Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Artikel

Makna Lagu “Foto Kita Blur” Sal Priadi: Ketika Kenangan Lebih Tajam dari Fotonya

lpmneraca oleh lpmneraca
Juni 29, 2026
dalam Artikel
0 0
0

Sumber foto: https://share.google/scYsk5FONG6WKc4ow

56
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Shofy Aulia Simanungkalit 

Dirilis pada 29 Maret 2024, lagu “Foto Kita Blur” dari Sal Priadi menjelma menjadi salah satu karya musik yang memikat hati para penikmatnya. Melalui lagu berdurasi 4 menit 54 detik ini, Sal Priadi mencoba menghadirkan cerita tentang kehilangan dan kenangan. Yang membuatnya istimewa adalah cara ia memilih metafora yang sederhana namun sarat makna: sebuah foto yang buram.

Lagu ini ditulis oleh Sal Priadi dan Matter Mos di bawah label Orang Pertunjukan, dan menjadi bagian dari album Markers and Such Pens Flashdisks bersama karya-karya lain seperti “Yasudah” dan “Episode”. Meski tampak seperti lagu perpisahan biasa, kedalaman emosionalnya justru terletak pada cara Sal Priadi mengurai kerinduan bukan melalui tangisan, melainkan melalui gambaran tentang ingatan yang perlahan memudar namun tetap terasa.

Foto Buram sebagai Metafora Ingatan

Lirik lagu ini menceritakan tentang kenangan dan cinta yang telah berlalu, diwakili melalui metafora “foto kita blur.” Meskipun gambaran fisik dari kenangan tersebut mungkin tidak lagi jelas atau sempurna, emosi dan pengalaman yang terkandung di dalamnya tetap terekam kuat dalam memori.

Bait pertama lagu ini dibuka dengan gambaran foto yang buram, merepresentasikan ingatan yang mulai memudar, diungkapkan melalui frasa “Foto kita blur. Tak banyak yang kulihat.” Meski detail dalam foto tersebut tidak lagi jelas terlihat, sang narator meyakinkan bahwa masih banyak kenangan yang terpatri dalam benaknya. Di sinilah paradoks emosional yang menjadi jantung lagu ini terletak: semakin kabur gambarnya, semakin kuat rasanya.

Di kolom komentar video lirik lagu tersebut di YouTube, salah seorang penonton menulis penafsiran yang menyentuh: “Foto kita blur karena ngeliatnya sambil berkaca-kaca.” Respons ini menangkap sesuatu yang tidak tertulis secara eksplisit dalam lirik, tetapi terasa begitu nyata: bahwa keburaman bukan soal kualitas kamera, melainkan soal air mata yang menghalangi pandangan.

Fase Pertama Manisnya Masa yang Telah Pergi

Lirik lagu ini mengangkat tema nostalgia akan kenangan indah dan momen romantis yang telah berlalu, di mana meski foto yang tersisa di sepanjang perjalanan hubungan tersebut tidak begitu jelas, namun kenangan yang tercipta seperti panggilan sayang dan momen-momen manis masih begitu terasa dan membekas di hati.

Verse pertama menggambarkan momen-momen kecil yang penuh kehangatan perasaan jatuh cinta yang digambarkan dengan “hati merah muda terbang-terbang di atas kepala,” hingga kebiasaan saling mengirim “cium jauh” tanpa banyak tanda tanya. Ini adalah fase ketika hubungan masih utuh dan hidup terasa ringan. Dalam konteks emosional, fase ini berfungsi sebagai titik kontras  keindahan yang kini hanya bisa dikenang, bukan diulang.

Fase Kedua Ketika Seseorang Bisa Hilang Secepat Kilat

Lagu ini juga bercerita tentang perasaannya terhadap mantan kekasih yang sangat ia cintai hingga memiliki nama panggilan yang unik. Namun, dalam lirik “Kau bisa hilang secepat kilat,” tergambar sosok mantan yang meninggalkannya secepat kilat dan tidak pernah kembali.

Baris ini menjadi titik balik emosional dalam lagu. Setelah bait-bait yang hangat dan penuh warna, kepergian itu datang tanpa peringatan. Nama panggilan mesra “blueberry” dan “pastry” yang tadinya terasa seperti dunia kecil yang dibangun berdua, kini hanya tinggal sebutan yang menggantung di udara. Ada ironi menyakitkan dalam lirik ini: trik sulap yang seharusnya membuat seseorang menghilang lalu kembali, justru berakhir tanpa kemunculan kembali.

Fase Ketiga Memeluk Memori, Bukan Orangnya

Secara keseluruhan, lirik ini menggambarkan bagaimana hubungan dan cinta, meskipun mungkin tidak bertahan dalam bentuk fisiknya, meninggalkan bekas yang mendalam dalam jiwa, di mana kenangan dan perasaan tetap hidup dan dihargai.

Chorus yang berulang “kini memorinya kudekap” bukan sekadar pengulangan melodis, melainkan pernyataan sikap. Sang narator tidak sedang berusaha melupakan, tidak pula sedang menunggu kepulangan. Ia memilih untuk memeluk apa yang tersisa: memori. Ini adalah bentuk kedamaian yang tidak sempurna, tetapi jujur.

Dalam lirik lagu “Foto Kita Blur”, Sal Priadi menceritakan kepada para pendengar bagaimana ia melangkah maju dengan sisa-sisa foto buram yang ia simpan. Melangkah maju di sini bukan berarti melupakan, melainkan belajar membawa kenangan tanpa membiarkannya menjadi beban.

Lagu yang Berbicara Tentang Cara Kita Mengingat

Lagu “Foto Kita Blur” menjelaskan tentang perasaan kehilangan yang diibaratkan dalam foto buram yang masih disimpan karena memiliki banyak kenangan yang terpatri di dalamnya. Namun lebih dari itu, lagu ini juga berbicara tentang sifat ingatan manusia yang selektif dan penuh perasaan.

Kita tidak mengingat seseorang secara objektif. Kita mengingatnya dengan semua warna emosi yang pernah kita rasakan bersama mereka. Foto boleh blur, tapi kenangan tetap tajam itulah yang ingin disampaikan Sal Priadi.

Alih-alih menawarkan resolusi atau kesimpulan yang tuntas, “Foto Kita Blur” justru membiarkan pendengarnya duduk bersama kenangan mereka sendiri. Sebuah lagu yang tidak berteriak tentang patah hati, melainkan berbisik tentang bagaimana kita memilih untuk mengingat.

 

Referensi

https://www.heloindonesia.com/musik/24263/lirik-lagu-foto-kita-blur-sal-pribadi-dan-maknanya

https://www.liputan6.com/showbiz/read/5640683/lirik-lagu-foto-kita-blur-dari-sal-priadi-berkisah-tentang-kehilangan-dan-kenangan-lewat-foto-buram

https://www.artiliriklagu.com/lirik-dan-makna-lagu-foto-kita-blur-dari-sal-priadi/

https://www.anaksenja.com/2024/04/arti-dan-makna-sebenarnya-di-balik-lirik-lagu-sal-priadi-foto-kita-blur.html

https://www.idntimes.com/hype/entertainment/lirik-lagu-foto-kita-blur-sal-priadi-00-dfnzv-dstjr0

Tag: artikelFOTO KITA BLURlaguSAL PRIADI

Terkait Pos-pos

Artikel

“Ganti Kimpul” dan Kebangkitan Umbi Lokal di Media Sosial

oleh lpmneraca
Agustus 16, 2026
0

Oleh: Shofy Aulia SimanungkalitBelakangan ini, satu nama yang cukup sering muncul di media sosial adalah kimpul. Umbi yang sebelumnya mungkin...

Baca lebih lanjut

Saat Organisasi Berubah Jadi Ajang Pembuktian Diri

Agustus 15, 2026

Kembali ke Rasa Asli Matcha

Agustus 13, 2026

Eating Disorder di Kalangan Remaja

Juli 21, 2026

LGBTQ Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2025

Juli 18, 2026

Belajar Berdamai dengan Hal yang Tak Bisa Dikendalikan: Ulasan The Let Them Theory

Juli 11, 2026

Popular Posts

Kampus

KOBARKAN SEMANGAT “INDONESIA BERDAULAT”, POLMED SUKSES GELAR UPACARA PERINGATAN HUT RI KE-81

oleh lpmneraca
Agustus 21, 2026
0

Medan | Neraca – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Politeknik Negeri Medan (Polmed) menyelenggarakan...

Baca lebih lanjut

KOBARKAN SEMANGAT “INDONESIA BERDAULAT”, POLMED SUKSES GELAR UPACARA PERINGATAN HUT RI KE-81

“Ganti Kimpul” dan Kebangkitan Umbi Lokal di Media Sosial

Saat Organisasi Berubah Jadi Ajang Pembuktian Diri

Kembali ke Rasa Asli Matcha

PORSENI XV Resmi Ditutup, Polmed Serahkan Estafet Penyelenggaraan ke Semarang

Hari Ketujuh PORSENI XV Hadirkan Duel Sengit dan Gelak Tawa

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru