Medan | Neraca – Pekan Olahraga dan Seni Nasional (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia resmi ditutup di Politeknik Negeri Medan (Polmed), Kamis (1/8). Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kompetisi yang telah berlangsung selama sepekan, sekaligus mengukuhkan para peraih medali terbaik dan menyerahkan estafet penyelenggaraan kepada tuan rumah PORSENI berikutnya di Semarang.
Suasana penutupan berlangsung meriah sejak awal acara. Penampilan energik Oldskull Band membuka malam penutupan dan berhasil menghibur para peserta serta tamu undangan yang memadati lokasi acara. Selanjutnya, seluruh hadirin berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti pembukaan oleh pembawa acara dan pembacaan doa sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian PORSENI XV.
Pawai Kontingen Tutup Rangkaian Kompetisi
Salah satu agenda yang paling menyita perhatian pada malam penutupan adalah pawai kontingen. Seluruh perwakilan cabang olahraga dan seni memasuki arena secara bergantian sebagai simbol berakhirnya seluruh pertandingan yang telah berlangsung sejak pembukaan PORSENI XV.
Pawai diawali oleh kontingen cabang e-sports dan fotografi, disusul karate dan karikatur, kempo dan monolog, panahan dan panjat tebing, renang dan solo song, serta ditutup oleh kontingen stand up comedy dan taekwondo. Kehadiran seluruh kontingen dalam satu defile mencerminkan semangat sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan yang menjadi ruh PORSENI.
Panitia Sampaikan Evaluasi dan Apresiasi
Dalam sambutannya, Ketua Panitia PORSENI XV, Suprianto, S.T., M.T menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik hingga malam penutupan.
Ia menilai penyelenggaraan PORSENI XV secara umum berjalan lancar meskipun terdapat beberapa kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya.
“Alhamdulillah sampai sekarang berjalan lancar, berjalan sukses. Kalau ada beberapa kekurangan, kelemahan itu biasa dan menjadi evaluasi bersama ke depannya. Yang ingin kita bangun adalah semangat kebersamaan, persaudaraan, saling menghormati, dan saling menghargai,” ujarnya.
Suprianto juga menyampaikan bahwa seluruh 17 cabang olahraga dan delapan cabang seni dapat diselenggarakan tanpa hambatan yang berarti. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari terciptanya suasana kompetisi yang kondusif dan penuh semangat persaudaraan.
Sebagai tuan rumah, Polmed juga mencatat peningkatan prestasi dengan berhasil meraih 10 medali emas. Capaian tersebut, menurut Suprianto, merupakan hasil kerja keras atlet serta dukungan seluruh sivitas akademika Polmed yang terus memberikan semangat selama kompetisi berlangsung.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu), KONI, pemerintah daerah, BAKORMA, pimpinan politeknik se-Indonesia, panitia, serta seluruh kontingen yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan PORSENI XV.
Usai sambutan Ketua Panitia, Ketua Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BAKORMA) Politeknik se-Indonesia, Dr. Tomy Andrianto, S.ST., M.Par., turut menyampaikan sambutan sebelum acara memasuki agenda pengumuman perolehan medali dan juara umum.
Politeknik Negeri Sriwijaya Kembali Raih Juara Umum
Puncak acara penutupan ditandai dengan pengumuman perolehan medali seluruh kontingen. Berdasarkan hasil akhir pertandingan, Politeknik Negeri Batam menempati peringkat ketiga, disusul Politeknik Negeri Jember sebagai peringkat kedua.
Sementara itu, gelar juara umum PORSENI XV kembali diraih oleh Politeknik Negeri Sriwijaya setelah mengumpulkan perolehan medali terbanyak sepanjang kompetisi.
Salah seorang atlet kontingen Politeknik Negeri Sriwijaya dari cabang kempo, Kuar Fada Perkosa, mengaku bangga dapat mengikuti ajang nasional tersebut.
“Kesannya bisa dibilang dapat pengalaman baru. Pertama kali main di tingkat nasional dan tentunya sangat senang,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah menurunkan berat badan hingga 10 kilogram agar dapat bertanding di kelas yang sesuai. Meski demikian, perjuangan tersebut terbayar dengan pengalaman berharga yang diperoleh selama mengikuti PORSENI XV. Ia juga menilai fasilitas, venue, serta pelayanan panitia selama penyelenggaraan berlangsung sudah berjalan dengan baik.
Atlet Polmed Bangga Persembahkan Prestasi
Dari kontingen tuan rumah, atlet pencak silat Polmed, Kezia Christina Sibarani, mengaku bangga dapat menyumbangkan gelar juara bagi kampusnya pada saat menjadi tuan rumah PORSENI XV.
Menurutnya, kebersamaan bersama rekan satu tim menjadi pengalaman paling berkesan selama mengikuti kompetisi. Ia juga mengaku tantangan terbesar sebelum bertanding adalah melawan rasa malas untuk berlatih secara konsisten.
“Kalau kita malas, tidak akan bisa mendapat hasil yang memuaskan,” ungkapnya.
Kezia berharap Polmed dapat terus meningkatkan pembinaan atlet maupun seniman agar mampu meraih prestasi yang lebih baik pada penyelenggaraan PORSENI berikutnya.
Estafet Beralih ke Semarang
Selain menjadi malam penganugerahan bagi para juara, penutupan PORSENI XV juga menjadi momentum penyerahan estafet penyelenggaraan kepada tuan rumah berikutnya. Pada kesempatan tersebut diumumkan bahwa Semarang akan menjadi tuan rumah PORSENI selanjutnya.
Pengumuman tersebut menandai berakhirnya tanggung jawab Politeknik Negeri Medan sebagai penyelenggara sekaligus dimulainya persiapan menuju PORSENI edisi berikutnya.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penampilan spesial penyanyi Fabio Asher yang menghibur seluruh peserta, official, dan tamu undangan. Lagu-lagu yang dibawakannya menjadi penutup kemeriahan PORSENI XV sekaligus mengakhiri satu pekan kompetisi yang mempertemukan mahasiswa politeknik dari berbagai daerah di Indonesia dalam semangat sportivitas, kreativitas, dan persaudaraan. (SAS)