Medan | Neraca – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2026 di Aula Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jumat (16/5/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Vision and Verification: Mengungkap Fakta dalam Jurnalisme Visual” dan diikuti mahasiswa serta anggota pers mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Medan.
Ketua panitia, Rayhan Agung Wijaya, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta dengan pemahaman dasar jurnalistik, kemampuan menulis berita yang baik, serta kesadaran menjunjung etika dalam penyebaran informasi di era digital.
“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar jurnalistik, mampu menerapkan teknik penulisan berita yang baik, serta menjunjung tinggi etika dalam menyebarkan informasi,” ujarnya.
Rayhan menjelaskan, tema yang diangkat menitikberatkan pada pentingnya verifikasi di tengah derasnya arus informasi dan maraknya disinformasi. Menurutnya, jurnalis tidak hanya dituntut menghasilkan visual yang menarik, tetapi juga memastikan kebenaran informasi sebelum dipublikasikan.
“Peserta diharapkan mampu membangun karakter jurnalis yang tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga memiliki kemampuan verifikasi informasi. Pers mahasiswa memiliki peran penting sebagai media alternatif yang menyuarakan kebenaran, keadilan, serta suara yang kerap terpinggirkan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Cristison Sondang Pane dan Nirwansyah Sukartara. Keduanya dipilih berdasarkan pengalaman dan rekam jejak di bidang jurnalistik.
Cristison Sondang Pane diketahui merupakan mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan. Sementara itu, Nirwansyah Sukartara merupakan alumni LPM Teropong yang telah mengantongi sertifikat kompetensi tingkat pimpinan redaksi dari Dewan Pers pada 2023.
Rayhan menambahkan, persiapan kegiatan dilakukan selama kurang lebih satu bulan sejak akhir April 2026. Secara umum, kegiatan telah dipersiapkan dengan matang, meski sempat mengalami kendala teknis.
“Pelaksanaan sempat mengalami sedikit keterlambatan karena hujan yang mengguyur Kota Medan, sehingga sejumlah peserta datang terlambat,” katanya.
Ia berharap, melalui pelatihan ini, peserta mampu memahami dasar-dasar jurnalistik serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik ke depan.
“Harapannya, peserta tidak hanya memahami, tetapi juga mampu menerapkan ilmu jurnalistik yang telah diperoleh selama pelatihan,” tutupnya. (ESZ)