Medan | Neraca – Divisi Eksternal Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika (HMPS MI) Politeknik Negeri Medan periode 2025/2026 menggelar MI Kindness Day di Panti Asuhan Universal Anak Indonesia, Minggu (27/9/2026). Kegiatan bertajuk “Satu Kebaikan, Sejuta Senyuman” tersebut diisi dengan pemberian bantuan kebutuhan pokok, permainan bersama anak-anak, serta edukasi mengenai jenis dan pemilahan sampah.
Kegiatan berlangsung pukul 14.00–16.30 WIB dan diawali dengan pembukaan, doa, serta makan bersama. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia, Kepala Divisi Eksternal HMPS MI, pengurus panti, dan Ketua Program Studi Manajemen Informatika. Panitia juga memperkenalkan anggota yang terlibat sebelum kegiatan bersama anak-anak dimulai.
Sejumlah permainan, seperti bola estafet dan kursi joget, dilakukan untuk melibatkan anak-anak panti dan panitia dalam kegiatan bersama. Ketua Panitia MI Kindness Day, Valen Martua Silalahi, mengatakan permainan dan hadiah disiapkan dengan mempertimbangkan peserta yang mengikuti kegiatan.
“Kami usahain buat games yang untuk anak-anak, dan untuk hadiahnya juga kami sesuaikan. Itu kami survei berapa yang cowok, berapa yang cewek,” ujar Valen.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai tiga jenis sampah, yakni organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Anak-anak mengikuti permainan mencocokkan gambar sampah dengan tempat sampah berdasarkan jenisnya sebagai bagian dari edukasi tersebut.
Selain edukasi lingkungan, anak-anak panti bersama panitia mengikuti kegiatan pohon harapan. Peserta menuliskan harapan masing-masing pada kertas yang kemudian ditempelkan pada pohon yang telah disediakan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dan pembagian hadiah sebelum ditutup dengan dokumentasi bersama.
Pengurus Panti Asuhan Universal Anak Indonesia, Vivin, mengatakan kebutuhan pokok menjadi salah satu kebutuhan yang diprioritaskan pihak panti. Menurutnya, kebutuhan makanan sehari-hari menjadi hal yang perlu dipenuhi secara berkelanjutan.
“Kebutuhan pokok itu kami usahakan anak-anak jangan sampai kekurangan. Untuk nasi, sayur, lauk-pauknya itu wajib ada,” kata Vivin.
Vivin juga mengatakan kunjungan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan bantuan yang diberikan. Interaksi dengan mahasiswa dapat menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang dari luar lingkungan panti.
“Dengan adanya adik-adik, dari cara berbicara, hubungan sosial, bagaimana tatap mukanya, mereka pun bisa belajar dari kalian,” ujarnya.
Menurut Vivin, pihak panti tidak menetapkan bentuk bantuan tertentu bagi pihak yang ingin berkunjung. Ia mengatakan kebutuhan pokok tetap menjadi salah satu bentuk bantuan yang dibutuhkan, sementara kunjungan untuk berinteraksi dan bersosialisasi juga terbuka bagi mahasiswa.
“Tidak harus membawa apa-apa. Kami pun senang seandainya untuk belajar, untuk bersosialisasi lagi,” katanya.
Ketua HMPS MI periode 2025/2026, Zaky Farhan Sitorus, mengatakan MI Kindness Day merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap sesama yang kembali dilaksanakan pada periode kepengurusan tersebut. Sebelum menentukan kegiatan, HMPS MI melakukan riset mengenai kondisi dan lingkungan panti.
Zaky mengatakan kegiatan tersebut juga membuka pembicaraan mengenai rencana pengembangan situs web untuk Panti Asuhan Universal Anak Indonesia. Rencana tersebut menjadi salah satu tindak lanjut yang akan dilakukan HMPS MI bersama pihak panti setelah kegiatan berlangsung.
“Kami bakal datang lagi ke sini berkunjung untuk menindaklanjuti kesepakatan yang tadi kami lakukan, yaitu membangun panti ini untuk menciptakan website background dari panti ini sendiri,” ujar Zaky.
Rencana pengembangan situs web tersebut menjadi tindak lanjut yang disepakati setelah pelaksanaan kegiatan. HMPS MI berencana kembali berkunjung untuk melanjutkan komunikasi dengan pihak panti terkait pengembangan media digital tersebut. (EBN)