Medan | Neraca – Prestasi membanggakan dibawa oleh Raiyan Fauzan Bakti, Mahasiswa semester 2 Politeknik Negeri Medan Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Jurusan Teknik Komputer dan Informatika, dengan menjuarai peringkat 4 se-provinsi dalam Kejuaraan Catur Pelajar se-SUMUT. Di tengah kesibukannya menjalani perkuliahan, Raiyan mampu menunjukkan bahwa fokus pada akademik tidak menghalangi pencapaian di bidang non-akademik. “Saya merasa sangat senang dan bangga,” ungkapnya singkat namun penuh makna.
Kemenangan Raiyan bukanlah hal yang diperoleh secara instan. Ia menekankan pentingnya latihan berkelanjutan dan sikap pantang menyerah. “Terus berlatih dan jangan pantang menyerah,” ujarnya. Raiyan juga menyiapkan diri dengan serius, tidak hanya dari segi teknik permainan, tetapi juga menjaga fisik dan mental agar tetap prima. “Latihan yang serius dan istirahat yang cukup,” katanya, menjelaskan kunci performa optimalnya saat lomba.
Dengan pembagian waktu yang efisien, membuat studi dan kehidupan keseharian Raiyan tidak terganggu oleh Latihan catur nya. Ia tetap menjalani studi seperti biasa, menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, lalu memanfaatkan sisa waktu untuk beribadah, latihan catur, dan tentu saja beristirahat. “Jalani studi seperti biasa dan kerjakan tugas yang diberikan dosen kemudian sisanya beribadah, latihan mengasah kemampuan catur agar lebih mahir, dan jangan lupa istirahat,” jelasnya.
Namun bukan tanpa tantangan Raiyan mengaku pernah diremehkan oleh sebagian orang, tetapi ia memilih tetap tenang tanpa memasukkan ke dalam hati dan membiarkan hasil yang berbicara. “Perkataan orang yang menyepelekan saya dan saya tetap tenang dan menunjukkan hasil terbaik yang bisa saya lakukan,” tegasnya. Tidak puas sampai disitu, Raiyan berkeinginan untuk menjadi Grandmaster (GM) catur dari Aceh, Ia menargetkan untuk mengikuti turnamen internasional ke depannya. “Saya sangat ingin mengikuti turnament di luar negeri dan memenangkannya,” ujarnya penuh semangat.
Bagi mahasiswa lain yang ingin mengejar prestasi serupa, Raiyan memberikan pesan sederhana namun bermakna, “Mungkin saya rasa tetap jalani kegiatan akademik seperti biasa dan latihan untuk mengejar prestasi di bidang olahraga di waktu yang senggang.” Raiyan telah membuktikan bahwa konsistensi, kedisiplinan, dan dukungan dari sekitar dapat menjadi fondasi kuat untuk meraih mimpi besar. (THA)