Medan | Neraca — Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 09.00 WIB. Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin (HMPS Teknik Mesin) Politeknik Negeri Medan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H di lingkungan kampus Politeknik Negeri Medan. Kegiatan ini mengusung tema “Makna Isra Mi’raj dalam Kehidupan Modern”.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh mahasiswa Teknik Mesin, mahasiswa dari berbagai program studi di Politeknik Negeri Medan, perwakilan BEM dan DPM, serta tamu undangan dari kampus lain. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut menambah semarak kegiatan sekaligus mempererat silaturahmi antar mahasiswa lintas jurusan dan institusi.
Kegiatan diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ustad Syafril Barus, M.T., yang juga bertindak sebagai penceramah dalam peringatan Isra Mi’raj kali ini. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW, melainkan momentum penting turunnya perintah shalat lima waktu sebagai tiang agama. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah di tengah kesibukan perkuliahan dan aktivitas organisasi, khususnya bagi mahasiswa Teknik Mesin yang memiliki jadwal praktik dan teori yang padat.
Sambutan turut disampaikan oleh Presiden Mahasiswa (Presma), Ahmad Arya Attalah, yang mengapresiasi inisiatif HMPS Teknik Mesin dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan sebagai bentuk pembinaan karakter mahasiswa. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah memperkuat nilai spiritual dan ukhuwah islamiah di lingkungan kampus.
Ketua HMPS Teknik Mesin, Marcopolo Hutasoit, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh mahasiswa Teknik Mesin untuk meningkatkan keimanan, akhlak, serta kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa dan sebagai umat Muslim.
Sementara itu, Ketua Panitia, Raja Alwi Muharja Nst, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai religius di kalangan mahasiswa serta mendorong agar nilai-nilai Isra Mi’raj dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan doa yang kembali dipimpin oleh Ustad Syafril Barus, M.T., dengan harapan seluruh peserta dapat mengambil hikmah dari peringatan Isra Mi’raj dan menjadi generasi yang religius, disiplin, serta bertanggung jawab.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HMPS Teknik Mesin berharap dapat terus menghadirkan kegiatan positif yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik dan keilmuan teknik, tetapi juga pada penguatan spiritual mahasiswa. (ETH)