Medan | Neraca – Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Keuangan Publik sukses menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW. sekaligus penyambutan bulan suci Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB ini bertempat di Aula Masjid Al-Jihad, Medan Babura.
Kegiatan yang mengusung tema “Menjemput Cahaya Isra, Membasuh Hati Menyambut Ramadhan yang Suci” ini dihadiri langsung oleh Ketua Jurusan Akuntansi, Dr. Rini Indahwati, S.E.Ak., M.Si, serta Ketua Program Studi Akuntansi Keuangan Publik, Muhammad Asrin Jazuli, S.E., M.Si. Kehadiran para pimpinan dan Dosen Pembina Himpunan Mahasiswa menambah antusiasme para peserta yang memadati aula.
Tujuan besar dari tema acara ini adalah membentuk Generasi Lilrabbi, yaitu generasi muda yang memperjuangkan Allah sebagai Tuhannya dan siap menjadi “Generasi Emas 2045”. Generasi ini diharapkan menjadi sosok yang siap pakai, memiliki skill mumpuni, serta keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan iman.
Acara dibuka dengan pembacaan doa yang menyentuh hati, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhusyukan suasana di dalam ruangan. Memasuki acara inti, Ustadz Syafril Barus, M.A. yang hadir sebagai narasumber membedah kedalaman Al-Qur’an sebagai bahasa wahyu yang harus dipelajari dengan tekun. Beliau juga menekankan pentingnya meneladani empat sifat utama Rasulullah SAW., yaitu siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fatanah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan Kebenaran).
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya adab dalam beribadah, salah satunya anjuran berwudhu sebelum membaca Al-Qur’an. Beliau mengutip pendapat ulama bahwa membaca Bismillah dalam keadaan berwudhu dapat mendatangkan pahala hingga 17 kali lipat dibandingkan tanpa wudhu.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab. Menjawab pertanyaan mengenai cara menarik minat Gen Z terhadap Al-Qur’an, Syafril Barus menjelaskan bahwa tantangannya adalah mengubah persepsi bahwa Al-Qur’an itu kuno. Beliau mengajak mahasiswa untuk menjadikan interaksi dengan Al-Qur’an sebagai kegiatan yang menyenangkan dan penuh nilai pahala.
Suasana di Aula Masjid Al-Jihad tampak lebih hidup dan cair melalui sesi ice breaking yang melibatkan seluruh audiens. Panitia menginstruksikan peserta untuk menuangkan harapan serta target masa depan mereka ke dalam tulisan. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya kedekatan emosional antar peserta, sehingga rangkaian acara peringatan Isra’ Mi’raj dan penyambutan Ramadhan ini berlangsung dalam nuansa yang lebih hangat dan tidak kaku.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Melalui peringatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan. (FKR)