, kegiatan upgrading pengurus, serta forum diskusi dan webinar yang melibatkan alumni. Program-program tersebut bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan, meningkatkan kapasitas organisasi, serta memberikan wawasan terkait dunia kerja dan pengembangan karier.
Pada aspek hubungan eksternal, HMPS Administrasi Bisnis aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik di lingkungan kampus maupun di luar Politeknik Negeri Medan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan studi banding dengan himpunan mahasiswa sejenis serta partisipasi aktif dalam organisasi mahasiswa tingkat nasional. Selama periode kepengurusan 2025–2026, hubungan dengan BEM, DPM, dan organisasi kemahasiswaan lainnya berjalan secara harmonis tanpa adanya teguran administratif.
Selain capaian program kerja, laporan pertanggungjawaban juga memuat evaluasi atas pelaksanaan kegiatan. Pengurus mengakui adanya sejumlah kendala, seperti keterbatasan waktu anggota dan penurunan partisipasi sebagian pengurus. Meski demikian, seluruh program kerja yang telah direncanakan tetap diupayakan untuk terlaksana sesuai dengan tujuan organisasi.
Rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta rapat menyampaikan pertanyaan serta masukan terkait pelaksanaan program kerja dan kinerja pengurus selama satu periode. Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi sebagai arsip organisasi.
Melalui rapat Laporan Pertanggungjawaban ini, HMPS Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Medan berharap hasil evaluasi yang diperoleh dapat menjadi bahan perbaikan dan penguatan organisasi bagi kepengurusan selanjutnya. (EBN)