Medan | Neraca – Pelantikan kepengurusan UKM Suara USU periode 2026–2027 resmi diselenggarakan pada Kamis, 22 Mei 2026, pukul 14.00–17.00 WIB di Aula Mikie Wijaya FEB. Mengusung slogan “Dari Fakta, Hadirkan Perubahan”, kegiatan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan peran sebagai pers mahasiswa yang independen, profesional, dan berintegritas. Kegiatan tersebut turut dihadiri pihak Rektorat Universitas Sumatera Utara, BEM USU, alumni demisioner Suara USU, Pimpinan Suara USU, UKM Pijar USU, serta LPM Neraca.
Acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC), Raka Rafjan dan Dita Luna. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, hingga sambutan dari berbagai pihak. Sambutan pertama disampaikan oleh Pemimpin Umum Suara USU periode 2025–2026, Kakanda Reinhard, kemudian dilanjutkan oleh Ketua BEM USU Kakanda Angga, Pembina UMM Literasi dan Kewirausahaan Bapak Arief Hutagalung, S.M., M.Si., serta Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian, Prof. dr. Agus. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan dan pembacaan sumpah kepengurusan, kata sambutan pemimpin umum baru, sesi foto bersama, serta penutupan acara.
Dalam sambutannya, Pemimpin Umum terpilih UKM Suara USU periode 2026–2027, Muhassanah Nasution, menyampaikan komitmennya untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa keseimbangan dan keadilan informasi menjadi nilai utama yang akan dijaga selama masa kepemimpinannya.
“Setiap anggota Suara USU harus berdedikasi tinggi pada keadilan dan kebenaran, serta mampu menyingkap fakta dalam setiap pemberitaan,” ujarnya.
Muhassanah juga memaknai pelantikan tersebut sebagai momentum yang sakral bagi seluruh pengurus. Menurutnya, pembacaan ikrar dan sumpah bukan sekadar seremoni, melainkan janji yang harus ditanamkan dalam diri setiap anggota selama satu periode ke depan.
Terkait program kerja, Muhassanah menjelaskan bahwa fokus utama pada awal kepengurusan akan lebih diarahkan kepada pengembangan kru internal terlebih dahulu. Ia menegaskan bahwa bergabung di Suara USU bukan hanya belajar menulis layaknya jurnalis, tetapi juga belajar membangun solidaritas, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam organisasi.
Selain itu, Muhassanah mengungkapkan bahwa menjadi ketua bukanlah bagian dari daftar tujuan hidup yang pernah ia rencanakan. Namun, pada masa transisi kepengurusan, ia diberikan amanah oleh rekan-rekan periode sebelumnya melalui berbagai pertimbangan yang matang.
“Awalnya menjadi ketua tidak pernah ada dalam list tujuan hidup saya. Namun, pada masa transisi saya diberi amanah oleh rekan-rekan periode sebelumnya. Dari situ saya belajar lebih mampu mengontrol diri sendiri sekaligus membimbing orang lain agar dapat berkembang menjadi lebih baik,” jelasnya.
Dalam menjalankan kepemimpinannya, Muhassanah memiliki strategi untuk memperkuat hubungan antaranggota, baik sesama kru maupun antara BPH dan presidium. Ia berupaya menghilangkan batas negatif yang menimbulkan kesan adanya jarak antara atasan dan bawahan di dalam organisasi.
Menurutnya, kekuatan utama Suara USU yang harus terus dipertahankan adalah independensi sebagai pers mahasiswa yang berpihak pada fakta dan kebenaran. Ia berharap Suara USU dapat terus berkembang menjadi organisasi yang kreatif, inovatif, serta konsisten menjalankan nilai-nilai jurnalistik.
Sebagai penutup, Muhassanah menyampaikan pesan kepada seluruh kru agar tetap menjaga solidaritas selama satu periode kepengurusan.
Pelantikan ini menjadi penanda awal perjalanan Suara USU periode 2026–2027 dalam menjalankan peran sebagai pers mahasiswa yang independen, profesional, dan berintegritas di lingkungan Universitas Sumatera Utara. (SSS)