Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Artikel

Bukit Lawang, Destinasi Ekowisata Orangutan di Sumatra Utara

lpmneraca oleh lpmneraca
Mei 16, 2026
dalam Artikel
0 0
0
14
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Agnes Anggriani Lumban Gaol

Bukit Lawang merupakan sebuah desa wisata yang terletak di tepi Sungai Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kawasan ini dikenal luas sebagai salah satu pintu masuk utama menuju Taman Nasional Gunung Leuser, sekaligus menjadi destinasi unggulan ekowisata yang menawarkan pengalaman melihat orangutan Sumatera di habitat alaminya.

Berjarak sekitar 68 km dari Binjai dan kurang lebih 80 km dari Medan, Bukit Lawang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3–4 jam perjalanan darat. Akses menuju kawasan ini umumnya sudah beraspal dengan kondisi jalan yang relatif baik, meskipun pada musim hujan beberapa titik perjalanan dapat menjadi lebih menantang.

Daya Tarik Utama Bukit Lawang

1. Habitat Orangutan Sumatera

Bukit Lawang menjadi salah satu lokasi penting konservasi orangutan Sumatera. Kawasan ini dahulu dikenal sebagai pusat rehabilitasi orangutan yang diselamatkan dari perdagangan ilegal atau kondisi terlantar. Saat ini, wisatawan dapat mengikuti kegiatan trekking di hutan untuk mengamati orangutan secara langsung di alam liar, dengan tetap mengutamakan prinsip konservasi dan jarak aman.

2. Trekking Hutan Hujan Tropis

Aktivitas trekking menjadi daya tarik utama lainnya. Hutan tropis yang lebat menyuguhkan pengalaman menjelajah alam dengan keanekaragaman hayati tinggi. Selain orangutan, pengunjung juga berpotensi menjumpai satwa lain seperti siamang, gibbon, kera ekor panjang, hingga berbagai jenis burung endemik.

3. Kawasan Konservasi Dunia

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia yang menjadi habitat berbagai satwa langka seperti gajah Sumatera, harimau Sumatera, dan badak Sumatera. Hal ini menjadikan Bukit Lawang sebagai titik strategis dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

4. Arung Jeram dan River Tubing

Selain wisata alam darat, Sungai Bahorok menawarkan aktivitas air seperti tubing dan arung jeram. Aktivitas ini menjadi pilihan wisatawan untuk menikmati suasana alam dengan cara yang lebih santai maupun menantang.

5. Wisata Berbasis Komunitas

Penginapan di Bukit Lawang didominasi guesthouse dan eco-lodge yang berada di sekitar aliran sungai. Komunitas lokal berperan aktif dalam pengelolaan wisata, sehingga pengalaman berkunjung juga memberikan gambaran kehidupan masyarakat yang bergantung pada ekowisata dan pelestarian lingkungan.

Ekowisata dan Konservasi

Pengembangan Bukit Lawang berfokus pada konsep ekowisata berkelanjutan. Kegiatan wisata di kawasan ini diarahkan untuk mendukung pelestarian alam dan satwa liar. Wisatawan diimbau untuk mengikuti arahan pemandu, tidak memberi makan satwa liar, serta menjaga kebersihan lingkungan selama berada di kawasan hutan.

Tiket Masuk dan Jam Kunjungan

Harga tiket masuk kawasan wisata Bukit Lawang dan Taman Nasional Gunung Leuser umumnya dibedakan berdasarkan kewarganegaraan dan hari kunjungan:

Wisatawan domestik (weekday): sekitar Rp5.000 

Wisatawan domestik (weekend): sekitar Rp7.500 

Wisatawan mancanegara (weekday): sekitar Rp150.000 

Wisatawan mancanegara (weekend): sekitar Rp225.000 

Biaya tersebut belum termasuk aktivitas tambahan seperti berkemah, parkir, trekking khusus, hingga pengamatan satwa liar, yang biasanya dikenakan biaya tambahan berkisar Rp5.000–Rp25.000.

Kawasan wisata Bukit Lawang umumnya dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hari, ketika udara masih segar dan aktivitas satwa liar lebih mudah diamati.

Dengan keindahan alam, kekayaan biodiversitas, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata, Bukit Lawang tidak hanya menjadi destinasi liburan, tetapi juga contoh nyata pengembangan ekowisata berkelanjutan di Sumatra Utara.

 

Refrensi:

https://www.perkebunanbukitlawang.id/sejarahdesa.html

https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/bukit-lawang-acc/416625

Tag: artikelbukit lawangekowisataorangutansumatra utara

Terkait Pos-pos

Artikel

“Laut Bercerita”: Kisah Aktivisme dan Jejak yang Hilang di Penghujung Orde Baru

oleh lpmneraca
Mei 14, 2026
0

Penulis: Valerie Kheista Namira Ada buku yang kita baca, dan ada buku yang “membaca” kita. Laut Bercerita karya Leila S. Chudori...

Baca lebih lanjut

Na Willa: Cara Sederhana Film Ini Mengajak Kita Kembali Jadi Anak-Anak

Mei 3, 2026

Makna Lagu “Bila” Raisa: Perjalanan Emosional dari Penolakan hingga Keikhlasan

April 26, 2026

Femisida: Kegagalan Negara Untuk Melindungi Perempuan

April 9, 2026

Dubai Chewy Cookie:Tren Kuliner Viral dengan Tekstur Unik dan Cerita Menarik

April 8, 2026

Nada yang Terputus: Trauma dan Pemulihan dalam Broken Strings

Maret 28, 2026

Popular Posts

Artikel

Bukit Lawang, Destinasi Ekowisata Orangutan di Sumatra Utara

oleh lpmneraca
Mei 16, 2026
0

Penulis: Agnes Anggriani Lumban GaolBukit Lawang merupakan sebuah desa wisata yang terletak di tepi Sungai Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara....

Baca lebih lanjut

Bukit Lawang, Destinasi Ekowisata Orangutan di Sumatra Utara

Audiensi Kampus Bahas Isu yang Beredar, Direktorat Beri Klarifikasi

“Laut Bercerita”: Kisah Aktivisme dan Jejak yang Hilang di Penghujung Orde Baru

Mandala dan Sepatu Kekecilan

Dinamika Pemilihan Ketua HMPS Banking: Antara Tradisi Kertas, Inovasi Digital, dan Kemenangan Telak

Na Willa: Cara Sederhana Film Ini Mengajak Kita Kembali Jadi Anak-Anak

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru