Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Artikel

Limitless : Eksplorasi Potensi Otak Manusia Dengan Konsekuensi Yang Mengejutkan

lpmneraca oleh lpmneraca
Mei 11, 2023
dalam Artikel
0 0
0
769
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

(gambar : https://www.traileraddict.com/limitless/poster/4)
oleh : Raihan Rajih Rambe

Medan | Neraca – Limitless adalah sebuah film thriller fiksi ilmiah tahun 2011 yang disutradarai oleh Neil Burger dan dibintangi oleh Bradley Cooper, Robert De Niro, dan Abbie Cornish. Film ini mengisahkan tentang Eddie Morra (diperankan oleh Bradley Cooper), seorang penulis yang kesulitan dalam menyelesaikan bukunya dan kemudian mendapatkan obat misterius bernama NZT-48 yang memungkinkannya untuk mengakses kemampuan otaknya secara maksimal. Hal ini mengubah hidupnya dengan cepat, karena ia menjadi lebih sukses dan berkuasa daripada yang pernah ia bayangkan. Namun, ketika ia semakin bergantung pada obat tersebut, ia menyadari bahwa ada konsekuensi serius dari kecerdasan barunya.

Film ini dimulai dengan Eddie Morra, seorang penulis yang sedang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan bukunya. Ia juga sedang mengalami kesulitan dalam kehidupan pribadinya, setelah baru saja putus dengan pacarnya, Lindy (diperankan oleh Abbie Cornish). Suatu hari, ia bertemu dengan mantan saudara iparnya, Vernon (diperankan oleh Johnny Whitworth), yang menawarkan obat yang diklaimnya dapat membuatnya mengakses potensi otaknya secara maksimal. Meskipun Vernon memberikan peringatan tentang efek samping yang mungkin terjadi, Eddie mengambil obat tersebut dan kagum dengan hasilnya. Ia tiba-tiba dapat mengingat segala sesuatu yang pernah dibacanya, belajar bahasa baru dalam waktu beberapa jam, dan menganalisis data yang kompleks dengan mudah.

Dengan kecerdasan barunya, Eddie dapat menyelesaikan bukunya dalam waktu beberapa hari dan mulai membangun reputasinya sebagai penulis yang sukses. Ia juga membuat kesan yang baik pada mertuanya yang terdahulu, Carl Van Loon (diperankan oleh Robert De Niro), seorang pengusaha yang sukses dan menawarkan pekerjaan pada Eddie. Namun, ketika Eddie semakin sukses dan berkuasa, ia menyadari bahwa ada konsekuensi serius dari tindakannya. Ia semakin paranoid dan mengalami halusinasi dan kehilangan kesadaran.

Film ini mengeksplorasi gagasan bahwa akses ke seluruh potensi otak seseorang dapat menyebabkan perubahan yang signifikan dalam hidup seseorang. Film ini juga menggambarkan konsekuensi dari kecanduan dan pentingnya menjaga kendali atas tindakan seseorang. Sepanjang film, Eddie berjuang dengan ketergantungannya pada obat dan efeknya terhadap hubungannya dan kehidupan pribadinya. Ia juga menghadapi bahaya dari orang-orang yang ingin memiliki obat itu sendiri, termasuk seorang gangster Rusia dan Vernon.

Alur cerita film ini menarik dan menghibur, dengan beberapa twist yang membuat penonton tetap tegang. Bradley Cooper memberikan penampilan yang luar biasa sebagai Eddie, menunjukkan transformasi karakter dari seorang penulis yang kesulitan menjadi individu yang kuat dan sukses. Robert De Niro juga memberikan penampilan yang kuat sebagai Carl Van Loon, seorang pengusaha sukses yang menawarkan pekerjaan pada Eddie dan akhirnya menjadi salah satu faktor yang membawa Eddie ke dunia bisnis yang penuh tekanan.

Selain itu, film ini juga menampilkan visual yang menarik, terutama saat menggambarkan bagaimana otak Eddie bekerja ketika ia mengonsumsi obat NZT-48. Adegan tersebut memberikan penonton gambaran tentang potensi otak manusia yang belum tergali sepenuhnya.

Namun, ada beberapa kritik terhadap film ini. Beberapa orang menilai bahwa plotnya terlalu sederhana dan stereotip, dan tidak cukup menjelaskan bagaimana obat NZT-48 bekerja atau mengapa hanya Eddie yang dapat menggunakannya. Selain itu, penggambaran efek samping dari obat tersebut dianggap kurang akurat dan dapat menyebarkan persepsi yang keliru tentang penggunaan obat-obatan terlarang.

Meskipun begitu, Limitless tetap menjadi film yang menarik untuk ditonton. Film ini menawarkan gagasan yang menarik tentang potensi otak manusia dan bagaimana akses ke potensi tersebut dapat memengaruhi kehidupan seseorang. Selain itu, film ini juga memberikan pesan yang penting tentang pentingnya menjaga kendali atas tindakan dan keputusan yang diambil dalam hidup.

Secara keseluruhan, Limitless adalah sebuah film yang menarik dan menghibur. Film ini menyajikan plot yang menarik dan visual yang memukau, dengan penampilan luar biasa dari Bradley Cooper dan Robert De Niro. Meskipun tidak sempurna, film ini memberikan pesan yang penting tentang penggunaan potensi otak dan pentingnya menjaga kendali atas tindakan dan keputusan yang diambil.

Tag: artikelfilmlimitlessreview

Terkait Pos-pos

Artikel

Medan Dilanda Banjir Besar, Ribuan Warga Terdampak

oleh lpmneraca
November 28, 2025
0

Hujan deras yang mengguyur Kota Medan dan Binjai sejak Rabu 26 November malam hingga Kamis dini hari 27 November memicu...

Baca lebih lanjut

Open Table Jamu, Tren Baru Gen Z yang Menghidupkan Budaya Lokal

November 24, 2025

Sukses Digelar! Clapham Conference 2025 Dapat Menjadi Tolak Ukur Baru Untuk Industri Kreatif Dan F&B Medan

November 23, 2025

Ketika Avoidant dan Anxious Bertemu dalam Hubungan

November 17, 2025

Inovasi Lingkungan dari Kampus Mahasiswa Polmed Sukses Dapatkan Pendanaan PMW, Ubah Limbah Kopi dan Teh Menjadi Produk Pengharum Sepatu

November 16, 2025

Ajakan untuk Hidup Lebih Sehat Lewat Jajanan Rebus dan Kukus di Kalangan Anak Muda

November 9, 2025

Popular Posts

LPM

LPM Neraca Periode 2024/2025 Sukses Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD)

oleh lpmneraca
Desember 9, 2025
0

Medan | Neraca — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Neraca Politeknik Negeri Medan (Polmed) kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD)...

Baca lebih lanjut

LPM Neraca Periode 2024/2025 Sukses Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD)

UKM Mapagratwa Polmed Terjun Bantu Korban Banjir Kabupaten Langkat Aksi Kemanusiaan yang Menginspirasi

Medan Dilanda Banjir Besar, Ribuan Warga Terdampak

Polmed Laksanakan Kuliah Daring pada 27 dan 28 November akibat Cuaca Ekstrem

Open Table Jamu, Tren Baru Gen Z yang Menghidupkan Budaya Lokal

HMPS Keuangan dan Perbankan Syariah Politeknik Negeri Medan Bekali Peserta Wawasan Glamour di Beauty Class & Show 2025

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru